BANK SAMPAH DESA BABAJURANG MENDAPAT PENGHARGAAN DARI BUPATI MAJALENGKA

BANK SAMPAH DESA BABAJURANG MENDAPAT PENGHARGAAN DARI BUPATI MAJALENGKA

BANK SAMPAH DESA BABAJURANG MENDAPAT PENGHARGAAN DARI BUPATI MAJALENGKA

MAJALENGKA. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Pemerintah Kab. Majalengka melalui Dinas Lingkungan Hidup Kab. Majalengka memberikan penghargaan kepada Bank Sampah MTA Desa Berdaya Babajurang. Penghargaan tersebut diberikan karena Desber Babajurang dianggap sebagai desa yang peduli pada kebersihan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan diberikan kepada Kepala Desa Babajurang, Ahmad Basari yang kemudian disampaikan kepada Apip Haerudin, Relawan Inspirasi yang memelopori berdirinya bank sampah di Desber Babajurang.

Menurut Apip Haerudin, selain untuk  menjaga kebersihan, ia berharap sampah-sampah tersebut mempunyai nilai lebih dengan menjadikannya sebagai kerajinan tangan seperti kursi dari botol plastik.

“Terima kasih Bapak Bupati Majalengka, semoga bank sampah ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk peduli kebersihan lingkungan dan mempelopori pemberdayaan masyarakat di desanya masing-masing,” ucap Apip.

BERDAYAKAN MASYARAKAT, RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN KAMBING

BERDAYAKAN MASYARAKAT, RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN KAMBING

BERDAYAKAN MASYARAKAT, RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN KAMBING

SALATIGA. Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi Desa Berdaya di Kelurahan Dukuh Kota Salatiga, menyalurkan tiga ekor kambing kepada masyarakat, Jumat, (21/2). Program pemberdayaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desa.

Dwi Pujiyanto, Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang menyalurkan bantuan tersebut mengatakan bahwa program bantuan ternak kambing ini merupakan program senyum mandiri dari Rumah Zakat. Pada tahun ini, ia fokuskan untuk membantu tiga penerima manfaat. Dari tiga penerima manfaat ini, ia berharap ke depan bisa diperluas.

“Rumah Zakat juga konsen untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan program senyum mandiri yang disusun diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan masyarakat,” kata Dwi Pujiyanto.

Trimo Wahyudi, salah satu penerima manfaat mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Zakat yang telah memperhatikan warga di kampungnya. Ia bersama dua penerima manfaat yang lain berkomitmen akan mengelola bantuan ternak kambing ini dengan sungguh-sungguh. Sehingga ke depan dapat memberikan kemanfaatan Kepada masyarakat yang lebih luas.

“Terima kasih banyak kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami. Kami sangat bersyukur atas bantuan bibit kambing ini. Di wilayah kami, Dusun Warak sangat cocok dengan ternak kambing. Udara cocok dan lahan rumput juga tersedia,” kata Trimo Wahyudi.

RUMAH ZAKAT ACTION BEKERJA SAMA DENGAN MDMC ADAKAN PELATIHAN FASILITATOR DESTANA

RUMAH ZAKAT ACTION BEKERJA SAMA DENGAN MDMC ADAKAN PELATIHAN FASILITATOR DESTANA

RUMAH ZAKAT ACTION BEKERJA SAMA DENGAN MDMC ADAKAN PELATIHAN FASILITATOR DESTANA

YOGYAKARTA. Rumah Zakat Action melaksanakan kegiatan pelatihan fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana) yang dihadiri oleh perwakilan fasilitator DESTANA dari berbagai macam daerah. Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini dimulai dari tanggal 10-16 Februari. Pada pelatihan fasilitator ini, Rumah Zakat Action  bermitra  dengan MDMC (Muhammadiyah Disater Management Center) sebagai tim ahli atau pakar dalam bidang penanggulangan bencana.

Tujuan dari pelatihan ini adalah terwujudnya masyarakat tangguh bencana yang memiliki kemampuan untuk menghadapi, menghindari dan beradaptasi terhadap risiko bencana dan segera pulih kembali apabila terjadi kembali bencana, baik melalui upaya perlindungan maupun menata ulang struktur kehidupan. Adapun fasilitator yang ikut dalam pelatihan ini adalah Relawan Inspirasi yang berasal dari berbagai Desa Berdaya Rumah Zakat yang masuk ke dalam Desa Tangguh Bencana juga.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan wawasan fasilitator tentang kesiapsiagaan bencana semakin baik, sehingga mampu melakukan penanggulangan bencana baik itu pra bencana, saat terjadinya bencana maupun pasca bencana.

BUMMas TUNAS KARYA DESBER SEMPU PANEN LELE PERDANA

BUMMas TUNAS KARYA DESBER SEMPU PANEN LELE PERDANA

BUMmas TUNAS KARYA DESBER SEMPU PANEN LELE PERDANA

BLORA. Budidaya ikan Lele yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMmas) Tunas Karya di wilayah Desa Sempu, Kec. Kunduran, Kab. Blora berhasil dipanen untuk yang pertama kalinya pada Selasa (18/02).

Pemberdayaan potensi lokal yang disupport Rumah Zakat ini setidaknya telah memberdayakan 5 penerima manfaat. Hasil yang diperoleh pada panen perdana ini satu kolam berat bersih 70 kg dari 1000 bibit ikan lele yang ditebar.

“Alhamdullilah hasil panen kali ini hasilnya cukup menggembirakan,  baru satu kolam dipanen bobot mencapai 70 Kg dan masih ada 9 kolam lagi yang belum dipanen,” kata Siti Karyani Relawan Inspirasi Desa Berdaya Sempu.

Sementara itu Sucipto, salah seorang peternak Lele yang merupakan anggota BUMmas mengungkapkan hasil panen lele kali ini lumayan banyak. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Rumah Zakat yang sudah membantu dalam memberikan modal usaha untuk pembudidayaan Ikan Lele,” katanya.

“Semoga berkah dan dapat membantu kami untuk menambah penghasilan dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” tambah bapak 3 anak tersebut.

BERDAYA MART BANTU PENUHI KEBUTUHAN SEMBAKO WARGA DESA KUBANGSARI

BERDAYA MART BANTU PENUHI KEBUTUHAN SEMBAKO WARGA DESA KUBANGSARI

BERDAYA MART BANTU PENUHI KEBUTUHAN SEMBAKO WARGA DESA KUBANGSARI

BREBES. Berdaya Mart adalah salah satu unit usaha dari BUMMAS Baraya Sejahtera. Keberadaanya semakin dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar terutama anggota simpan pinjam Baraya Sejahtera.

Dengan adanya warung berdaya ini, anggota pra koperasi bisa dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena diwarung berdaya tersedia berbagai kebutuhan rumah tangga.  Kalaupun  ada barang khusus yang tidak tersedia diwarung maka pembeli bisa titip belanja kebutuhannya tersebut.

Seperti yang dituturkan Ibu Opi bahwa keberadaan warung Berdaya Mart rintisan Rumah Zakat ini sangat membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan bahan untuk  usaha kue. “Saya sering belanja gula dan telur di warung berdaya ini, karena selain harganya  lebih murah dari warung sekitar, saya juga ingin ikut menghidupkan warung berdaya ini,” ujar Opi.

Menurut Neni, Relawan Inspirasi Rumah Zakat, pengelolaan warung dibantu oleh pengurus seperti Bu Kuswati, Bu Daswati dan Bu Suirah. Hasil dari rembugan bersama pengurus, Berdaya Mart juga berencana akan menyediakan paket kebutuhan Ramadhan untuk para anggota.

Toko yang terletak di RW 08 Desa Kubangsari, Kec. Ketanggungan, Kab.Brebes ini selain sebagai warung, Berdaya Mart juga menjadi basecamp setiap kegiatan Rumah Zakat, seperti pertemuan rutin anggota koperasi, kader posyandu dan pembinaan lainnya.

APRESIASI KEPALA DESA TEGALURUNG KAB. INDRAMAYU TERHADAP PROGRAM DESA BERDAYA

APRESIASI KEPALA DESA TEGALURUNG KAB. INDRAMAYU TERHADAP PROGRAM DESA BERDAYA

APRESIASI KEPALA DESA TEGALURUNG KAB. INDRAMAYU TERHADAP PROGRAM DESA BERDAYA

INDRAMAYU. Apresiasi dan dukungan terhadap program Desa Berdaya didapatkan oleh Relawan inspirasi Desa Berdaya Tegalurung, Lastri Mulyani dari Kepala Desa Tegalurung, Ahmad Fahmi. Apresiasi itu disampaikan di sela-sela agenda silaturahim sekaligus penyampaian laporan program pemberdayaan tahunan yang sudah dijalankan di Desa Berdaya Tegalurung.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah membantu kami dalam upaya memberdayakan masyarakat Desa Tegalurung, sekaligus mengucapkan selamat kepada Bu Lastri sebagai Relawan Inspirasi yang sudah mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pemberdayaan 2019 dari Rumah Zakat. Kami bangga atas pencapaian ini karena secara tidak langsung telah mengharumkan nama Desa Tegalurung,” tegas Ahmad Fahmi selaku Kepala Desa Tegal Urung.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Tegalurung juga sempat berdiskusi dengan Lastri terkait kolaborasi program dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Tegalurung, sehingga anggaran atau dana desa bisa sebagian dialokasikan dan dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Lastri Mulyani memulai pemberdayaan di Desber Tegalurung sejak tahun 2016. Ia yang merupakan warga pendatang di Tegalurung dengan cepat dapat beradaptasi dan berhasil memberdayakan warga di sana. Melalui pembuatan kursi ecobrick yang diinisiasi olehnya, kini warga Tegalurung mendapat penghasilan tambahan dengan hanya “mengumpulkan sampah plastik.”

“Semoga di tahun 2020 ini kolaborasi antara pemerintah Desa Tegalurung dan Rumah Zakat  dalam support Desa Bersaya bisa terwujud,” Lastri mengungkapkan harapannya.

SILATURAHIM KE RUMAH KADES BOMERTO

SILATURAHIM KE RUMAH KADES BOMERTO

SILATURAHIM KE RUMAH KADES BOMERTO

WONOSOBO. Rosid Al Usman, Fasilitator Desa Berdaya Bomerto, Wonosobo berkunjung ke rumah Kades Bomerto yaitu Lutfan Mudhofir. Kunjungan Fasilitator Rumah Zakat ini bertujuan untuk menyampaikan program Desa Berdaya Bomerto setahun kedepan. Beberapa kegiatan unggulan Desa Berdaya pun disampaikan seperti BUMMas, rumah belajar dan kebun gizi.

Terkait BUMMas yang yang fokus di bidang peternakan direspon sangat baik, karena dan ternyata Lutfan adalah sosok peternak yang sudah diakui pemerintah kabupaten. Menurut Lutfan, ialah yang membuat kandang panggung ternak domba tahun 2006 silam. Sehingga ia pun ditunjuk untuk memberikan materi tentang kandang panggung di beberapa desa di Kab. Wonosobo. Hal ini sangat memotivasi Rosid yang memang sedang fokus bergerak di bidang peternakan.

“Kalau disuruh milih domba yang bagus atau membedakan Dombos, Merino atau domba lokal saya sudah sangat hafal,” Lutfan menceritakan pengalamannya.

Beberapa program yang akan dilakukan oleh BUMMas sangat didukung dan siap bekerja sama memajukan Desa Bomerto dengan ternak ini.

POSYANDU LANSIA HUSNUL KHATIMAN AJAK SIMBAH SIAPKAN BEKAL ALAM BARZAH

POSYANDU LANSIA HUSNUL KHATIMAN AJAK SIMBAH SIAPKAN BEKAL ALAM BARZAH

POSYANDU LANSIA HUSNUL KHATIMAN AJAK SIMBAH SIAPKAN BEKAL ALAM BARZAH

YOGYAKARTA. Fasilitator Desa Berdaya Pacarejo Ratno memberikan penyuluhan tentang pentingnya para lansia menyiapkan bekal setelah kematian.

“Kita mesti yakin, mati kui udu akhir kehidupan, bar mati wonten kehidupan malih nggih meniko alam kubur utawi alam barzah, nah umur kehidupan kita di alam barzah pastine leuwih suwe seko umure kita urip neng dunio meniko, taruhlan kita neng dunio umure sampe 70-80 tahun, nah sesuk neng alam barzah lebih dari 70-80 tahun tadi karna alam barzah berakhir kalau kiamat datang. Nah selama di alam barzah kita akan bahagia atau tersiksa itu tergantung bekale kita pas urip neng dunio iki, makane mumpung saiki kita masih sehat ayo do semangat ibadah,minimal sholat ojo nganti ditinggalke nggeh?” kata Ratno.

Para lansiap un menjawab dengan kompak dan semangat, “nggeeeh!”

Sebelum mendengarkan arahan sambil menikmati wedhang teh panas dan snack makanan tradisonal gethuk dan apem, para lansia  yang berjumlah 27 orang diajak senam anti galau dengan gerak sebisanya dipandu oleh instruktur Ami dari Dusun Kenteng. Terlihat lansia riang bersemangat mengikuti gerakan-gerakan yang dicontohkan instruktur sambil menikmati iringan musik yang menghibur. Setelah melakukan senam,para lansia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa cek tensi oleh para kader lansia yaitu Ibu Tami, Surat, Endang, dan Sari. Di akhir acara para lansia diajal foto bersama dan pulang dengan membawa PMT berupa biskuit.

BUMMas PONJEN MENDAPAT MOMONGAN

BUMMas PONJEN MENDAPAT MOMONGAN

BUMMas PONJEN MENDAPAT MOMONGAN LAGI

Kamis 13 Februari 2020 tepat pukul 17.00 WIB salah satu indukan domba milik Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Ponjen Tani kembali beranak. Kali ini satu indukan beranak 2 ekor anakan, keduanya berjenis kelamin betina. Indukan yang berada di kandang domba Bapak Suyatno memang sudah bunting sejak beli.

Jika dilihat dari ciri-cirinya yang berwarna putih kecoklatan masuk kategori Dombos sedang yang hitam lebih ke domba lokal. InsyaAlloh anakan domba ini, bisa mengikuti seperti induknya yang sangat bagus, berbadan besar dan sekitar 70 persenan trah dombosnya.

Semoga dengan beranaknya indukan domba, Bapak Suyatno lebih semangat lagi mengurus domba domba milik BUMMas Ponjen Tani. Saat ini beliau memelihara 6 ekor domba, yang terdiri dari 3 ekor indukan dan 3 ekor anakan domba.

BOS EDAMAME BELAJAR PENGOLAHAN RAMI

BOS EDAMAME BELAJAR PENGOLAHAN RAMI

BOS EDAMAME BELAJAR CARA PENGOLAHAN RAMI

WONOSOBO. Usman Al Rosid, Fasilitator Desa Berdaya Bomerto kedatangan tamu seorang pengusaha muda yang dulu juga pernah menjadi binaannya di SMK N 1 Wonosobo. Namanya Dani setiawan, ia telah mencoba berbagai usaha tapi masih saja gagal. Hingga suatu hari Dani menerima saran dari Usman untuk menggeluti usaha agrobisnis yang berfokus pada tanaman Edamame. Setelah satu tahun ini perkembangannya luar biasa pesat bahkan saat ini dia sudah bisa ekspor ke Belanja dan Jepang. Hingga saat ini Dani sudah bisa memberdayakan warga di sekitarnya sampai 20-an orang.

Karena kecintaannya pada pemberdayaan Dani berencana berkolaborasi dengan pemberdayaan yang ada di Desa Berdaya Bomerto. Hal itu juga berkat proses pemberdayaan yang ada di Bomerto, sehingga menginspirasi pemuda seperti Dani.

“Saya juga pengen belajar rami ini, kalau udah bisa saya juga mau ngajarin ke ibu-ibu binaan, bang,” ujar Dani.

Alhamdulillah kegiatan yang dilakukan Rumah Zakat melalui program Tani Berdaya yang difasilitasi Relawan Inspirasi Rosid Al Usman bisa menginspirasi pemuda pemuda untuk peduli kepada masyarakat sekitar.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya