BUMMAS BERDAYA INSANI RAIH JUARA III PRODUK MAKANAN KREATIF NON TERIGU DALAM FESTIVAL KREATIF UMKM SUMEDANG

BUMMAS BERDAYA INSANI RAIH JUARA III PRODUK MAKANAN KREATIF NON TERIGU DALAM FESTIVAL KREATIF UMKM SUMEDANG

BUMMAS BERDAYA INSANI RAIH JUARA III PRODUK MAKANAN KREATIF NON TERIGU DALAM FESTIVAL KREATIF UMKM SUMEDANG

SUMEDANG. Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Berdaya Insani binaan Rumah Zakat ikut serta dalam Festival Kreatif dan Inovatif UMKM Kab. Sumedang. Produk-produk UMKM Kec. Cibugel juga dipamerkan di stand Bummas Berdaya Insani. Acara tersebut diadakan oleh AsosiasI UMKM Kab. Sumedang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu yang ke-91. 

Ada beberapa katagori yang di lombakan dalam gelaran festival ini diantaranya Lomba Kreatif Makanan Non Tepung Terigu. Dalam katagori ini Bummas Berdaya Insani meraih Juara III.

“Alhamdulillah kami bersyukur meraih penghargaan sebagai Juara 3 katagori produk Makanan Kreatif Non Tepung Terigu” ungkap Nandar Sutisna, Relawan Inspirasi Desa Cibugel.

Ibu Yuli pun sebagai perwakilan UMKM yang menghadiri acara tersebut mengungkapkan “Alhamdulillah, walaupun persiapannya mendadak, kita juara 3” ungkapnya.

Produk makanan yang dilombakan adalah sejenis moci, yang mana moci ini lain dari yang ada di daerah lain. Moci ini beragam rasa dan beragam isi, ada buah buahan, sayuran, daging dan kacang, keju serta coklat.  

Kegiatan Festival Kreatif dan Inovatif UMKM dalam rangka HUT Ibu ini berlangsung satu hari mulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.00 berjalan dengan lancar dan meriah.[NS]

MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, BPBD KAB. JEMBER KUKUHKAH DESTANA SUCI

MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, BPBD KAB. JEMBER KUKUHKAH DESTANA SUCI

MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, BPBD KAB. JEMBER KUKUHKAH DESTANA SUCI

JEMBER. Desa Suci menjadi satu dari tiga desa di Kabupaten Jember yang pada tahun 2019 ini dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) Rumah Zakat. Program Desa Tangguh Bencana yang diinisiasi oleh Rumah Zakat dan dilakukan secara swadaya oleh komunitas pemuda desa mulai April 2019 kini telah resmi di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Jember.

“Destana sebagai organisasi masyarakat desa sangat penting untuk membantu kami dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan pencegahan sebelum bencana, penanganan saat bencana, hingga rehabilitasi pasca bencana,” ungkap Rudy Danarto, S.T, M.T selaku ketua bidang di BPBD Kabupaten Jember saat memberikan sambutan di acara pengukuhan.

Agenda pengukuhan yang dilakukan pada Sabtu, 14 Desember 2019 bertempat di Pendopo Kantor Desa Suci, dihadiri oleh Camat Panti, jajaran pemerintah Desa Suci, perwakilan RW di area rawan bencana, relawan Destana, serta komunitas relawan lainnya. Pengurus Destana meliputi ketua beserta wakil ketua, sekretaris, serta bendahara dikukuhkan dengan pembacaan ikrar relawan, dilanjutkan penandatanganan berita acara oleh BPBD Kabupaten Jember, Camat Panti, Kepala Desa Suci, dan ketua pengurus Destana.

“Relawan Destana setelah pengukuhan berarti telah resmi dan diakui untuk bertugas bersama BPBD Kab. Jember dalam agenda seputar kebencanaan. Hal pertama yang harus segera dilakukan adalah melengkapi mitigasi bencana di wilayah Desa Suci hingga menjadi bendel buku. Buku itu menjadi data penting untuk penanganan jika terjadi bencana,” seru Bapak Rahman selaku petugas pengukuhan dari BPBD Kabupaten Jember.

Saat ini sekitar 50 orang terdaftar dalam keanggotaan relawan Destana. Beberapa agenda yang telah dilakukan meliputi penyuluhan dan sosialisasi tangguh bencana, “Resik-resik kali”, mitigasi bencana, serta pengelolaan sampah rumah tangga bekerjasama dengan bank sampah.

 

 

ECOPEDIA JALIN KERJA SAMA DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SOSIALISASI ECOBRICKS

ECOPEDIA JALIN KERJA SAMA DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SOSIALISASI ECOBRICKS

ECOPEDIA JALIN KERJA SAMA DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SOSIALISASI ECOBRICKS

BOGOR.Relawan Inspirasi Desa Berdaya Pamoyanan, Elan Jaelani menginisiasi berdirinya Ecopedia, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan. Ia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor untuk melakukan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, dengan cara ecobrick..

“Ecobricks adalah teknik mengelola sampah plastik menjadi sebuah benda yang bermanfaat. Kegiatan ini dapat membantu mengurangi menumpuknya sampah plastik di Kota Bogor, prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun dan kalangan usia berapapun. Ecobricks ini dilakukan dengan cara memasukan plastik sachet, mica dan lain-lain ke dalam botol plastik , lalu padatkan hingga mengisi semua ruang botol,” kata Elan.

Masih menurut Elan, ecobrick merupakan solusi praktis dan murah untuk mengurangi limbah plastik di bumi. Meski ecobricks dibuat dengan cara memadatkan sampah, bukan berarti membuat ecobricks hanya sekedar memasukkan sampah saja , ada standar untuk berat agar kuat untuk difungsikan. Standar berat umum untuk kemasan botol plastik 600 ml adalah 200 gram. Untuk selanjutnya, Elan akan mengadakan pelatihan di Desa Berdaya Pamoyanan

KERETA MINI PENARIK HATI

KERETA MINI PENARIK HATI

KERETA MINI PENARIK HATI

MADIUN. Gerakan Sadar Posyandu dalam Program Siaga Posyandu di Desa Berdaya Jetis, Kec. Dagangan, Kab. Madiun terus tingkatkan kedatangan Balita. Program yang diinisiasi fasilitator Desa Berdaya Jetis, Eka Restia ini berhasil mendatangkan 57 Balita, lebih banyak dari bulan sebelumnya.

Gerakan Sadar Posyandu ini terlihat lebih menarik karena adanya kereta mini yang menjemput para Balita menuju Posyandu. Hal tersebut nyata-nyata menambah Penerima Manfaat dari bulan ke bulan.

“Seneng Mba, kalau pakai kereta gini kan jadi menarik, bisa buat hiburan. Kita sebenarnya kalau mau dimintai kas buat kegiatan-kegiatan seperti ini juga enggak apa-apa. Jadi kegiatan Posyandu keliahatan ada inovasinya,” ujar Nenek Arsyila saat mengantarkan cucunya untuk mengikuti penimbangan.

 

Menurut Eka, kreativitas dan inovasi untuk Program Siaga Posyandu di Desber Jetis akan terus dilakukan. “Kedepannya selain kereta mini, saya juga akan fokus di APE (Alat Peraga Edukasi) Posyandu. Kenapa? Agar posyandu bisa lebih menarik. Selain itu, kita pengennya ada meja konsultasi. Bisa konsultasi gizi balita, kesehatan ibu hamil, MP ASI atau perihal kesehatan lainnya. Jadi pas ibunya konsultasi, anaknya bisa di wahana APE,” Eka Restia mengungkapkan harapannya.

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

DEMI PERTUMBUHAN MAKSIMAL, DOMBA PAMOYANAN RUTIN CEK KESEHATAN

BOGOR. Pengecekan kesehatan domba di Markaz Domba Pamoyanan rutin dilakukan sebulan sekali. Ini dilakukan agar kesehatan domba terkontrol dengan baik. Sebab banyak penyakit yang tiba-tiba datang menyerang kesehatan domba, salah satunya adalah pencernaan, sehingga domba sulit tumbuh bahkan menjadi penyebab kematian.

“Salah ciri domba sehat yakni lincah, bermata cerah, dan di bagian bawah hidung basah mengilap, adapun bentuk fesesnya lunak membulat. Sedangkan domba sakit cenderung lemas, malas bergerak, dan pandangannya sayu, ungkap Suparman, tenaga kesehatan hewan di Markaz Domba, Ahad (27/10).

Rumah Zakat mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak binaannya di Desa Berdaya Pamoyanan guna mencegah antraks dan penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan manusia juga. Menurut Suparman, ciri lain biasanya diare, sehingga jika menemukan domba seperti itu segera pisahkan ke kandang khusus dan obati. Tujuannya yaitu untuk mencegah penularan ke domba lain yang sehat.

Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka pencegahan, karena hingga kini belum menemukan kasus antraks maupun penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan kepada manusia, termasuk flu burung. Pencegahan penyakit antraks tersebut dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak Markaz Domba di Desa Berdaya Pamoyanan.

“Pemeriksaan kesehatan hewan itu setiap bulan dilakukan di Markaz Domba agar kesehatannya terkontrol dan pertumbuhannya baik,ujar Elan Jaelani,Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

CEK KESEHATAN RUTIN DI MARKAZ DOMBA PAMOYANAN

BOGOR. Pengecekan kesehatan domba di Markaz Domba Pamoyanan rutin dilakukan sebulan sekali. Ini dilakukan agar kesehatan domba terkontrol dengan baik. Sebab banyak penyakit yang tiba-tiba datang menyerang kesehatan domba, salah satunya adalah pencernaan, sehingga domba sulit tumbuh bahkan menjadi penyebab kematian.

“Salah ciri domba sehat yakni lincah, bermata cerah, dan di bagian bawah hidung basah mengilap, adapun bentuk fesesnya lunak membulat. Sedangkan domba sakit cenderung lemas, malas bergerak, dan pandangannya sayu, ungkap Suparman, tenaga kesehatan hewan di Markaz Domba, Ahad (27/10).

Rumah Zakat mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan hewan ternak binaannya di Desa Berdaya Pamoyanan guna mencegah antraks dan penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan manusia juga. Menurut Suparman, ciri lain biasanya diare, sehingga jika menemukan domba seperti itu segera pisahkan ke kandang khusus dan obati. Tujuannya yaitu untuk mencegah penularan ke domba lain yang sehat.

Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka pencegahan, karena hingga kini belum menemukan kasus antraks maupun penyakit lainnya yang bisa membahayakan kesehatan kepada manusia, termasuk flu burung. Pencegahan penyakit antraks tersebut dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan hewan milik peternak Markaz Domba di Desa Berdaya Pamoyanan.

 

“Pemeriksaan kesehatan hewan itu setiap bulan dilakukan di Markaz Domba agar kesehatannya terkontrol dan pertumbuhannya baik,ujar Elan Jaelani,Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

LANSIA TEGALURUNG TETAP BERDAYA DENGAN USAHA ECOBRICK,

LANSIA TEGALURUNG TETAP BERDAYA DENGAN USAHA ECOBRICK,

LANSIA TEGALURUNG TETAP BERDAYA DENGAN USAHA ECOBRICK

“Awal mula muncul ide membuat kursi ecobrick yaitu dari program sedekah sampah yang sudah berjalan setahun lebih,” ujar Lastri Mulyani, Relawan Inspirasi Desber Tegalurung, Kec. Balongan, Kab. Indramayu.

Program Sedekah Sampah sendiri sebenarnya sudah berjalan cukup lama di Desber Tegalurung. Biasanya sampah dijual begitu saja dan uang hasil penjualan digunakan untuk kegiatan sosial. Namun karena hasilnya tak seberapa, Lastri berpikir untuk membuat kursi ecobrick agar hasilnya mempunyai nilai lebih.

Setelah percobaan beberapa kali akhirnya bulan lalu dimulailah produksi kursi ecobrick. Hingga saat ini telah terjual 15 kursi yang berasal dari “sampah” ini. Sekarang para PM sedang memproduksi pesanan sebanyak 5 kursi. Proses membuat kursi  ecobrick sebenarnya cukup mudah, diawali dengan memasukan sampah plastik kedalam botol, lalu botol disusun sesuai pesanan, selanjutnya dilapisi busa dan dikasih kain penutup.

 

“Yang memproduksi kursi ecobrick ini memang para Lansia. Awalnya saya berpikir bagaimana agar mereka tetap berdaya meski usia sudah senja, alhamdulillah usaha ecobrick ini perlahan mulai berkembang. Saya terus berharap semoga semakinbanyak pesanan kursinya, sehingga keuntungannya pun makin bertambah.

 

 

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya