RUMAH ZAKAT MEMBAGIKAN VOUCHER INTERNET GRATIS UNTUK 80 SISWA DI DESA

BANDUNG. Masa pandemi covid-19 sudah memasuki bulan ke 6 terhitung sejak Maret lalu kasus pertama di Indonesia diumumkan. Sejak saat itu tempat umum yang berpotensi menimbulkan keramaian terpaksa ditutup, termasuk sekolah. Sejak saat itu, proses belajar siswa menjadi beralih ke system daring (dalam jaringan) atau yang sering diistilahkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan baik dari sisi siswa itu sendiri, orangtua, dan dari sisi fasilitas belajar siswa selama di rumah.

Dari sisi siswa, tidak semua siswa bisa belajar mandiri, khususnya siswa sekolah dasar. Mereka tetap harus mendapatkan bimbingan selama proses belajar. Berbeda dengan siswa sekolah menengah maupun mahasiswa yang notabene sudah bisa belajar secara mandiri. Hal ini tentunya akan menjadi masalah jika selama di rumah orangtua tidak ikut mendampingi.

Kemudian dari sisi orangtua, banyak orangtua yang mengaku tidak paham dengan materi pelajaran anak-anaknya saat ini. Mungkin karena berbeda zamannya sehingga apa yang dipelajarinya dulu berbeda dengan apa yang dipelajari anaknya kini. Selain itu, untuk orangtua yang bekerja hal ini juga menjadi beban tambahan, disamping mengerjakan tugas pekerjaannya di rumah, orangtua juga harus membantu anaknya belajar, tak jarang hal ini membuat orangtua stress juga.

Selanjutnya dari sisi fasilitas belajar siswa, banyak siswa khususnya siswa dari kalangan menengah ke bawah yang tidak memiliki gadget, hp, laptop atau sejenisnya. Pembelajaran daring ini otomatis mengharuskan mereka memiliki fasilitas tersebut jika ingin belajar. Siswa yang tidak memiliki ini, maka otomatis akan ketinggalan informasi dan tidak bisa mengikuti pembelajaran. Selain mengharuskan siswa memiliki gadget, maka gadget tersebut harus dilengkapi juga dengan kuota internetnya dong ya. Karena percuma meskipun siswa mempunyai gadget tapi tidak ada kuota internetnya ya tetap saja hal ini tidak akan berfungsi untuk membantu mereka belajar daring. Pembelajaran yang menggunakan berbagai aplikasi seperti zoom, google classroom, what’s app, dll ini sangat menguras kantong para orangtua. Banyak orangtua mengaku biaya untuk membeli kuota internet sungguh sangat membebani mereka di tengah kondisi ekonomi yang semakin hari dirasa semakin sulit. Masalah lainnya adalah, banyak daerah atau titik yang belum terjangkau jaringan internet. Di beberapa daerah diberitakan, demi mengikuti pembelajaran daring siswa sampai harus naik gunung untuk mendapatkan sinyal internet. Berita lain juga menyebutkan ada seorang bapak yang sampai mencuri hp tetangganya untuk bisa memfasilitasi anaknya belajar daring. Sungguh sangat memprihatinkan.

Melihat permasalahan ini, Agustus ini Rumah Zakat berinisiatif untuk membantu meringankan beban pembelian kuota internet dengan membagikan 80 voucher internet untuk siswa di desa yang melaksanakan PJJ.

Kenapa di desa? Karena masyarakat miskin di desa persentasenya lebih banyak daripada di kota. Seperti yang dilansir di databoks.katadata.co.id Angka kemiskinan penduduk perdesaan jauh lebih besar dibandingkan dengan perkotaan. Data menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin desa pada Maret 2017 masih mencapai 13,93 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding dengan persentase penduduk miskin perkotaan yang hanya 7,72 persen. Persentase penduduk desa juga di atas angka penduduk miskin nasional yang berada di level 10,64 persen pada Maret 2017.

Rumah Zakat yang saat ini membina lebih dari 1000 desa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, saat ini sudah mulai membagikan voucher internet di 8 desa dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 80 siswa yang terdiri dari siswa sekolah dasar hingga menengah. Desa-desa tersebut yakni Desa Pamoyanan Bogor Jawa Barat, Desa Ragatunjung Brebes Jawa Tengah, Desa Warnasari Sukabumi Jawa Barat, Desa Sirnagalih Garut Jawa Barat, Desa Karanglewas Banyumas Jawa Tengah, Desa Ciherang Ciamis Jawa Barat, Desa Tuntungpait Purworejo Jawa Tengah, dan Desa Gilingan Surakarta Jawa Tengah.

“Alhamdulillah ada kabar gembira dari Rumah Zakat, padahal kemarin itu kuota internet saya sudah menipis banget dan belum tau bisa belinya kapan, padahal sangat penting untuk anak-anak belajar” kata Irma salah satu orang tua yang mendapatkan kuota internet gratis dari Rumah Zakat di desa Pamoyanan.

Terimakasih Rumah Zakat atas bantuan kuota untuk PJJ, semoga Rumah Zakat tambah sukses, ujar Hanif salah satu siswa di desa Gilingan.

“Saya sering terkendala saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, seringkali saya terhenti saat pertemuan secara virtual karena kuota internet habis, mau minta ke orang tua lagi gak enak karena baru minta harus minta lagi, belum lagi kondisi orang tua yang tidak pasti punya uang untuk beli kuota”, Ungkap Afu.  Afu merupakan salah satu siswi SMK swasta di Desa Karanglewas yang ada di Kecamatan Jatilawang, ayahnya seorang buruh tani sementara ibunya mengurus rumah tangga.  Selama PJJ beliau kesulitan dalam belajar secara daring karena kuota pulsa yang dimiliki sangat terbatas.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak banyak, namun setidaknya bisa membantu meringankan beban mereka di masa ini. Terus berusaha berbagi kebahagiaan dan menebar kebaikan sekecil apapun menjadi hal yang Rumah Zakat terus lakukan.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya