GENERASI EMAS TERANCAM HILANG

Oleh: Cecep Lubis Hidayatulloh, S.KM,

Sekjen Forum Desa Berdaya, Co-Founder Gerakan Desa Berdaya

 

“Dunia saat ini bersatu dalam perjuangan bersama melawan musuh yang tak terlihat. Tetapi sementara perhatian kita fokus pada bagaimana menghindari atau mengobati COVID-19, konsekuensi serius yang akan menantang kita jauh melampaui pandemi saat ini – yaitu dampak-dampak tersembunyi – belum menjadi pemikiran. Ini harus berubah.”

(Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore)

 

 

PANDEMI covid-19 mengakibatkan krisis multidimensi di seluruh negara di dunia. Tidak hanya menyerang dan menjadi masalah kesehatan saja, tetapi juga berdampak pada masalah sosial, ekonomi, pendidikan, dan stabilitas pangan nasional.

Pandemi juga memberikan dampak serius bagi pola asuh dan tumbuh kembang anak-anak di Indonesia. Minimnya akses pendidikan anak usia dini (PAUD), mandegnya aktivitas layanan posyandu, kekerasan mental, gangguan psikologis dan ancaman malnutrisi membuat Indonesia terancam mengalami lost generation.

Dalam upaya menekan penyebaran dan mengendalikan penularan covid-19, pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada Selasa (31/3), telah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah-wilayah yang menjadi episentrum penularan covid-19. 

Pembatasan kegiatan tersebut meliputi pembatasan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan sosial budaya, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, dan pembatasan moda transportasi. Pembatasan tersebut sangat berdampak pada masyarakat termasuk anak-anak yang tidak bebas lagi berinteraksi sosial dan bermain. 

Anak-anak bisa merasakan stres akibat pandemi covid-19. Dr Tali Raviv, Associate Director Center for Childhood Resilience di Ann & Robert H. Lurie Children’s Hospital di Chicago, AS telah mengatakan bahwa wabah ini bisa memengaruhi kesehatan psikologis anak-anak. Masa anak-anak yang penuh kebebasan akhirnya tertekan, sehingga dapat mengancam kondisi psikologis anak, seperti traumanya anak-anak puluhan tahun ke depan dengan keadaaan yang di alami sekarang. Pandemi covid-19 juga memaksa anak harus banyak tinggal di rumah, sehingga dapat memunculkan ancaman baru akan peningkatan angka kekerasan dalam rumah tangga kepada anak karena tingkat stres yang tinggi dari orangtua atau anggota keluarga lainnya.  

Tidak optimal

Selama pandemi covid-19 proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka disekolahpun dihentikan untuk dilaksanakan pembelajaran jarak jauh di rumah dengan media yang paling efektif. Proses pembelajaran jarak jauh ini memberi banyak pelajaran bagi dunia pendidikan di Indonesia, tak terkecuali pendidikan anak usia dini (PAUD), di mana sistem pembelajarannya juga dituntut untuk bermigrasi ke pembelajaran daring (dalam jaringan/online). 

Meskipun pembelajaran daring untuk PAUD tidak berjalan optimal dikarenakan dari 98,4% siswa di satuan PAUD, hanya 13% yang mengikuti pembelajaran daring. Sisanya memakai metode penugasan melalui orangtua dan kunjungan langsung ke rumah siswa masing-masing. 

Hal itu dikemukakan Direktur PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Muhammad Hasbi dalam ajang bertajuk Wajah Baru PAUD di Indonesia Pasca Pandemi Covid-19: Sinergi Sekolah dan Keluarga yang digelar Program Studi Pendidikan Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Universitas Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta, Sabtu (16/5).

Tantangan utama pembelajaran daring selama pandemi covid-19 adalah ketersediaan jaringan internet, kemampuan teknologi informasi dan komunikasi orangtua yang memang tidak dipersiapkan untuk menjadi pendidik di rumah. Selain kurangnya kemampuan dan keterampilan guru. Sementara metode pembelajaran jarak jauh berbasis internet mengalami banyak tantangan karena perbedaan karakteristik daerah, tidak meratanya akses internet, hingga perbedaan kapasitas pengajar dan peserta didik di masing-masing wilayah.

 

Artikel ini pernah diterbitkan di https://mediaindonesia.com/read/detail/316487-generasi-emas-terancam-hilang

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya