BUMMas JETIS BERDAYA RUMAH ZAKAT MULAI LAKUKAN KOMPOSTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

BUMMas JETIS BERDAYA RUMAH ZAKAT MULAI LAKUKAN KOMPOSTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

BUMMas JETIS BERDAYA RUMAH ZAKAT MULAI LAKUKAN KOMPOSTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

MADIUN. BUMMas (Badan Usaha Milik Masyarakat) Jetis Berdaya mulai lakukan komposting untuk meningkatkan kualitas produk, yakni pupuk organik dari kotoran domba. BUMMas Jetis Berdaya yang merupakan rintisan Rumah Zakat di Desa Jetis, Kec Dagangan, Kab Madiun ini sudah mulai mengembangkan unit usaha baru, yakni unit olahan hasi ternak.

 

Eka Restia, Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Jetis menjelaskan bahwa komposting merupakan pengendalian penguraian secara biologi dari bahan organik menjadi produk yang biasa disebut kompos.

“BUMMas menggunakan mikroorganisme dalam komposting”, tambahnya.

 

Untuk caranya, Eka melihat secara langsung bahwa kotoran hewan dikumpulkan dalam bak komposting. Setiap 30 cm akan ditabur bakteri komposter dan itu dilakukan hingga setinggi satu meter.

“Lebih berkualitas tentunya. Karna kan kohenya (red:kotoran hewan) diubah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga lebih mudah terserap oleh tanah. Juga menjadikan orang tidak jijik. Siapa yang tahu kalau itu adalah kotoran domba,” jelasnya saat ditanya nilai plus produk tersebut.

KOLABORASI RELAWAN INSPIRASI, HADIRKAN NGECOBAR SERU

KOLABORASI RELAWAN INSPIRASI, HADIRKAN NGECOBAR SERU

KOLABORASI RELAWAN INSPIRASI, HADIRKAN NGECOBAR SERU

YOGYAKARTA. Agustus adalah yaumul milad negara dan bangsa Indonesia yang ditunggu dan dipersiapkan perayaannya setiap tahun. Kepahlawanan dan kerjanya adalah kolaborasi yang menghasilkan kedaulatan.

 

Dengan semangat yang sama, kami kelompok SEEJ salah satu usaha Bummas Barokah yang didampingi Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Eka Senja mendapatkan kesempatan dari Kelurahan Klitren untuk menambah ketrampilan kriya ecoprint.

 

Menerima kesempatan ini, berarti kita harus siap belajar, mengekplorasi kekayaan hayati Indonesia.

 

Kami mengusulkan untuk mengajak ECO.J yang merupakan brand dari Kampung Karangkajen, Desa Berdaya Brontokusuman yang diasuh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Indra Suryanto.

 

Acara ini diselenggarakan 12-16 Agustus 2020, di aula dan halaman Kelurahan Klitren, Kecamamatan Gondokusuman.

 

Ngecobar atau ngeco bareng ini dibawah instruktur kawan-kawan ECO.J yang melibatkan 20 orang ibu-ibu dari kelompok SEEJ

 

Proses dimulai dengan pengenalan bahan dan serat, scouring, mordanting dan perendaman.

 

Selanjutnya proses penganginan kain, pembuatan warna alam yang terdiri dari kayu secang, kayu mahoni, kayu akasia, kayu tegeran dan kayu soga.

 

Dari ECO.J pun kami melihat mereka sangat all out, 20 ibu-ibu ini dibuatkan resep berbeda yang akan menghasilkan 40 kombinasi warna. Sekali lagi salut atas kesungguhan rekan-rekan Desa Berdaya Brontokusuman, more than istilahnya. Workshop mana yang seperti ini, tatalitas.

 

Kemudian, proses pengukusan yang tricky sehingga beberapa ibu-ibu sempat sedikit kesal karena harus menunggu hingga pukul 15.00 WIB. Namun, terjawab sudah kesuntukan mereka ketika proses unbundling lontong Ecoprint, hasilnya sungguh menggetarkan jiwa, marem dan bikin auwoooo.

 

Terakhir, ECO.J mendampingi ibu-ibu membuat katalog warna, ada 100 warna yang didapatkan, luar biasa, SEEJ mendapatkan khasanah ilmu yang mengkayakan ide-ide baru.

 

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kami tetap memakai masker, cuci tangan, cek suhu dan berusaha atur jarak.

 

Apresiasi Lurah Klitren, Zaenuri, kepada semua peserta. Beliau menyampaikan pengamatannya saat upacara penutupan workshop “bahwa hasil pelatihanya kaya bukan pelatihan saja, karena hasilnya bagus-bagus dan pro.” Bukan isapan jempol, kalau nyatanya produk ECO.J sudah melanglang buana ke 15 negara, terakhir foto ecoprintnya di beli warga negara Jerman dan Belgia.

 

Terimakasih kepada Bapak Zaenuri beserta staf yang telah memberikan kesempatan kepada ibu- ibu untuk menambah ilmu dan mengundang ECO.J untuk workshop kali ini, tak lupa terimakasih sekali kepada Rumah Zakat yang selalu memberikan dukungan kepada kami. Semoga semua anggota kami semakin berdaya dan tambah barokah. Amiin.

DAILY ON FARM, PERBAIKAN KANDANG DOMBA DI BUMMas JETIS BERDAYA

DAILY ON FARM, PERBAIKAN KANDANG DOMBA DI BUMMas JETIS BERDAYA

DAILY ON FARM; PERBAIKAN KANDANG DOMBA DI BUMMas JETIS BERDAYA

MADIUN. Sebagian besar kandang domba milik peternak (52,94%) belum mencapai kategori kandang sehat dan produktif (Hidayat, 2015).

Kemudian Hasdi (2012) dalam tulisan ilmiahnya menyebutkan bahwa faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar pada usaha pembibitan adalah bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, menggunakan Induk dan Pejantan yang bagus, kandang dan lokasi peternakan yang bersih dan tidak bau.

Untuk itu Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jetis Berdaya yang berlokasi di Desa Berdaya Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus kemarin melakukan perbaikan kandang. Perbaikan harus dilakukan mengingat terdapat kerusakan-kerusakan pada beberapa bagian kandang pasca pemeliharaan domba untuk program Idul Adha. Renovasi kandang yang dilakukan meliputi penggantian kayu-kayu yang rusak dan perbaikan tempat pakan.

Perbaikan kandang harus dilakukan guna meminimalisir resiko kerugian BUMMas Jetis Berdaya, misal perbaikan pada lantai kandang agar tidak ada ternak yang mati karena terjepit, perbaikan tempat pakan dilakukan untuk efektivitas penggunaan pakan agar tidak ada yang terbuang, sehingga tercapai bobot ideal domba. Terkait kandang domba dalam aktivitas budidaya pembibitan juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/Permentan/OT.140/10/2016 tentang Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba yang Baik (Good Breeding Practice).

Semoga aktivitas budidaya domba yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jetis Berdaya mendekati pedoman pembibitan atau penggemukan domba yang baik. Aamiin

MERIAHKAN HARI UMKM, DESBER JATIMULYO MENJADI SUMBER PANGAN DI MASA PANDEMI

MERIAHKAN HARI UMKM, DESBER JATIMULYO MENJADI SUMBER PANGAN DI MASA PANDEMI


MERIAHKAN HARI UMKM, DESBER JATIMULYO MENJADI SUMBER PANGAN DI MASA PANDEMI

KULONPROGO. Dalam rangka memperingati hari Nasional UMKM pada tanggal 12 Agustus 2020, Rumah Zakat bersama binaan di Desa Berdaya Jatimulyo, Kulonprogo menyelenggarakan bazar sekaligus operasi pangan murah yang diperuntukkan untuk masyarakat luas dengan memberikan potongan harga 20 persen pada semua item.

 

Sejak pukul 6 pagi lapak jualan Pesona Kuliner yang terletak di kompleks Minimarket Azzahra, Dusun Sokomoyo ramai dipadati oleh pembeli. Selain ada jajanan pasar, aneka cemilan Masyarakat sekitar sudah sadar untuk membeli hasil dari tetangga dan percaya dengan KWT dengan hasil buminya seperti sayuran, ada sawi, terong, jipang, cabai, tomat dll. Antusiasme masyarakat terasa, ini terlihat dari yang dijadwalkan selesai pukul 11, ternyata pukul 10 dagangan sudah habis terjual. Para PM binaan yang terlibat dalam acaranya berharap ada kegiatan bazar atau operasi pangan seperti hari UMKM ini.

Selain kegiatan operasi pangan pada Hari Nasional UMKM ini, Rumah Zakat juga memberikan modal usaha kepada beberapa PM untuk kelangsungan usahanya agar lebih maju, berkembang dan semakin memberi manfaat kepada masyarakat luas karena terbukti bahwa program ekonomi dari Rumah Zakat sangat efektif apalagi ditengah masa pandemi seperti ini.

 

“Alhamdulillah, Terima kasih atas bantuan modal usaha dari Rumah Zakat, uang ini kami akan gunakan untuk membeli bibit kembali” ujar PM binaan yang memeriahkan acara bazar dan operasi pangan pada hari Nasional UMKM.   

ARTI PERTANIAN DAN PETANI DI HARI NASIONAL UMKM

ARTI PERTANIAN DAN PETANI DI HARI NASIONAL UMKM

AKTARTI PERTANIAN DAN PETANI DI HARI NASIONAL UMKM NASIONAL


Oleh: Abdullah, S. Pt

Manager Centre of Excellence Tani Berdaya Rumah Zakat

Dahulu Indonesia dikenal sebagai negeri agraris, karena sektor pertanian kala itu menjadi primadona usaha di negeri ini, bahkan sebagian besar penduduk Indonesia hidup dari sektor pertanian, alam yang hijau menjadi gambaran suburnya negeri yang kita cintai ini. Maka tidak heran jika ada salah seorang ulama asal Suriah yang sempat singgah di Indonesia mengatakan “Jika ada surga di dunia, maka Indonesia lah tempatnya” kurang lebih seperti itu yang pernah disampaikan oleh Syeikh Khalid Tantowi saat menyaksikan negeri agraris nan indah kala itu.

Kini setelah lebih dari lima bulan negeri kita merasakan pandemi covid-19, pertanian menjadi sektor usaha yang diandalkan kembali, seolah ingin bernostalgia dengan peran sentral pertanian di masa lampau. Data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa lapangan usaha pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -5,32 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan PDB menurut lapangan usahanya pada triwulan II 2020 sektor pertanian berada diangka 16,24 persen, diikuti oleh sektor informasi dan komunikasi sebesar 3,44 persen dan pengadaan air sebesar 1,28 persen.

Disaat sektor usaha lain mengalami penurunan justru sektor pertanian mengalami peningkatan, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat digantikan dengan yang lain. Hari-hari ini kita mengetahui betapa pentingnya sektor pertanian dan petani bagi negeri ini, terlebih pada saat wabah pandemi covid-19. Sedikit mengutip apa yang sempat dituliskan oleh Hadratus syeikh K.H Hasyim Asyari pendiri Nahdhatul Ulama yaitu “Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan”.

Pertumbuhan pada sektor pertanian yang dirasa cukup menjanjikan masih tidak diimbangi oleh SDM pengelola pertanian itu sendiri. Hal yang tampak secara kasat mata saja jika kita berkunjung atau berada di lokasi persawahan, perkebunan maka akan mudah kita dapati mereka yang berumur 50 tahun ke atas. Lantas dimana para milenial itu? Hal ini menjadi suatu yang ironi, jika primadona usaha di negeri ini, tidak memiliki generasi penerus. BPS juga mencatat dalam 10 tahun terakhir terdapat penurunan jumlah petani sejumlah 5 juta orang. Angka yang fantastik bukan? Padahal sektor pertanian akan menjadi sektor usaha yang menjanjikan jika aktivitas atau budidaya pertanian dikelola lebih baik.

  1. Regenerasi Petani

Minimnya minat generasi muda dalam bertani menjadi tantangan tersendiri bagi pemegang estafet pertanian Indonesia di masa datang, untuk itulah diperlukan terobosan – terobosan baru agar menarik minat dari generasi muda tersebut. Di antaranya dapat kita lakukan adalah dengan mendekatkan kembali generasi muda ke alam, dimulai dari aktivitas yang menyenangkan bersama alam. Di samping itu perlu memperlihatkan kepada mereka dengan inovasi – inovasi pertanian juga dirasa unik dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap dunia pertanian, seperti pada saat ini yang sedang marak budikdamber (budidaya ikan dalam ember) memadukan antara budidaya pertanian (tanaman kangkung) dengan sektor perikanan yaitu budidaya ikan lele

  1. Penerapan teknologi tepat guna

Teknologi tepat guna merupakan istilah yang hari-hari ini relatif familiar di telinga kita dibandingkan dua atau tiga tahun kebelakang. Penerapannya teknologi menjembatani antara teknologi tradisional dan teknologi maju yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan juga peningkatan nilai dari produk pertanian itu sendiri. Contoh penerapan teknologi tepat guna yang sering kita jumpai seperti mesin perontok padi, penebar pupuk dll

Di Hari Nasional UMKM ini setidaknya kita semakin lebih mengerti arti penting sektor usaha pertanian yang menjadi bagian dari UMKM di negeri ini dan petani itu sendiri bagi bangsa kita. Selamat Hari Nasional UMKM 2020, UMKM Kuat Bangsa Berdaulat.

 

 

 

 

Artikel ini sudah diterbitkan di https://kumparan.com/abdullah-1589878528847483204/arti-pertanian-dan-petani-di-hari-nasional-umkm-1tz24pLKyuP/full

BUMMas TAMURA BINAAN RUMAH ZAKAT PERINGATI HARI NASIONAL UMKM MELALUI KEGIATAN OPERASI PANGAN MURAH

BUMMas TAMURA BINAAN RUMAH ZAKAT PERINGATI HARI NASIONAL UMKM MELALUI KEGIATAN OPERASI PANGAN MURAH

BUMMas TAMURA BINAAN RUMAH ZAKAT PERINGATI HARI NASIONAL UMKM MELALUI KEGIATAN OPERASI PANGAN MURAH

SUBANG. Rumah Zakat menggelar pasar rakyat di Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang Subang, pada Rabu (12/8). Program operasi pangan murah yang diselenggarakan memanfaatkan produk-produk pertanian Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Tani Muda Sejahtera. Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti program ini karena harga produk yang dijual lebih murah dari harga normal (potongan 30% dari harga normal).

Produk pertanian andalan BUMMas Tani Muda Sejahtera yaitu jamur tiram juga tidak tertinggal untuk dijualkan pada acara operas pangan murah. “Alhamdulillah dengan adanya program operasi pangan ini, saya dan masyarakat Palasari bisa belanja dengan harga murah dan ini sangat membantu kami dalam situasi terdampak Covid-19,“ tutur Bapak Toto Sumpena selaku ketua RT 09/RW 03 Desa Palasari. Selain Pak Toto, warga lain juga berharap pasar pangan murah ini dapat terus diselenggarakan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.

Nana Hidayat selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desber Palasari merasa senang karena kegiatan operasi pangan murah ini dapat meringankan beban masyarakat, di tengah daya beli masyarakat yang rendah karena dampak dari pandemi covid-19. Nana optimis BUMMas Tani Muda Sejahtera yang bergerak di bidang pertanian dapat meningkat omsetnya.   

RUMAH ZAKAT AJAK ANAK MENGASAH OTAK DENGAN MENGGAMBAR

RUMAH ZAKAT AJAK ANAK MENGASAH OTAK DENGAN MENGGAMBAR

AKTIVASI POSYANDU TINGKATKAN KESEHATAN BALITA

TEMANGGUNG. Untuk memecah kebosanan, Rumah Zakat mengajak anak-anak mengasah otak dengan menggambar dan mewarnai. Kegiatan yang diadakan di Rumah Baca Rastra Aksara ini menjadi bagian dari upaya Rumah Zakat mengelola kegiatan anak-anak saat diharuskan belajar di rumah.

Selain menyenangkan, menggambar juga dapat dijadikan sebagai seni terapi untuk kesehatan mental dan merangsang otak. Hal ini disampaikan oleh Anantiyo Widodo, pemerhati dan praktisi pendidikan di Kabupaten Temanggung.

“pada masa pandemi seperti sekarang, disinyalir kesehatan mental anak-anak menurun, faktornya sangat beragam” ujar Anantiyo.

Kegiatan yang terlaksana pada Sabtu (8/8/2020) di dusun Ngulakan, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan ini diikuti oleh 11 anak. Niken, salahsatu peserta menyampaikan rasa senangnya mendapatkan fasilitas untuk mengikuti kegiatan ini.

“saya ingin agar bisa lebih sering diadakan” kata Niken.

Kegiatan menggambar yang dimulai dari jam 13.00 ini berlangsung hingga jam 15.30. Rumah Zakat berencana untuk memberikan apresiasi bagi anak-anak yang mengikuti. Harapannya kegiatan yang ada dapat memberikan suasana yang membangun karakter anak.

TETAP EKSIS DI TENGAH PANDEMI DENGAN PRODUKSI MASKER

TETAP EKSIS DI TENGAH PANDEMI DENGAN PRODUKSI MASKER

TETAP EKSIS DI TENGAH PANDEMI DENGAN PRODUKSI MASKER

SLEMAN. Masa pandemi belum selesai bahkan cenderung terus meningkat. Hal ini juga berpengaruh pada sendi-sendi yang lain seperti ekonomi yang juga kena imbasnya. Banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar.Yang punya usaha harus pintar mencari moment/ peluang usaha yang bisa diambil di era pandemi ini.

Seperti ibu Sri (43 tahun) salah satu binaan Rumah Zakat di desa berdaya Pandowoharjo. Ia punya usaha konveksi dan memiliki 4 karyawan. Ketika keadaan normal tidak ada pandemi, bulan-bulan seperti sekarang ini banjir order berupa baju sekolah dan mukena haji. Karena adanya pandemi covid 19 bayangan itu pudar semua. Order seragam dan mukena haji tidak ada.

Namun ibu Sri tidak menyerah dengan keadaan yang ada,beliau terus mencari peluang untuk terus bertahan. Ibu Sri terus berinovasi dan melihat peluang usaha yang saat ini dibutuhkan masyarakat yaitu membuat masker. Sudah ribuan masker beliau produksi karena banyak pesenan baik dari rumah sakit, instansi-instansi  bahkan pesanan dari luar daerah.

Saat ini ibu Sri mendapat pesenan masker untuk calon manten dan tamu undangan sebanyak 300 pcs. Beliau merasa beryukur dan senang karena dengan adaya pesanan masker,beliau masih  bisa menghidupi karyawannya ini bahkan dari sekarang belum pernah meliburkan karyawannya.

“Saya sangat bersyukur dengan pembinaan dan bantuan dari Rumah Zakat. Pembinaan dan bantuan yang selama ini diberikan sangat bermanfaat bagi saya dan binaan  lainnya. Terimakasih Rumah Zakat, semoga sukses selalu,” ujar ibu Sri.

SNACK ‘DUA PUTRA’ LULUS UJI DAPAT PIRT

SNACK ‘DUA PUTRA’ LULUS UJI DAPAT PIRT

SNACK 'DUA PUTRA' LULUS UJI DAPAT PIRT

TEMANGGUNG. Usaha aneka makanan ringan ‘Dua Putra’ binaan Desber Madureso, Temanggung berhasil mendapatkan Nomor Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung. Tiga merk yang diajukan yakni; kripik singkong, A tela dan emping jagung telah lulus uji kesehatan dari Dinas Kesehatan setelah Ibu Hermiati selaku pemilik usaha ‘Dua’ Putra’ mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP).

 

Penantian selama 10 bulan lebih demi mendapatkan PIRT akhirnya membuahkan hasil. Sebenarnya surat tersebut telah terbit sejak 12 Maret 2020 lalu. Namun, karena wabah covid-19, tiga bulan kemudian baru bisa mengambilnya. Ibu dua anak ini mengaku senang telah berhasil mengurus sertifikat itu sampai selesai.

 

Meskipun sempat berfikir pesimis karena melihat persyaratan yang begitu ketat tentang kebersihan alat, rumah, pengolahan limbah hingga dampak lingkungan yang harus ia penuhi. “Alhamdulillah tidak sia-sia ikut pelatihan seharian sampai pulang malam, pusing-pusing buat ini itulah sampai saya pasang keramik bekas di dapur biar kelihatan higenis”, tuturnya sambil menunjukkan lembar sertifikat kepada Relawan Inspirasi Madureso, Dwi.

 

Kini, beliau bisa mengembangkan pemasarannya ke lembaga-lembaga pemerintahan karena produknya sudah tercantum nomor PIRT. Sehingga pendapatan bisa naik dua kali lipat dari sebelumnya. Beliau juga bersyukur bisa mendapat kesempatan bertemu pengusaha lain yang membuatnya punya semangat maju saat mengikuti program pengembangan UMKM dari Rumah Zakat tahun 2019 lalu.

“Terimakasih Mas sudah ngasih dukungan, saya bisa berkembang seperti ini”, ucapnya sambil memberi oleh-oleh keripik singkong kepada Dwi.

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI JAYAPURA

JAYAPURA. Penyaluran bantuan Rumah Zakat kembali digulirkan pada warga Desber Nolokla Distrik Sentani Timur Kab. Jayapura kepada keluarga bapak Fred Tedi Ongge. Penyaluran bantuan Rumah Zakat tersebut berupa bibit ikan lele dan beberapa bahan bangunan pembuatan kolam karen kolam keluarga tersebut masih belum bisa menampung air karena meresap ke dalam tanah.

Betapa bahagianya keluarga bapak Tedi Ongge menerima bantuan tersebut karena bantuan tersebut sangat berarti di tengah pandemi seperti ini. Selama ini lahan yang baru dibuka untuk tanaman pangan masih berupa bibit-bibit tanaman yang belum bisa dipanen.

Bapak Fred Tedi Ongge merupakan penduduk asli Kampung Nolokla yang menikah dengan ibu Atim Sumiati yang merupakan suku Jawa. Saat ini Bapak Fred dikaruniai dua orang anak yang sekarang duduk di bangku SMP dan SMA.

“Terima  kasih kepada para Donatur dan juga Rumah Zakat, bantuannya sangat bermanfaat bagi keluarga Bapak Fred,” ujar Andi, Relawan Inspirasi Desber Nolokla.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya