PANGKAS CERIA DOMPET IKUT BAHAGIA

PANGKAS CERIA DOMPET IKUT BAHAGIA

PANGKAS CERIA DOMPET IKUT BAHAGIA

ACEH TIMUR. Nasrul Hadi, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Meunasah Hagu, Kec. Nurussalam, Aceh Timur memberikan bantuan sarana usaha kepada Baktiar berupa satu set mesin pangkas dan cermin, Jumat (18/10). Kios pangkas sederhana berukuran 3×3 m dan berdinding triplek tersebut menjadi satu-satunya tempat pangkas rambut di desa Meunasah Hagu.

Meski tempatnya masih terlihat sangat sederhana, tapi dari sanalah Baktiar bisa menghidupi istri dan kedua anaknya. Di tengah kesibukannya, Baktiar juga aktif di setiap pengajian pekanan dan kegiatan Rumah Zakat lainnya.

Secara khusus, Nasrul Hadi meminta kepada Baktiar untuk memberi pelatihan gratis bagi pemuda-pemuda di Desa Meunasah Hagu agar mempunyai keterampilan pangkas rambut. Hal itu bertujuan untuk melatih kemandirian memutuskan rantai angka pengangguran di desa tersebut.

“Saya baru empat hari belajar pangkas di sini Bang, alhamdulillah sudah bisa pangkas walaupun harus dibimbing Bang baktiar,” ucap Rahmat, pemuda dari Desa Meunasah Hagu yang mengikuti pelatihaan pangkas kepada Nasrul Hadi.

RUMAH ZAKAT MENGADAKAN SIMULASI BENCANA DI SD N I KEDUNGUMPUL

RUMAH ZAKAT MENGADAKAN SIMULASI BENCANA DI SD N I KEDUNGUMPUL

RUMAH ZAKAT ADAKAN SIMULASI BENCANA DI SD N I KEDUNGUMPU

TEMANGGUNG. Rumah Zakat mengadakan simulasi evakuasi bagi siswa SD N I Kedungumpul untuk mengenalkan kepada mereka tentang cara menghadapi bencana.

Bencana adalah peristiwa yang tidak pernah bisa diketahui secara pasti kapan terjadinya. Bahkan daerah yang dianggap bukan rawan bencana pun tetap memungkinkan bisa terjadi bencana. Demikian disampaikan oleh Muhammad Ali Akbar dari Rumah Zakat Action saat pelaksanaan Simulasi Evakuasi Bencana di SD N 1 Kedungumpul pada Sabtu (28/9).

Dalam simulasi kali ini, siswa dikondisikan berada di kelas kemudian mereka harus berkumpul di titik tertentu saat mendengar sirine tanda bahaya. Sebelumnya mereka mendapatkan materi tentang pengenalan bencana dan cara menyelamatkan diri.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian Kemah Jelajah Desa Tangguh Bencana ini juga mengagendakan lomba mewarnai dan menggambar. Tema yang diberikan mengenai dampak bencana. Tujuannya agar siswa lebih paham tentang dampak yang mungkin terjadi sehingga kesadaran untuk waspada mulai terbentuk sejak dini.

 

Bencana tidak bisa dihindari, namun risiko yang terjadi dapat dikurangi dengan penanganan yang tepat,” jelas Anantiyo Widodo, fasilitator Rumah Zakat Desa Kedungumpul.

CAMAT UNTER IWES BERIKAN APRESIASI PADA RUMAH BIBIT DI DESBER JOROK

CAMAT UNTER IWES BERIKAN APRESIASI PADA RUMAH BIBIT DI DESBER JOROK

CAMAT UNTER IWES BERIKAN APRESIASI PADA RUMAH BIBIT DI DESBER JOROK

SUMBAWA. Evi Supiati, S.STP.,M.Si, Camat Unter Iwes memberikan apresiasi kepada Program Rumah Bibit di Desa Berdaya Jorok, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa. Menurut Evi, aktivitas Desa Berdaya yang digagas Rumah Zakat sangat mengena pada kebutuhan masyarakat, seperti di bidang ekonomi dengan memberikan bantuan modal usaha penerima manfaat di Desa Jorok.

Pada kesempata ini pula, Camat Unter Iwes secara khusus memberikan apresiasi pada keberadaan Rumah Bibit yang telah banyak memberikan manfaat pada warga Desa Jorok. Bukan saja bagi warga sekitar Desa Jorok, tetapi sudah merambah pada beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Keberadaan Rumah Bibit juga sangat membantu bagi mereka yang memerlukan bibit untuk kegiatan penghijauan, seperti SDN 2 Pelat baru-baru ini yang mengikuti lomba sekolah sehat dan Pengurus MUI Kab. Sumbawa yang menanam di beberapa masjid.

 

Program Desa Berdaya merupakan salah satu program dari Rumah Zakat yang menjadi mitra pemerintah desa dan kecamatan dalam hal pemberdayaan masyarakat. Evi sendiri merasa sangat beruntung dan terbantu dengan keberadaan Rumah Bibit. Atas nama Pemerintah Kecamatan menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat, semoga program ini dapat dikembangkan hingga ke desa-desa lain di Kecamatan Untir Iwes,” ujar Evi.

DARI DESA MEMBANGUN NEGERI

DARI DESA MEMBANGUN NEGERI

DARI DESA MEMBANGUN NEGERI

Oleh: Nuzul Qodri. K

Relawan Inspirasi Desber Mliwis, Boyolali

 

 

“Membangun negeri ini, harus dimulai dari desa!”
(A.H. Nasution)

 

Desa adalah ujung tombak membangun negeri. Kemakmuran bangsa dan negara terdapat pada desa. Negara dan bangsa akan bermartabat bilamana desanya makmur dan kokoh.

 

Indonesia, bagaimanapun, adalah kumpulan dari ribuan desa. Membangun Indonesia berarti meniscayakan pembangunan terhadap desanya. Bukan hal yang mudah untuk mencapai cita-cita kemajuan ketika desa tak diberdayakan secara optimal. Maka membangun negara adalah membangun desanya.

 

Desa seakan terlupakan dari pembangunan. Sehingga tidak heran jika banyak penduduk desa mencari pekerjaan di kota besar yang dianggap pembangunan dan ekonominya jauh lebih maju. Hal ini berdampak pada masalah urbanisasi; mulai dari kemacetan, tata kota yang semrawut, kepadatan penduduk, hingga tingkat kriminalitas yang tinggi. Disparitas pertumbuhan ekonomi antara desa dan kota sangat besar.

 

Memasuki akhir tahun ketiga sejak kebijakan pemerintah tentang desa diberlakukan, kiranya penting melakukan refleksi dan evaluasi tentang kesenjangan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi yang terjadi di desa sehingga lebih  adil dan merata. Sebagai konsekuensi atas berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah adanya kucuran dana miliaran rupiah langsung ke desa yang bersumber dari alokasi dana desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota.

 

Dana desa telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN. Miliaran dana yang masuk ke desa merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi kesenjangan dengan menggelontorkan banyak dana. Sepatutnya kita semua memperhatikan proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan dana desa yang besar ini agar sampai pada tujuannya secara tepat dan efektif.

 

Mengurangi Urbanisasi

Kucuran dana desa ini diharapkan mampu menjadi solusi mengurangi urbanisasi dan mempercepat pembangunan di desa. Karena belum semua desa mampu menjalankannya. Ketimpangan pembangunan antara desa dan daerah kota perlu mendapat perhatian khusus. Pembangunan insfrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan desa berbasis potensi lokal harus dijalankan secara simultan.

 

Pembangunan kawasan perdesaan bukan hanya berbentuk kegiatan, tetapi juga sebagai pendekatan untuk mengimbangi pembangunan perkotaan. Selama ini, ada ketimpangan antara perkotaan dan perdesaan, karena pembangunan yang bias perkotaan (urban bias).

 

Kota merupakan pusat pemerintahan, pelayanan publik, industri, jasa, perdagangan, keuangan, dan pusat pertumbuhan. Sebaliknya, desa merupakan ranah pertanian dan perkampungan yang selalu identik dengan keterbelakangan, ketertinggalan, dan kemiskinan.

Desa menghadapi kekurangan input dan output pertumbuhan sehingga merupakan sumber dan hulu kemiskinan. Desa menghadapi keterbatasan dalam hal infrastruktur, transportasi, komunikasi, dan lain sebagainya yang membuat desa terisolasi dari kemajuan dan pertumbuhan.

 

Karena ketimpangan itu, kota menjadi “daya tarik” dan desa menjadi “daya dorong” urbanisasi orang desa ke kota. Secara demografis, urbanisasi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yang membuat pengurangan penduduk desa dan penambahan penduduk kota.

 

Potensi Lokal Desa

Pandangan pengamat ekonomi dari Core Indonesia, Hendri Saparini, menilai bahwa banyak potensi desa di Indonesia yang belum muncul ke permukaan. Padahal jika potensi itu dimanfaatkan, maka upaya membangun ekonomi desa akan lebih mudah dan cepat terlaksana. Menurutnya, potensi di daerah harus diperjelas dan dirumuskan dalam buku agar terlihat lebih jelas. Sebab ini jadi acuan juga dalam menjalankan program desa.

Kearifan lokal sejatinya akan mampu mendorong munculnya kemandirian desa yang ditopang oleh kuatnya motivasi untuk berprestasi pada diri masyarakat. Hal itu tentu menjadi modal penting untuk menciptakan keunggulan tanah air.

 

Seperti halnya yang terjadi pada perkembangan di Korea Selatan. Dengan adanya Hallyu (gelombang budaya New Korea), keberhasilan Korea Selatan menjadikan dirinya sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dunia saat ini, karena kebijakan pemerintah mereka untuk mendorong kemandirian bangsanya melalui upaya menanamkan nilai-nilai kompetitif dan senantiasa ingin berprestasi di tengah-tengah masyarakat.

 

Desa adalah jantung sebuah negara. Membangun desa sama artinya membangun negara.

 

Dalam formasi pembangunan partisipatif, pembangunan kawasan perdesaan bukan hanya menempatkan desa sebagai lokasi dan objek penerima manfaat, tetapi juga memperkuat posisi desa sebagai subjek yang terlibat mengakses dalam arena dan kegiatan pembangunan kawasan perdesaan. Tentunya pemberdayaan dalam sektor ini dapat kita rasakan dengan berlakunya BUMDes; walaupun belum merata ada di seluruh daerah.

Desa Kedungumpul Merupakan Desa Tangguh Bencana Terbaik di Kab. Temanggung​

Desa Kedungumpul Merupakan Desa Tangguh Bencana Terbaik di Kab. Temanggung​

KEDUNGUMPUL, DESA TANGGUH BENCANA TERBAIK DI KAB. TEMANGGUNG

TEMANGGUNG. Rumah Zakat mengadakan jelajah desa tangguh bencana di Desa Kedungumpul pada Jumat sampai Ahad, 27 hingga 29 September 2019. Kegiatan ini diikuti puluhan pemuda dari unsur Karang Taruna, relawan kebencanaan dan peserta umum. 

Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai daerah, diantaranya Lumajang, Bandung, Depok, Solo, Semarang dan Temanggung. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tembak Desa Kedungumpul ini dibuka oleh Gito Walngadi, Kepala BPBD Kab. Temanggung. Dalam sambutannya, ia menyebutkan jika Desa Kedungumpul menjadi pelopor dan desa tangguh bencana terbaik di Kab Temanggung. 

“Belum ada desa lain yang dikelola sebaik ini dalam penanggulangan bencana” ujar Gito.

Dalam kesempatan sambutan, Suwita, Kepala Desa Kedungumpul menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas capaian yang didapatkan oleh Desa Kedungumpul dalam penanggulangan bencana. Secara khusus ia menyampaikan terimakasih untuk Rumah Zakat yang telah melakukan berbagai program pembinaan. 

“Terimakasih rumah zakat atas inisiatif dan pendampingan yang diberikan” papar Suwita.

 

Newsroom: Anantyo Widodo 

 

 
Aep Muflih Saepulloh <br> (Ingin Menjadi Manusia yang Bermanfaat), Desa Mekarjaya

Aep Muflih Saepulloh
(Ingin Menjadi Manusia yang Bermanfaat), Desa Mekarjaya

Aep Muflih Saepulloh

Ingin Menjadi Manusia
yang Bermanfaat

Aep Muflih Saepulloh atau biasa disapa Kang
Aep oleh warga, mulai menjadi fasilitator tahun
2015. Ketika itu Ia menggantikan fasilitator lain
yang pindah. Meskipun melanjutkan program
yang sudah ada tapi tetap saja Aep harus
mengembangkannya menjadi lebih baik lagi.

Di tahun awal Aep mencoba memahami
kebutuhan para binaannya yang ternyata
mayoritas masih menganggap semua
program hanya bersifat charity saja tanpa

ada pemberdayaan. Barulah kemudian Aep
mulai memperkenalkan beberapa program
pemberdayaan baru yang sesuai dengan kondisi
masyarakat di Desa Mekarjaya.

Program pemberdayaan yang baru tersebut
adalah pra koperasi yang saat ini sudah menjadi
koperasi. Menurutnya menggarap program
pra koperasi tidak langsung membuat warga
berbondong-bondong jadi anggota.

“Perlu perjuangan yang cukup lama meyakinkan
warga bahwa program ini baik,” katanya. “Setelah
disampaikan tentang konsep pemberdayaan,
warga pun faham bahwa bantuan yang diterima
akan semakin luas kebermanfaatannya dan
mereka makin antusias mengikuti programprogram yang digulirkan. Kini melihat warga
merasakan manfaat dari hasil pemberdayaan ini
saya merasa senang sekali,” lanjut pria asal Ciamis
ini.

Keberhasilan program yang digulirkan oleh Aep
ini tidak terlepas dari dukungan keluarga dan
warga yang juga memiliki komitmen untuk
mengubah desanya. Aep terus berbenah
untuk menjadikan Desa Berdaya Mekarjaya
menjadi desa yang maju dan sejahtera.

“Bagi saya Fasilitator Desa Berdaya
itu bukan sebatas penyalur program,
tapi bagaimana secara pribadi bisa
memberikan kebermanfaatan bagi orang
lain. Saya yakin setiap kita menolong
orang lain, walaupun hanya menjadi
jembatan maka sejatinya Allah sedang
menolong kita,” kata Aep.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya