KERETA MINI PENARIK HATI

KERETA MINI PENARIK HATI

KERETA MINI PENARIK HATI

MADIUN. Gerakan Sadar Posyandu dalam Program Siaga Posyandu di Desa Berdaya Jetis, Kec. Dagangan, Kab. Madiun terus tingkatkan kedatangan Balita. Program yang diinisiasi fasilitator Desa Berdaya Jetis, Eka Restia ini berhasil mendatangkan 57 Balita, lebih banyak dari bulan sebelumnya.

Gerakan Sadar Posyandu ini terlihat lebih menarik karena adanya kereta mini yang menjemput para Balita menuju Posyandu. Hal tersebut nyata-nyata menambah Penerima Manfaat dari bulan ke bulan.

“Seneng Mba, kalau pakai kereta gini kan jadi menarik, bisa buat hiburan. Kita sebenarnya kalau mau dimintai kas buat kegiatan-kegiatan seperti ini juga enggak apa-apa. Jadi kegiatan Posyandu keliahatan ada inovasinya,” ujar Nenek Arsyila saat mengantarkan cucunya untuk mengikuti penimbangan.

 

Menurut Eka, kreativitas dan inovasi untuk Program Siaga Posyandu di Desber Jetis akan terus dilakukan. “Kedepannya selain kereta mini, saya juga akan fokus di APE (Alat Peraga Edukasi) Posyandu. Kenapa? Agar posyandu bisa lebih menarik. Selain itu, kita pengennya ada meja konsultasi. Bisa konsultasi gizi balita, kesehatan ibu hamil, MP ASI atau perihal kesehatan lainnya. Jadi pas ibunya konsultasi, anaknya bisa di wahana APE,” Eka Restia mengungkapkan harapannya.

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

DEMI PERTUMBUHAN MAKSIMAL, DOMBA PAMOYANAN RUTIN CEK KESEHATAN

BOGOR. Pengecekan kesehatan domba di Markaz Domba Pamoyanan rutin dilakukan sebulan sekali. Ini dilakukan agar kesehatan domba terkontrol dengan baik. Sebab banyak penyakit yang tiba-tiba datang menyerang kesehatan domba, salah satunya adalah pencernaan, sehingga domba sulit tumbuh bahkan menjadi penyebab kematian.

“Salah ciri domba sehat yakni lincah, bermata cerah, dan di bagian bawah hidung basah mengilap, adapun bentuk fesesnya lunak membulat. Sedangkan domba sakit cenderung lemas, malas bergerak, dan pandangannya sayu, ungkap Suparman, tenaga kesehatan hewan di Markaz Domba, Ahad (27/10).

Rumah Zakat mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak binaannya di Desa Berdaya Pamoyanan guna mencegah antraks dan penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan manusia juga. Menurut Suparman, ciri lain biasanya diare, sehingga jika menemukan domba seperti itu segera pisahkan ke kandang khusus dan obati. Tujuannya yaitu untuk mencegah penularan ke domba lain yang sehat.

Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka pencegahan, karena hingga kini belum menemukan kasus antraks maupun penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan kepada manusia, termasuk flu burung. Pencegahan penyakit antraks tersebut dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak Markaz Domba di Desa Berdaya Pamoyanan.

“Pemeriksaan kesehatan hewan itu setiap bulan dilakukan di Markaz Domba agar kesehatannya terkontrol dan pertumbuhannya baik,ujar Elan Jaelani,Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

BOGOR. Pengecekan kesehatan domba di Markaz Domba Pamoyanan rutin dilakukan sebulan sekali. Ini dilakukan agar kesehatan domba terkontrol dengan baik. Sebab banyak penyakit yang tiba-tiba datang menyerang kesehatan domba, salah satunya adalah pencernaan, sehingga domba sulit tumbuh bahkan menjadi penyebab kematian.

“Salah ciri domba sehat yakni lincah, bermata cerah, dan di bagian bawah hidung basah mengilap, adapun bentuk fesesnya lunak membulat. Sedangkan domba sakit cenderung lemas, malas bergerak, dan pandangannya sayu, ungkap Suparman, tenaga kesehatan hewan di Markaz Domba, Ahad (27/10).

Rumah Zakat mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak binaannya di Desa Berdaya Pamoyanan guna mencegah antraks dan penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan manusia juga. Menurut Suparman, ciri lain biasanya diare, sehingga jika menemukan domba seperti itu segera pisahkan ke kandang khusus dan obati. Tujuannya yaitu untuk mencegah penularan ke domba lain yang sehat.

Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka pencegahan, karena hingga kini belum menemukan kasus antraks maupun penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan kepada manusia, termasuk flu burung. Pencegahan penyakit antraks tersebut dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak Markaz Domba di Desa Berdaya Pamoyanan.

 

“Pemeriksaan kesehatan hewan itu setiap bulan dilakukan di Markaz Domba agar kesehatannya terkontrol dan pertumbuhannya baik,ujar Elan Jaelani,Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

LANSIA TEGALURUNG TETAP BERDAYA DENGAN USAHA ECOBRICK,

LANSIA TEGALURUNG TETAP BERDAYA DENGAN USAHA ECOBRICK,

LANSIA TEGALURUNG TETAP BERDAYA DENGAN USAHA ECOBRICK

“Awal mula muncul ide membuat kursi ecobrick yaitu dari program sedekah sampah yang sudah berjalan setahun lebih,” ujar Lastri Mulyani, Relawan Inspirasi Desber Tegalurung, Kec. Balongan, Kab. Indramayu.

Program Sedekah Sampah sendiri sebenarnya sudah berjalan cukup lama di Desber Tegalurung. Biasanya sampah dijual begitu saja dan uang hasil penjualan digunakan untuk kegiatan sosial. Namun karena hasilnya tak seberapa, Lastri berpikir untuk membuat kursi ecobrick agar hasilnya mempunyai nilai lebih.

Setelah percobaan beberapa kali akhirnya bulan lalu dimulailah produksi kursi ecobrick. Hingga saat ini telah terjual 15 kursi yang berasal dari “sampah” ini. Sekarang para PM sedang memproduksi pesanan sebanyak 5 kursi. Proses membuat kursi  ecobrick sebenarnya cukup mudah, diawali dengan memasukan sampah plastik kedalam botol, lalu botol disusun sesuai pesanan, selanjutnya dilapisi busa dan dikasih kain penutup.

 

“Yang memproduksi kursi ecobrick ini memang para Lansia. Awalnya saya berpikir bagaimana agar mereka tetap berdaya meski usia sudah senja, alhamdulillah usaha ecobrick ini perlahan mulai berkembang. Saya terus berharap semoga semakinbanyak pesanan kursinya, sehingga keuntungannya pun makin bertambah.

 

 

PANGKAS CERIA DOMPET IKUT BAHAGIA

PANGKAS CERIA DOMPET IKUT BAHAGIA

PANGKAS CERIA DOMPET IKUT BAHAGIA

ACEH TIMUR. Nasrul Hadi, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Meunasah Hagu, Kec. Nurussalam, Aceh Timur memberikan bantuan sarana usaha kepada Baktiar berupa satu set mesin pangkas dan cermin, Jumat (18/10). Kios pangkas sederhana berukuran 3×3 m dan berdinding triplek tersebut menjadi satu-satunya tempat pangkas rambut di desa Meunasah Hagu.

Meski tempatnya masih terlihat sangat sederhana, tapi dari sanalah Baktiar bisa menghidupi istri dan kedua anaknya. Di tengah kesibukannya, Baktiar juga aktif di setiap pengajian pekanan dan kegiatan Rumah Zakat lainnya.

Secara khusus, Nasrul Hadi meminta kepada Baktiar untuk memberi pelatihan gratis bagi pemuda-pemuda di Desa Meunasah Hagu agar mempunyai keterampilan pangkas rambut. Hal itu bertujuan untuk melatih kemandirian memutuskan rantai angka pengangguran di desa tersebut.

“Saya baru empat hari belajar pangkas di sini Bang, alhamdulillah sudah bisa pangkas walaupun harus dibimbing Bang baktiar,” ucap Rahmat, pemuda dari Desa Meunasah Hagu yang mengikuti pelatihaan pangkas kepada Nasrul Hadi.

RUMAH ZAKAT MENGADAKAN SIMULASI BENCANA DI SD N I KEDUNGUMPUL

RUMAH ZAKAT MENGADAKAN SIMULASI BENCANA DI SD N I KEDUNGUMPUL

RUMAH ZAKAT ADAKAN SIMULASI BENCANA DI SD N I KEDUNGUMPU

TEMANGGUNG. Rumah Zakat mengadakan simulasi evakuasi bagi siswa SD N I Kedungumpul untuk mengenalkan kepada mereka tentang cara menghadapi bencana.

Bencana adalah peristiwa yang tidak pernah bisa diketahui secara pasti kapan terjadinya. Bahkan daerah yang dianggap bukan rawan bencana pun tetap memungkinkan bisa terjadi bencana. Demikian disampaikan oleh Muhammad Ali Akbar dari Rumah Zakat Action saat pelaksanaan Simulasi Evakuasi Bencana di SD N 1 Kedungumpul pada Sabtu (28/9).

Dalam simulasi kali ini, siswa dikondisikan berada di kelas kemudian mereka harus berkumpul di titik tertentu saat mendengar sirine tanda bahaya. Sebelumnya mereka mendapatkan materi tentang pengenalan bencana dan cara menyelamatkan diri.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian Kemah Jelajah Desa Tangguh Bencana ini juga mengagendakan lomba mewarnai dan menggambar. Tema yang diberikan mengenai dampak bencana. Tujuannya agar siswa lebih paham tentang dampak yang mungkin terjadi sehingga kesadaran untuk waspada mulai terbentuk sejak dini.

 

Bencana tidak bisa dihindari, namun risiko yang terjadi dapat dikurangi dengan penanganan yang tepat,” jelas Anantiyo Widodo, fasilitator Rumah Zakat Desa Kedungumpul.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya