SENANGNYA DI RUMAH MENDENGARKAN KISAH NABI

SENANGNYA DI RUMAH MENDENGARKAN KISAH NABI

SENANGNYA DI RUMAH MENDENGARKAN KISAH NABI

Dalam upaya membuat anak-anak nyaman dan betah di rumah, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Ganggo Hilia mengangkat program One Week One Book yang bisa dimanfaatkan oleh siswa sekolah dalam mengisi kegiatan hariannya, memang di desa berdaya anak-anak sekarang sudah lebih bebas berkeliaran di desa karena sudah merasa jenuh dengan aktivitas di rumah namun proses belajar mengajar di sekolah yang juga belum jelas kapan dimulai lagi tentu perlu perhatian semua pihak agar anak-anak bisa tetap semangat belajar meskipun di rumah.

Seperti yang dilaksanakan oleh Relawan Inspirasi Desa Berdaya Ganggo Hilia, Nanda Niki Lestari mendatangi beberapa anak untuk menyerahkan beberapa buku untuk mengisi kegiatan hariannya sebelum sekolah dimulai tidak hanya itu Nanda juga membacakan beberapa buku cerita dan kisah-kisah teladan dari para nabi dan sahabat kepada anak-anak yang belum bisa membaca atau yang masih malas membaca.

“Alhamdulillah, sambutannya positif, anak-anak merasa senang adanya program ini, karena mereka jadi ada kesibukan yang bisa mereka lakukan dan membuat mereka senang,” ujar Nanda.

DWI, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESA BOJANEGARA TETAP MERASA BAHAGIA DI RUMAH

DWI, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESA BOJANEGARA TETAP MERASA BAHAGIA DI RUMAH

DWI, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESBER BOJANEGARA TETAP MERASA BAHAGIA DI RUMAH

BANJARNEGARA. Work from home (WFH) dan physical distancing (pembatasan jarak dengan orang lain) kini telah menjadi rutinitas baru karena adanya imbauan dari pemerintah untuk memberhentikan seluruh aktivitas demi mencegah penyebaran virus COVID-19, tidak terkecuali anak – anak sekolah. Mereka belajar di rumah, meski bukan berarti bebas tugas. Beberapa sekolah tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar secara online atau memberi penugasan.  Tidak terkecuali anak-anak sekolah di Desa Berdaya Bojanegara, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Disela-sela kesibukan mereka mengerjakan tugas online, mereka juga melakukan hal-hal yang mereka sukai dirumah, bersama keluarga mereka.

Anak-anak binaan Rumah Zakat yang juga merupakan anggota Omah Bening Rumah Baca melakukan aktivitas menyenangkan juga di rumah, mereka tetap bahagia di rumah. Beberapa dari mereka melakukan kegiatan olah raga di depan rumah, membuat mainan dari kardus  dengan saudaranya, main gitar, dan menanam.

“Aku bahagia di rumah,” kata  Agun (11).

“Aku biasa main sepak bola di depan rumah setelah mengerjakan tugas sekolah, biar aku tetap sehat dan aku juga enggak bosan di rumah”, begitu ungkapnya dengan wajah gembira.

Anak-anak binaan Rumah Zakat di Desa Berdaya Bojanegara tetap bahagia walupun di rumah saja. Semoga virus segera berlalu dan mereka bisa segera bertemu dengan teman-temannya di sekolah. Selain Agung, hal sama juga dirasakan Dwi. Anak berkebutuhan khusus ini juga tetap merasa senang meskipun harus di rumah saja.

“Halo Assalamu’alaikum. Nama aku Dwi Prasetyo, umur aku 15 tahun, aku di panggil Dwi. Aku tinggal di Desa Bojanegara Sigaluh Banjarnegara. Walaupun aku di rumah saja, aku tetap bahagia lo, aktivitasku membatu orang tua jualan dirumah. Kebetulan orang tuaku jualan sayuran, jadi kadang aku membantu mereka biar tidak bosan. Aku bahagia dirumah,” ungkap Dwi dengan senyum ceria.

RELAWAN RUMAH ZAKAT SALURKAN 35 PAKET BERAS ZAKAT FITRAH

RELAWAN RUMAH ZAKAT SALURKAN 35 PAKET BERAS ZAKAT FITRAH

RELAWAN RUMAH ZAKAT SALURKAN 35 PAKET BERAS ZAKAT FITRAH

SALATIGA. Relawan Rumah Zakat Kota Salatiga, Dwi Pujiyanto, Jumat (22/5/2020) kemarin, menyalurkan 35 paket zakat fitrah kepada para mustahik di Warak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Paket zakat fitrah berupa 5 kg beras ini yang bersumber dari Pengguna Tokopedia.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat kepada harian7.com, Sabtu (23/5/2020) mengatakan, bahwa para mustahik yang menerima zakat fitrah ini didominasi golongan lanjut usia dan para janda. Kami menyalurkan kepada warga di wilayah RW 06 dan 09 Kelurahan Dukuh. Penyaluran ini langsung door to door berkunjung ke rumah para penerima manfaat.

 

“Kami menyalurkan beras zakat fitrah ini kepada 35 warga di RW 06 dan 09 Kelurahan Dukuh. Rata-rata yang menerima merupakan ibu-ibu lansia dan para janda. Penyaluran ini kami lakukan dengan door to door langsung ke rumah warga. Semoga yang tidak seberapa ini bisa membantu dan bermanfaat,” ujar Dwi Pujiyanto.

Rukiah (77), salah satu penerima manfaat mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan beras zakat fitrah ini. Tak henti-henti, ia mendoakan Relawan Rumah Zakat yang menyalurkan beras tersebut.

“Terima kasih, ya Mas Dwi telah berkenan memberikan beras kepada saya. Saya doakan panjang umur, mendapat rizki yang banyak dan barokah. Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk saya yang sudah tua renta ini,” kata Rukiah yang tinggal di RT 04 RW 06 Kelurahan Dukuh.

KOPERASI MEKAR BERDAYA SEJAHTERA SALURKAN PAKET THR UNTUK ANGGOTA

KOPERASI MEKAR BERDAYA SEJAHTERA SALURKAN PAKET THR UNTUK ANGGOTA

KOPERASI MEKAR BERDAYA SEJAHTERA SALURKAN THR UNTUK ANGGOTA

PANDEGLANG. Di tengah pandemic covid-19 Koperasi Mekar Berdaya Sejahtera yang merupakan binaan Rumah Zakat menyalurkan paket THR berupa sembako untuk seluruh anggota koperasi. Ini adalah tahun ketiga koperasi menyalurkan THR dari semenjak dirintis di tahun 2017.

 

Berawal hanya beranggotakan 12 orang, kini koperasi yang bergerak di bidang serba usaha sudah beranggotakan 32 anggota. Secara bertahap kini koperasi sudah memiliki 6 unit usaha yang sudah berjalan dan paket THR ini adalah hasil dari laba bersih unit usaha.

 

“Kebahagiaan itu harus diciptakan, saya selaku ketua koperasi sangat bersyukur dengan adanya pendampingan dari Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi untuk membangun Koperasi di sini dan sekarang masyarakat benar-benar bisa merasakannya, selain kebahagiaan untuk anggota kita juga sudah memberikan banyak bantuan dana sosial untuk ring 1 wilayah koperasi,” ungkap Pak Jumaedi (36th).

RUMAH ZAKAT BERSAMA KARANG TARUNA DESA KEDUNGUMPUL MEMBUAT WASTAFEL PIJAKAN KAKI

RUMAH ZAKAT BERSAMA KARANG TARUNA DESA KEDUNGUMPUL MEMBUAT WASTAFEL PIJAKAN KAKI

RUMAH ZAKAT BERSAMA KARANG TARUNA DESA KEDUNGUMPUL MEMBUAT WASTAFEL PIJAKAN KAKI

TEMANGGUNG. Pemerintah Kabupaten Temanggung memperkirakan puncak pandemi Covid-19 akan terjadi pada bulan Mei. Maka penjagaan posko Desa sebagai pusat kedatangan warga dari luar kota harus diperketat.

Sebagai salah satu upaya pencegahan, Rumah Zakat merancang wastafel dengan pijakan kaki untuk mengurangi resiko penularan melalui sentuhan tangan. Wastafel ini dibuat oleh para pemuda dari Desa Kedungumpul di bengkel las Aan di dusun Ngumpul, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan.

Anantiyo Widodo selaku fasilitator Rumah Zakat sekaligus Ketua Satgas COVID 19 Desa Kedungumpul menyampaikan terimakasih kepada para pemuda yang sigap saat mendapatkan tawaran dari Rumah Zakat untuk membuat wastafel ini.

“Peran serta masyarakat dibutuhkan untuk segera mengakhiri pandemi ini” ujar Anantiyo saat ditemui di Posko Induk Satgas COVID 19 Desa Kedungumpul pada Rabu (13/05).

Diakui oleh Anantiyo, Rumah Zakat tidak bisa melakukan support pengadaan wastafel semacam ini untuk semua desa. Namun ia berharap upaya ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya.

Sementara, Pemerintah Desa Kedungumpul menyampaikan rasa bangga atas hasil karya pemuda di desa nya. Hal ini disampaikan oleh Choyun selaku Sekretaris Desa Kedungumpul.

“Karya pemuda yang membanggakan, terimakasih Rumah Zakat atas sinergi yang terus menghasilkan karya” ujar Choyun.

MASA PANDEMI COVID-19, TOKOPEDIA GANDENG RUMAH ZAKAT SALURKAN BINGKISAN LEBARAN KELUARGA

MASA PANDEMI COVID-19, TOKOPEDIA GANDENG RUMAH ZAKAT SALURKAN BINGKISAN LEBARAN KELUARGA


MASA PANDEMI COVID-19, TOKOPEDIA GANDENG RUMAH ZAKAT SALURKAN BINGKISAN LEBARAN KELUARGA

SALATIGA. Dampak Pandemi Covid-19 yang semakin meluas dan berkepanjangan membuat banyak pihak turut berpartisipasi menyalurkan bantuan kepada warga masyarakat terdampak. Tak terkecuali Tokopedia yang menggandeng Rumah Zakat, Kamis (7/5) mendistribusikan 12 paket bantuan Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK) kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak di Kota Salatiga.

 

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat Desa Berdaya Dukuh yang menyalurkan bantuan secara langsung door to door tersebut mengaku menerima banyak ucapan terima kasih. Tidak dipungkiri saat ini masyarakat sedang berada di masa sulit dalam krisis kesehatan dan ekonomi. Uluran bantuan sangat mereka harapkan. Lebih-lebih di masa seperti sekarang ini sebagian besar dari mereka kehilangan pekerjaannya.

 

“Saya betul-betul bisa merasakan beban hidup yang mereka rasakan saat hadir ke rumah mereka. Mereka sedang berada di masa yang sulit. Mereka tidak lagi bekerja karena dirumahkan sejak merebaknya penyebaran Covid-19 ini. Maka tidak ada ucapan lain selain ucapan terima kasih yang mereka lontarkan dengan tulus karena ada yang memperhatikan dan memberi bantuan kepada mereka,” kata Dwi Pujiyanto.

 

Misalnya, Enny Suryani (58), seorang single parent yang ditinggal suaminya karena kecelakaan dan kini memiliki usaha potong rambut. Kini ia kehilangan pelanggannya. Sekolah libur, anak SMK yang biasanya potong rambut di rumahnya sudah tidak ada lagi. Padahal ia kini harus menghidupi dua anaknya usia sekolah SMA dan SD serta satu cucunya usia TK yang juga sudah menjadi yatim karena ayahnya (red. anak sulung Enny Suryani) meninggal dunia sekitar dua tahun yang lalu.

 

“Terima kasih kepada Ustadz Dwi, Rumah Zakat, dan Tokopedia yang telah memberikan bantuan kepada saya. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk saya, anak, dan cucu saya. Saya tidak bisa membalas apa-apa. Saya hanya berdoa semoga Rumah Zakat semakin maju ke depannya,” kata Enny Suryani sambil berkaca-kaca.

Bingkisan Lebaran Keluarga dari Tokopedia dan Rumah Zakat ini merupakan salah satu program Ramadhan Berbagi dari Rumah Zakat. Pada Ramadhan kali ini Rumah Zakat mengambil tema “Kebahagiaan Ramadhan, Dimulai dari Kita”. Bingkisan itu berisi beras, minyak goreng, sarden, wafer, biskuit, teko, tikar, panci, dan teflon.

RUMAH ZAKAT HADIRKAN KADO LEBARAN YATIM UNTUK ANAK DI DESA BOJANEGARA

RUMAH ZAKAT HADIRKAN KADO LEBARAN YATIM UNTUK ANAK DI DESA BOJANEGARA

RUMAH ZAKAT HADIRKAN KADO LEBARAN YATIM UNTYK ANAK DI DESBER BOJANEGARA

BANJARNEGARA. Rumah Zakat kembali membuktikan kepeduliannya terhadap sesama di tengah Wabah Pandemi Covid 19 yang sedang melanda melalui program Kado Lebaran Yatim.

Sebanyak 11 paket kado lebaran yatim diserahkan melalui Relawan Inspirasi Rumah Zakat kepada para yatim dan duafa di Desa berdaya Bojanegara kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Tampak bahagia wajah para yatim dan dhuafa mendapat bingkisan kado lebaran yatim,apalagi ditengah kondisi sekarang ini, dimana kebanyakan orang tua meraka tidak bekerja karena adanya pandemi covid, dan mereka juga harus tetap dirumah saja. Bingkisan kali ini diberikan dari rumah-kerumah oleh Relawan inspirasi Rumah Zakat Desa Bojanegara Yekti Numihartini kepada para penerima.

Rufahita (17 Tahun) salah satu penerima Kado lebaran Yatim merasa sangat bahagia dan terharu mendapat bingkisan dari Rumah Zakat, “Alhamdulillah. Terima kasih kami haturkan kepada Rumah Zakat, sudah memberikan bingkisan yang sangat banyak di ramadhan kali ini, insyaAllah sangat membantu kami, semoga para donatur diberi keberkahan rejeki dan kesehatan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

BERASA PANNULUNG DI DESA BERDAYA TOPEJAWA

BERASA PANNULUNG DI DESA BERDAYA TOPEJAWA

BERASA PANNULUNG DI DESA BERDAYA TOPEJAWA

TAKALAR. Setiap daerah memiliki budaya atau kearifan lokal dalam membantu sesamanya, seperti halnya di Jawa dengan budaya jimpitannya, maka masyarakat desa berdaya Topejawa juga memiliki semangat yang sama, mereka menyebutnya dengan istilah “Berasa Pannulung” atau jika diartikan  menolong dengan beras. Kegiatan ini merupakan kearifan lokal topejawa, dimana warga yang berkecukupan memberikan berasnya untuk membantu saudaranya yang membutuhkan, melalui semangat gotong royong, harapannya dapat membantu kesulitan warga di tengah pandemi virus Corona, tepatnya di Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan “Berasa Pannulung” atau menolong dengan beras ini kembali dihidupkan oleh Bapak Usman Dsau selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Muhaemin selaku tokoh pemuda dan dukungan dari Pemerintah Desa Topejawa yang tidak kalah penting dalam mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya gotong royong ini di Desa Topejawa, terlebih di tengah pandemi covid-19.

“Alhamdulillah Berasa Pannulung Desa Topejawa InsyaaAllah kita kumpulkan dan dibagikan kepada warga terdampak atau sangat membutuhkan, selain itu kegiatan ini juga dapat menjadi sarana  lumbung pangan desa dalam menjamin ketersediaan beras di tengah kondisi wabah Covid 19” ungkap Usman Dsau selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat wilayah Takalar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bapak Anwar, S. Sos selaku PJ Kepala Desa Topejawa, menurutnya “Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami mendukung penuh kegiatan Berasa Pannulung ini, di tengah wabah seperti saat ini kita harus menghidupkan jiwa tolong menolong dan gotong royong, dimana yang berkecukupan memberikan rezekinya kepada tetangganya yang membutuhkan.”

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya