ALHAMDULILLAH ANAK SAYA SEKARANG SUDAH BISA BACA

ALHAMDULILLAH ANAK SAYA SEKARANG SUDAH BISA BACA

ALHAMDULILLAH ANAK SAYA SEKARANG SUDAH BISA BACA

 

TEGAL. Kurang lebih lima bulan Siti Nur Azizah belajar di Rumah Baca Ahsanuamala Desber Harjasari, Suradadi, Tegal membuahkan hasil positif. Tekad yang kuat untuk terus belajar membuatnya pantang menyerah. Rumahnya yang jauh dari tempat belajar tak serta Merta mematahkan semangatnya untuk hadir setiap malam Ahad untuk belajar bersama kawan-kawannya.

“Alhamdulillah perjuangannya selama ini berhasil, Nur sekarang sudah bisa membaca dengan baik. Semalam ibunya menuturkan bahwa Nur berusaha kerja keras agar bisa membaca seperti kawan-kawannya di sekolah,” ujar Haryanto, Relawan Inspirasi Desber Harjasari.

Haryanto pernah menyaksikan langsung, saat itu hujan dan teman-teman yang lainpun belum datang, ternyata Nur sudah datang di kelas belajar dengan membawa payung, padahal rumahnya cukup jauh dari lokasi Rumah Baca.

“Alhamdulillah, anak saya sudah bisa baca. Terima kasih Rumah Zakat yang sudah memfasilitasi Rumah Baca, anak saya yang sudah kelas IV ini akhirnya bisa membaca dengan lancar,” ucap Ibunda Nur.

MUMTAZA AQIQAH KEMBALI SEMBELIH DOMBA

MUMTAZA AQIQAH KEMBALI SEMBELIH DOMBA

MUMTAZA AQIQAH KEMBALI SEMBELIH DOMBA

SALATIGA. Unit usaha Mumtaza Aqiqah kembali menyembelih dua ekor domba jantan. Domba ini merupakan pesanan dari salah satu costumer untuk menunaikan ibadah aqiqah atas kelahiran anaknya berjenis kelamin putra.

 

Andi Rahmanto, anggota BUMMas Warak Berdaya Farm mengatakan bahwa pesanan paket aqiqah kali ini mengambil paket A. Harga paket A yaitu seharga Rp2 juta per ekor domba jantan siap saji. Domba yang disembelih dimasak menjadi dua menu yaitu sate dan gule.

 

“Alhamdulillah, pekan ini melayani dua paket aqiqah dari costumer. Yang sekarang sedang kami olah ini pesanan paket A dari Bapak Bayu yang beralamat di Ledok, Salatiga. Kambing aqiqah ini dimasak menjadi dua menu yaitu sate dan gule sesuai permintaan customer,” kata Andi Rahmanto.

 

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat Salatiga yang mendampingi memberikan informasi bahwa unit usaha aqiqah ini terbentuk atas inisiasi dan bantuan dari Rumah Zakat. Rumah Zakat memberikan bantuan berupa modal usaha untuk pengadaan domba atau kambing. Ia mengatakan dengan adanya unit usaha aqiqah ini diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan bagi para penerima manfaat dari Rumah Zakat.

 

“Rumah Zakat melalui saya, salah seorang fasilitator menginisiasi dan menyalurkan modal usaha untuk lembaga aqiqah. Alhamdulillah setelah dimulai, perlahan usaha ini banyak orderan. Semoga bisa meningkatkan pendapatan para penerima manfaat,” kata Dwi Pujiyanto.

RELAWAN RUMAH ZAKAT IKUTI PELATIHAN DARI SATGAS PENANGANAN COVID-19 NASIONAL

RELAWAN RUMAH ZAKAT IKUTI PELATIHAN DARI SATGAS PENANGANAN COVID-19 NASIONAL

RELAWAN RUMAH ZAKAT IKUTI PELATIHAN DARI SATGAS PENANGANAN COVID-19 NASIONAL

SEMARANG. Sebanyak 14 Relawan Rumah Zakat mengikuti pelatihan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional di Gedung C2 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Agenda pelatihan relawan dari Satgas Penanganan Covid-19 dilaksanakan mulai tanggal 17-25 November 2020. Dijadwalkan sebanyak 175 orang relawan dari berbagai elemen masyarakat akan mendapat pelatihan tersebut. Peserta dari Rumah Zakat mendapatkan kloter pelatihan pada sesi 1 tanggal 24 November 2020. Materi yang disajikan dalam pelatihan adalah Adaptasi Kebiasaan Baru, Kerelawanan, Berkomunikasi Efektif di Masa Pandemi, dan Isu Lokal Covid-19. Selain materi tersebut, dibagikan pula link yang dapat digunakan oleh relawan untuk mendeteksi kondisi potensi bencana pada lingkungan. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui playstore dengan mengetik inaRISK. Materi secara umum dibawakan secara padat namun santai. Para pemateri cukup inspiratif dan bersemangat.

Sesuai jadwal pelatihan yang telah dibagikan, pelatihan akan dibuka satu jam sebelum materi pertama dimulai. Semua peserta wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, dan dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas. Di dalam ruangan pelatihan hanya diisi oleh 20 peserta dengan kursi yang ditata sesuai dengan protokol kesehatan.

Wiwik Ariyani, M.Pd., salah satu fasilitator menaruh harapan besar bagi peserta pelatihan. “Berbekal pelatihan ini diharapkan para relawan mampu mengedukasi masyarakat tentang covid-19 serta penanganannya, termasuk juga agar mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Amrih Setiowati salah satu relawan Rumah Zakat mengungkapkan sangat senang telah mengikuti pelatihan ini. Ia merasa semakin mantap dalam menjalankan peran sebagai relawan khususnya dalam edukasi covid-19 di wilayah kerjanya yaitu Kecamatan Banyubiru, Kab. Semarang, Jawa Tengah.

LAHIRNYA ANAKAN PERSILANGAN DOMBA GARUT DAN MERINO MILIK BUMMAS JETIS BERDAYA

LAHIRNYA ANAKAN PERSILANGAN DOMBA GARUT DAN MERINO MILIK BUMMAS JETIS BERDAYA

LAHIRNYA ANAKAN PERSILANGAN DOMBA GARUT DAN

MERINO MILIK BUMMas JETIS BERDAYA

MADIUN. Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jetis Berdaya kehadiran anggota baru yaitu dua ekor anakan domba yang merupakan hasil persilangan antara Domba Garut dan Domba Merino.

Dua ekor anakan yang telah dilahirkan ini berjenis kelamin jantan dan betina dengan bobot rata-rata seberat 3 kg. Dua ekor anakan ini dilahirkan melalui proses kelahiran normal tanpa adanya intervensi. Indukannya pun diberikan suntikan oleh pengelola BUMMas untuk pemulihan.

Dengan lahirnya anakan domba hasil persilangan ini tentunya membawa kebahagiaan sendiri untuk pengelola BUMMas dan Penerima Manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi yang diampu Rumah Zakat.

“Setiap ada yang lahir kita seneng. Apalagi kalau anakannya jelas turunan darimana. Nah catetan turunan-turunan tadi ditangani oleh unit kandang BUMMas,” ungkap Eka Restia Selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desber Jetis, Madiun.

LILY KINI MENJADI MUZZAKI

LILY KINI MENJADI MUZZAKI

LILY KINI MENJADI MUZZAKI

KENDAL. Mengubah mindset untuk merubah seseorang pelaku UMKM menjadi seorang muzakki tidaklah mudah. Membutuhkan seni komunikasi dan pendekatan khusus. Hal itu yang dilakukan oleh Anggoro Budi Arsyanti, Relawan Inspirasi Rumah Zakat (RZ) Desa Berdaya Cepiring, Anggoro Budi Arysanti, kepada para penerima manfaat dari Rumah Zakat.

Salah satu pelaku UMKM di Desa Cepiring adalah seorang ibu muda bernama Lili Irkhanah. Memulai usaha sejak tahun 2014 dengan bermodal 400 ribu, Lili sapaan akrabnya bertekad memulai usahanya dibidang fashion berupa aksesoris wanita. Branding Lilly Handmade dipakai untuk memantapkan usahanya untuk mencapai market yang akan disasar. 

Tepat di pertengahan tahun 2017, Rumah Zakat Desa Berdaya Desa Cepiring dan Lilly Handmade mulai berkomunikasi dengan intens. Pendampingan dan pelatihan mulai dijalankan oleh Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi. Dengan pendampingan, Lilly Handmade diberikan pelatihan kewirausahaan kemudian diberikan bantuan modal untuk mengembangkan usahanya. Mulai dari sinilah Lilly Handmade semakin dikenal oleh masyarakat luas. Oleh Rumah Zakat, owner Lilly Handmade, sering diundang sebagai narasumber untuk mengisi pelatihan-pelatihan di Desa Cepiring maupun di luar Desa Cepiring. Memang sangat menginspirasi bagi peserta pelatihan.

Dari sinilah omzet Lilly Handmade mulai melambung tinggi. Pasukan reseller dibentuk dan menjadikan faktor penyebab omzet Lilly Handmade mulai naik. Dengan memberdayakan masyarakat sekitar, ternyata Lilly Handmade semakin bermanfaat dan semakin berkembang. Sehingga, akhir tahun 2020 ini, Lilly Handmade memutuskan untuk tidak lagi menjadi penerima manfaat dari Rumah Zakat. Akan tetapi ingin menjadi Muzakki (pemberi manfaat)  yang akan bermitra dengan Rumah Zakat.

“Sudah saatnya saya tidak lagi menjadi penerima manfaat dari Rumah Zakat, berkat bimbingan dan pendampingan dari Rumah Zakat, usaha saya semakin berkembang. Makanya akhir tahun 2020 ini, saya memutuskan untuk menjadi Muzakki dan bermitra dengan Rumah Zakat. Terima kasih Rumah Zakat sudah berbagi manfaat dan inspirasi,” Ujar Lili Irkhanah, owner Lilly Handmade.

INTERNET SEHAT MASUK DESA, BANTU PELAJAR BOJANEGARA KERJAKAN PTS DI RUMAH BACA OMAH BENING

INTERNET SEHAT MASUK DESA, BANTU PELAJAR BOJANEGARA KERJAKAN PTS DI RUMAH BACA OMAH BENING

INTERNET SEHAT MASUK DESA, BANTU PELAJAR BOJANEGARA KERJAKAN PTS DI RUMAH BACA OMAH BENING

BANJARNEGARA. Beberapa Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Kejuruan di Banjarnegara sedang melakukan kegiatan PTS (Penilaian Tengah Semester ) Online mulai senin ini (21/09) hingga satu pecan ke depan, tidak terkecuali anak-anak SMA/SMK/MAN yang ada di Desa Berdaya Bojanegara Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.  Dengan adanya pandemi covid 19 ini, kegiatan PJJ masih terus diberlakukan, termasuk PTS juga dilakukan di rumah saja.

Omah Bening (Obe) Rumah Baca melalui program Internet Sehat Masuk Desa daru Rumah Zakat memfasilitasi anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan PTS Online. Mereka datang untuk bisa mendapatkan akses wifi gratis sehingga harapannya bisa mengurangi beban pulsa dan dapat mengerjakan PTS dengan lancar tanpa hambatan atau kendala signal. Mulai jam 8 sampai jam 11 anak-anak sudah stand by dengan membawa HP dan beberapa membawa laptop untuk mengerjakan dari OBe Rumah Baca.

Program internet masuk desa sendiri merupakan program yang diinisiasi Rumah Zakat guna membantu masyarakat desa yang membutuhkan akses internet. Tujuan utamanya di masa sekarang ini adalah untuk membantu para siswa yang kesulitan mengakses internet untuk belajajar daring. Tapi tak hanya itu saja, masih banyak tujuan dari penggunaan internet sehat ini, salah satunya sebagai media atau sumber ilmu yang bisa digunakan untuk belajar, sebagai sarana informasi bagi warga, dan bisa juga digunakan untuk membantu usaha-usaha warga dalam menjual barang dagangannya melalui media internet. Sehingga bisa diharapkan dengan adanya internet ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Relawan Inpirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Bojanegara Yekti Nunihartini mengatakan bahwa Program Internet Sehat Masuk Desa ini sangat membantu mereka, terutama anak-anak yang saat ini sedang mengikuti PTS online, harapannya mereka jadi lebih lancar dalam mengerjakan tanpa ada kendala jaringan, lebih lagi bagi mereka para penerima manfaat yang kurang mampu untuk membeli paket data.

Terima kasih kepada Omah Bening Rumah Baca dan Rumah Zakat yang sudah memfasilitasi kami dengan adanya fasilitas internet sehat masuk desa ini, alhamdulillah kami dapat mengerjakan PTS dengan lancar dan mudah,” ujar Imel salah satu penerima mafaat program internet sehat masuk desa.

HARI AGRARIA NASIONAL 2020, RUMAH ZAKAT AJAK KONSUMSI JAGUNG

HARI AGRARIA NASIONAL 2020, RUMAH ZAKAT AJAK KONSUMSI JAGUNG

AKTIVASI POSYANDU TINGKATKAN KESEHATAN BALITA

Oleh: Rudeq Mochammad Yanuar Santoso, SE
Anggota Tim Centre of Excellent Tani Berdaya Rumah Zakat

Indonesia adalah negara agraris yang menyimpan berjuta potensi alam. Potensi yang terdiri dari kekayaan biota laut, mineral tambang, keanekaragaman flora fauna ditambah tanah subur menjadikan kekayaan negeri ini makin menakjubkan sehingga hampir seluruh jenis tanaman bisa tumbuh dan hidup dimana salah satunya adalah pada komoditi pertanian bahan pangan.

Selayaknya di berbagai belahan dunia lain dimana komoditi pertanian mayoritas digarap di wilayah desa, Indonesia dengan jumlah desa yang berjumlah 83.931 berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) www.bps.go.id di tahun 2018 telah menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian masyarakat yang tinggal di desa. Hal ini dikarenakan penduduk di wilayah desa rata – rata masih memiliki lahan yang cukup luas untuk ditanami berbagai jenis tanaman seperti padi dan jagung dalam skala besar.

Berbicara tentang komoditi pertanian di negara Indonesia tentu kita tahu bahwa produk pangan unggulan pertama di negeri ini adalah padi. Hal ini tentu saja dikarenakan padi yang pada akhirnya diubah menjadi beras merupakan kebutuhan pangan utama yang konon tak bisa tergantikan. Bahkan bagi mayoritas orang jawa kerap menyebut bahwa makan siang atau makan malam tidak dianggap makan apabila tidak menggunakan nasi. Namun selain produk beras terdapat pula tanaman berkabohidrat lain yang tentu banyak masyarakat Indonesia telah mengetahui dimana berdasarkan data dari Kementerian Pertanian tahun 2018 produk pertanian pangan ini menempati urutan kedua yakni jagung.

Sejarah jagung yang menurut para ahli berasal dari bagian selatan Meksiko di Amerika Tengah, telah dibawa oleh para penjelajah Eropa hingga ke bumi nusantara. Seiring berjalannya waktu varietas jagung mengalami perkembangan sampai pada jenisnya yang sekarang. Pada jaman dahulu jagung merupakan salah satu bahan pokok yang lebih banyak digunakan ketimbang beras oleh penduduk nusantara di era sebelum kemerdekaan di samping tanaman karbohidrat lain seperti sagu, ubi jalar,dan ketela. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat di negeri ini mulai lebih terbiasa dengan beras. Padahal dari segi gizi banyak pakar yang mengatakan bahwa jagung memiliki kandungan yang tak kalah dengan beras atau bahkan lebih baik.

Apabila dibandingkan dengan beras atau nasi, jagung memiliki kandungan protein,serat, mineral, antioksidan, dan amilosa yang lebih banyak dibandingkan dengan nasi. Selain itu kandungan amilosa pada jagung yang lebih banyak daripada nasi membuat jagung lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes . Beberapa pabrik bahkan ada yang memproduksi gula dari bahan baku jagung sebagai gula diet. Fakta bahwa banyak bahan pangan non beras yang memiliki gizi lebih baik bahkan mendorong beberapa pemerintah daerah mencanangkan gerakan diversifikasi makanan pokok seperti di Kota Depok yang membuat program One Day No Rice (ODNR) di tahun 2012 agar masyarakat tidak terlalu mengalami ketergantungan terhadap beras. Pengurangan ketergantungan ini dilakukan salah satunya sebagai upaya untuk menciptakan ketahanan pangan minimal dalam skala rumah tangga.

Gagasan ketahanan pangan telah cukup lama digaungkan. Proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, juga kerap menyampaikan kepada rakyat agar senantiasa menjaga kesediaan pangan rakyat adalah seperti yang pernah disampaikan saat peletakan batu pertama pendirian Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1952 dimana dalam kesempatan itu Bung Karno menyebut bahwa soal persediaan makanan rakyat adalah soal hidup atau mati. Hal ini sangat beralasan mengingat sejak dahulu nusantara adalah merupakan negara agraris. Potensi tanah yang subur merupakan anugerah bagi bertumbuhnya berjuta jenis tanaman pangan. Peluang tumbuhnya berjenis tanaman pangan ini juga semakin meningkatkan probabilitas terwujudnya ketahanan pangan yang paripurna melalui metode diversifikasi tanaman pangan seperti jagung, umbi-umbian, dan sagu.

Masih terkait dengan isu menciptakan ketahanan di bidang penyediaan bahan pangan, ternyata pemerintah dan beberapa tokoh nasional mulai menggaungkan lagi semangat perwujudan ketahanan pangan semenjak pandemi Covid-19 melanda banyak negara termasuk Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasif terhadap prediksi kelangkaan beras dan beberapa komoditi lain akibat pembatasan aktivitas ekspor impor.

Beberapa kalangan menilai seruan kepada masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan dirasa tepat dalam kondisi seperti ini namun tidak sedikit juga yang menyangsikan apakah himbauan tersebut akan berjalan efektif tanpa adanya tindakan nyata seperti pembuatan program atau kebijakan. Meski demikian beberapa pengamat menilai bahwa peluang masyarakat Indonesia untuk menciptakan kedaulatan pangan dengan strategi diversifikasi tanaman pangan sejatinya cukup besar.

HARI AGRARIA NASIONAL 2020, RUMAH ZAKAT AJAK KONSUMSI JAGUNG (1)
Sebagai contoh pada kasus tanaman jagung yang selama musim pandemi mengalami penurunan harga lantaran kurang terserap di pasar, maka ketersediaan produk jagung menjadi cukup besar. Ketersediaan yang melimpah ini pada akhirnya mampu diserap oleh masyarakat yang membutuhkan sebagai alternatif bahan pangan. Menariknya komoditi jagung ini pun sebenarnya juga sudah surplus sejak tahun 2018 meskipun bencana virus corona belum melanda negeri ini.

Beragam aksi mewujudkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan komoditas jagung sesungguhnya sudah cukup banyak dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh satuan polisi di Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah pada tanggal 17 September 2020 melalui kegiatan panen di kebun jagung milik Polres Barito Timur. Acara yang didatangi oleh wakil Bupati Barito Timur ini ditujukan sebagai bentuk dukungan Polri dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional.
HARI AGRARIA NASIONAL 2020, RUMAH ZAKAT AJAK KONSUMSI JAGUNG (2)
Ajak Masyarakat Situbondo untuk mengkonsumsi Jagung sebagai Pengganti beras
Masih dalam semangat yang sama yakni mendorong masyarakat menguatkan ketersediaan stok pangan rumah tangga, warga Desa Jatisari Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo Jawa Timur yang merupakan binaan lembaga filantropi Rumah Zakat juga melakukan hal yang serupa. Sebagai desa penghasil jagung berskala besar, banyak masyarakat yang tinggal di daerah ini telah menggunakan jagung sebagai bahan utama konsumsi sejak dahulu.

Meski terkadang dalam beberapa hidangan jagung masih dicampur dengan beras (nasi jagung) namun ketergantungan warga terhadap beras relatif tidak terlalu tinggi seperti di kebanyakan kota besar. Hal ini bisa dilihat pada kebiasaan warga yang masih mengonsumsi jagung untuk kebutuhan makan sehari – hari. Hal unik lainnya sebagian warga di sini juga mengelola produk jagung sebagai makanan sampingan atau kudapan seperti emping jagung, jenang jagung, dan lain sebagainya.

Gerakan perwujudan ketahanan pangan melalui diversifikasi tanaman pangan dalam hal ini jagung memang bukanlah perkara mudah. Perlu dorongan kuat tidak hanya dari pemerintah namun juga oleh semua lapisan masyarakat mulai dari perangkat hingga tokoh lokal baik berupa edukasi yang dilakukan secara simultan maupun dalam bentuk program nyata agar penggunaan jagung sebagai alternatif pangan bisa semakin membudaya di kalangan rakyat. Semoga di momen peringatan Hari Agraria yang jatuh setiap tanggal 24 September, semakin banyak anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap produk pertanian jagung sebagai bagian upaya perwujudan ketahanan pangan sekaligus menguatkan para petani di Indonesia.

 

 

 

 

 

Tulisan ini pernah diterbitkan di https://kumparan.com/rumah-zakat-surabaya/hari-agraria-nasional-2020-rumah-zakat-ajak-konsumsi-jagung-1uFpRPg3Jk3/full

RUMAH ZAKAT BELI DAN BERI SATU KWINTAL LABU KUNING UNTUK MASYARAKAT DESA KALIMARO

RUMAH ZAKAT BELI DAN BERI SATU KWINTAL LABU KUNING UNTUK MASYARAKAT DESA KALIMARO

RUMAH ZAKAT BELI DAN BERI SATU KWINTAL LABU KUNING UNTUK MASYARAKAT DESA KALIMARO

GROBOGAN. Rumah Zakat Beli Dan Beri hasil dari pertanian masyarakat berupa labu kuning seberat satu kwintal yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat di lingkungan RT 01 RW 03 Desa Berdaya Kalimaro pada Minggu, 20 September 2020.

Masa pandemi yang masih berlangsung praktis mempengaruhi harga hasil panen petani. Salah satunya petani labu kuning, Bapak Sumeri. Hasil panen labu kuning beliau melimpah, namun melimpahnya hasil panen tidak diiringi dengan permintaan pasar, dan dikhawatirkan hasil panen akan membusuk karna memang sepinya pembeli.

“Hasil panen labu saya memang banyak Mbak,  tapi sepi pembeli. Saya harus ikhtiar lebih agar labu bisa terjual sampai dengan cara menurunkan harga. Alhamdulillah Rumah Zakat mau memborong labu – labu saya, terimakasih Rumah Zakat,” tutur Sumeri (57th).

 

Agar lebih luas manfaatnya, Lilik, fasilitator Desber Kalimaro selain membagikan labu kepada masyarakat RT 01 RW 03, ia juga membagikan labu kepada empat posyandu yang terdapat di Desa Kalimaro. Nantinya, labu – labu tersebut akan dijadikan PMT untuk para balita dan lansia.

“Alhamdulillah dapat labu kuning dari Rumah Zakat, ini akan sangat bermanfaat bagi para balita dan lansia karna labu sendiri sangat baik jika dikonsumsi bagi balita dan lansia,” tutur Haryani (40th) salah satu kader Posyandu Mawar II Desa Kalimaro.

BUDIDAYA LELE PROGRAM KETAHANAN PANGAN RUMAH ZAKAT YANG TERUS BERKEMBANG

BUDIDAYA LELE PROGRAM KETAHANAN PANGAN RUMAH ZAKAT YANG TERUS BERKEMBANG

BUDIDAYA LELE PROGRAM KETAHANA PANGAN RUMAH ZAKAT TERUS BERKEMBANG

TEMANGGUNG. Bambang Wisnugroho Penyuluh Dinas Pertanian kab Temanggung mengapresiasi program budidiya lele yang di inisiasi oleh Rumah zakat di Desa Kedungkumpul, Kab. Temanggung.  Dalam penyampaiannya Bambang mengungkapkan rasa gembiranya karena masih adanya kelompok pemuda yang mau berbudidaya ikan. Menurutnya kelompok petani budidaya ikan biasanya adalah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang sudah berusia 50 tahun keatas.

Dalam kunjungannya, Bambang menyampaikan jika budidaya ikan yang di lakukan sudah cukup baik jika dilihat dari perkembangan di kolamnya dan tingkat kematian ikan yang kecil.

“Ternak lele ini tantangannya di pakan, jika dapat membuat pakan alternatif tanpa beli lebih memastikan keuntungan,” ungkap Bambang dihadapan pengelola ternak lele.

Anantiyo Widodo selaku Relawan Inspirasi Desa Kedungumpul menyatakan jika ternak lele diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan ketersediaan pangan kedepan

Budidaya lele di Dusun Kedungwiyu, Desa kedungumpul ini dikelola oleh 8 orang yang digabungkan dalam sebuah kelompok usaha oleh Rumah Zakat. Direncanakan kelompok ini akan menjadi embrio terbentuknya Taruna Tani di Desa Kedungumpul.

MONITORING BUDIDAYA BROILER BUMMas UNGGAS BERDAYA BALESARI

MONITORING BUDIDAYA BROILER BUMMas UNGGAS BERDAYA BALESARI

MONITORING BUDIDAYA BROILER BUMMas UNGGAS BERDAYA BALESARI

MALANG. Yati Indrawati, Relawan Inspirasi Desber Balesari melakukan kunjungan ke unit usaha BUMMas Unggas Berdaya Balesari, Rabu (16/9). Kegiatan kunjungan sebagai bentuk pendampingan dan monitoring kepada usaha yang dijalankan oleh Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Unggas Berdaya Balesari, yang berlokasi di Desa Berdaya Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malam.

Adapun saat monitoring ke kandang BUMMas ayam broiler berusia 27 hari dengan bobot rata-rata 1,8 kg. Berat yang ada tersebut sangat bagus dan diatas standar normal dengan usia ayam 27 hari. Untuk bobot ayam broiler yang dicari pasar sendiri yaitu berat 2 s.d 2,5 kg. Jika kurang atau lebih dari bobot tersebut terhitung afkir dan dihargai dengan harga yang lebih murah. Rencana ayam broiler BUMMas akan dipanen pada hari ke-35 sampai dengan 40.

“AlhamduliLlah dari perkembangan yang ada, ayam broiler dari BUMMas Unggas Balesari Berdaya menunjukkan hasil yang bagus, semoga saat panen nanti peternak unggas (ayam broiler) binaan Rumah Zakat mendapatkan harga yang bagus juga dan bermanfaat bagi peternak, khususnya anggota BUMMas” ungkap Yati.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya