PERKENALKAN; RUMAH ZHISUKA, MAJELIS TAKLIM DENGAN KONSEP SEKOLAH IBU

PERKENALKAN; RUMAH ZHISUKA, MAJELIS TAKLIM DENGAN KONSEP SEKOLAH IBU

PERKENALKAN; RUMAH ZHISUKA, MAJELIS TAKLIM DENGAN KONSEP SEKOLAH IBU

BANDUNG. Kalau kebanyakan sekolah yang kita kenal adalah sekolah-sekolah baik formal ataupun nonformal dimana peserta didik nya adalah mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Lain halnya dengan Rumah Shizuka dari Desa Rancakasumba Kec Solokanjeruk Kab Bandung ini. Rumah Shizuka adalah sebuah sekolah khusus bagi ibu-ibu rumah tangga yang didalamnya dibuatkan dan diterapkannya sebuah kurikulum pendidikan yang khusus juga, sehingga terciptalah satu wujud sekolah yang bernama Sekolah Ibu.

Usia peserta didik di sekolah ibu ini tidak dibatasi, asalkan dia adalah berstatus sebagai ibu rumah tangga. Kenapa sasarannya ibu rumah tangga? Karena konsep atau kurikulum pembelajaran di sekolah ibu ini  adalah seputar pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan yang ibu-ibu rumah tangga perlukan.

Ibu-ibu rumah tangga harus pintar. Tidak hanya mampu memanajemen sekitar urusan rumah tangga saja. Tapi di sekolah ini ibu-ibu selain dibekali dengan ilmu keagamaannya, juga diajarkan ilmu keterampilannya, parenting atau pendidikan keluarganya, termasuk seputar kesehatan nya. Jadi ibu-ibu rumah tangga yang sekolah di Rumah Shizuka yang baru berjalan empat kali pertemuan tepat pada hari ini, Minggu 23 februari 2020, akan diasah psikomotorik, afektif, dan kognitifnya.

Mudah-mudahan kehadiran Rumah Shizuka dengan Sekolah Ibu ini bisa diterima oleh masyarakat, sehingga semua pihak sadar akan pentingnya peran seorang ibu yang harus pintar dan jadi tauladan bagi keluarga dan masyarakat nya.

Usia peserta didik di sekolah ibu ini tidak dibatasi, asalkan dia adalah berstatus sebagai ibu rumah tangga. Kenapa sasarannya ibu rumah tangga? Karena konsep atau kurikulum pembelajaran di sekolah ibu ini  adalah seputar pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan yang ibu-ibu rumah tangga perlukan.

Ibu-ibu rumah tangga harus pintar. Tidak hanya mampu memanajemen sekitar urusan rumah tangga saja. Tapi di sekolah ini ibu-ibu selain dibekali dengan ilmu keagamaannya, juga diajarkan ilmu keterampilannya, parenting atau pendidikan keluarganya, termasuk seputar kesehatan nya. Jadi ibu-ibu rumah tangga yang sekolah di Rumah Shizuka yang baru berjalan empat kali pertemuan tepat pada hari ini, Minggu 23 februari 2020, akan diasah psikomotorik, afektif, dan kognitifnya.

Mudah-mudahan kehadiran Rumah Shizuka dengan Sekolah Ibu ini bisa diterima oleh masyarakat, sehingga semua pihak sadar akan pentingnya peran seorang ibu yang harus pintar dan jadi tauladan bagi keluarga dan masyarakat nya.

SD TUMBUH DAN ECO.J SALING MENUMBUHKAN

SD TUMBUH DAN ECO.J SALING MENUMBUHKAN

SD TUMBUH DAN ECO.J SALING MENUMBUHKAN

Awal Februari lalu ECO.J menerima kunjungan 2 bus siswa SD Tumbuh yang berlokasi di Wirobrajan, Kota Jogja. Sebanyak 45 siswa dan 4 orang Bapak Ibu guru mendampingi kegiatan ini.

Mereka ingin belajar Ecoprint dengan metode pounding atau sementara orang menyebutnya dengan hammering atau hapazome.

Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00-13.00 WIB dengan menggunakan media kain rayon berukuran shawl 30 x 150 cm. Alat yang dipakai adalah palu kayu yang sangat efektif dalam menghasilkan karya Ecoprint.

ECO.J sendiri juga memproduksi sendiri palu kayu yang berbahan kayu jati. Bila kita menggunakan palu dari besi, ada resiko kerusakan serat pada kain. Namun bila kita mempergunakan palu karet, membalnya membuat daun yang tercetak tidak lah sempurna, malahan membikin bahu dan pergelangan tangan pegal. Nah, dengan palu kayu, membalnya bisa diredam, kain aman dan hasilnya efektif.

Daun yang digunakan siswa SD Tumbuh berupa bayam, kangkung, kenikir, pepaya jepang, kelor dan daun bunga telang yang dipetik dari Kebun Peradaban ECO.J

Anak-anak kreatif ini ternyata memiliki pengetahuan tentang keanekaragaman tumbuhan yang bagus. Mereka mengenali dedaunan ini dan fungsinya. Bahkan mereka familiar dengan daun telang, karena pernah mencoba membuat teh warna biru dan ungu dari bunga telang ini.

Setelah workshop sederhana ini selesai, mereka akan membuat di media kain dengan panjang 1.5 meter, untuk dipakai seragam saat kenaikan kelas nanti.

LANGKAH AWAL RUMAH ZAKAT ATASI PERMASALAHAN STUNTING DESA BERDAYA JETIS

LANGKAH AWAL RUMAH ZAKAT ATASI PERMASALAHAN STUNTING DESA BERDAYA JETIS

LANGKAH AWAL RUMAH ZAKAT ATASI PERMASALAHAN STUNTING DESA BERDAYA JETIS

MADIUN. Kegiatan pencegahan stunting berupa intervensi gizi spesifik maupun sensitif bagi sasaran rumah tangga 1.000 HPK harus dipastikan meningkatkan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan pemenuhan gizi anak dalam 1.000 HPK, meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, maupun meningkatkan kualitas pengasuhan bagi anak usia dini. Oleh karena itu, Rumah Zakat turut mengambil langkah melalui fasilitatornya dalam pencegahan maupun penanganan stunting, dimulai dari tingkat desa. Jangka pendek, langkah yang diambil diaplikasikan di desa berdaya, yakni desa yang mendapat pendampingan khusus dari fasilitator Rumah Zakat dalam beberapa aspek bidang, salah satunya bidang kesehatan.

Eka Restia yang merupakan fasilitator Rumah Zakat di Desa Jetis, Kec Dagangan, Kab Madiun memulai langkah awal mengatasi permasalahan stunting di Desa Jetis, Kec Dagangan, Kab Madiun. Dari data yang diambil berdasar hasil timbang Agustus 2019 melalui data UPT Puskesmas Jetis, jumlah balita stunting di Desa Jetis ada 28, dari 167 balita atau jika diprosentasekan mencapai 16,8 persen. Dimulai dari pendataan, fasilitator Rumah Zakat akan memperoleh data status gizi anak, umur dan status tikar serta capaian indikator layanan tenaga kesehatan dan pemerintah desa setempat.

“Kita sudah lakukan pendataan di dua posyandu desa. Tinggal satu lagi yang akan dilaksanakan hari Rabu pekan ketiga. Setelahnya kita akan bikinkan record card bagi balita stunting. Setiap kali posyandu, record card tersebut harus dibawa untuk memudahkan kita lakukan pemantauan bulanannya. Jadi semacam rekam medis balita stunting”, papar Eka.

Diakhir pendataan, Eka Restia juga membagikan kornet kepada salah satu balita yang terindikasi stunting berdasar hasil timbang Agustus 2019, yakni Varid Fajar Ramadhani. “Terimakasih mbak, Varid memang susah sekali makannya. Saya juga sudah diberi tahu sama puskesmas kalau pertumbuhan varid terlambat”, pasrah Ibu Varid. “Pendataan ini merupakan langkah awal, balita-balita stunting disini terus akan Rumah Zakat melalui Cita Sehat Foundation pantau perkembangannya melalui record card. Dan dilakukan tindakan-tindakan preventif maupun kuratif sesuai rencana saya, tim KPM Desa serta Bidan dan Tim Gizi UPT Puskesmas Jetis,” Eka Restia menjelaskan.

LEPASKAN MASYARAKAT DARI RENTENIR, RUMAH ZAKAT INISIASI PRA KOPERASI UNTUK PELAKU USAHA KECIL

LEPASKAN MASYARAKAT DARI RENTENIR, RUMAH ZAKAT INISIASI PRA KOPERASI UNTUK PELAKU USAHA KECIL

LEPASKAN MASYARAKAT DARI RENTENIR, RUMAH ZAKAT INISIASI PRA KOPERASI UNTUK PELAKU USAHA KECIL

TEGAL. Sebagai upaya melepaskan masyarakat Desa Berdaya Banjaranyar dari ketergantungan pada  rentenir, Rumah Zakat melalui program ekonominya menginisiasi hadirnya program Pra Koperasi “Masyarakat Ekonomi Mandiri” untuk Pelaku Usaha Kecil di Desa ini.

Awalnya, Pra Koperasi ini fokus pada pemberian pinjaman untuk petani di desa ini. Namun, melihat semakin banyaknya masyarakat terutama pelaku ekonomi kecil yang sangat ketergantungan pada Bank “Uthuk” atau rentenir membuat Miska selaku fasilitator Desa Berdaya Banjaranyar berpikir untuk memperluas target keanggotaan ke pelaku ekonomi kecil di Banjaranyar ini.

Perlahan, anggota pra koperasi ini kian bertambah. Hal tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan pra koperasi ini makin terasa manfaatnya. Seperti yang dirasakan oleh Alfiah (45), anggota baru yang pada pertemuan bulan ini mendapatkan pinjaman modal untuk usaha nya yaitu aneka kue basah dan kering. Janda dua anak ini merasa senang mendapat pinjaman terlebih pinjaman yang ia dapatkan tidak ada bunga satu rupiah pun.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat. Karena program ini sangat membantu usaha saya yang minim modal. Apalagi dengan tidak diterapkannya bunga pinjaman, membuat lebih berani mendapatkan pinjaman ini,” ujar Alfiah penuh syukur pasca menerima pinjaman pada Minggu (09/02).

RUMAH ZAKAT ACTION MENGIKUTI RANGKAIAN RAKORNAS BNPB TAHUN 2002

RUMAH ZAKAT ACTION MENGIKUTI RANGKAIAN RAKORNAS BNPB TAHUN 2002

RUMAH ZAKAT ACTION MENGIKUTI RAKOR BNPB TAHUN 2020

JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional yang bertempat di kawasan Indonesia Disaster Relief Training Ground (INA – DRTG) Sentul, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se- Indonesia, perwakilan pemerintahan daerah, praktisi kebencanaan, akademisi, media, private sector dan relawan. Kegiatan ini dibagi ke dalam enam panel, yaitu :

  1. Manajemen Kebencanaan
  2. Ancaman Geologi & Vulkanologi
  3. Hidrometeorologi ( kekeringan, Karhutla, dan perubahan iklim, Ancaman
  4. Hidrometeorologi ( Banjir, banjir bandang, tanah longsor, puting beliung, dan abrasi )
  5. Ancaman akibat limbah & kegagalan teknologi
  6. sosialisasi katana & edukasi kebencanaan serta pembekalan juru.

Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk membentuk kesatuan dalam hal penanggulangan bencana yang merata di setiap bagian secara nasional. Rumah Zakat Action turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, karena merupakan bagian dari pentahelix penanggulangan bencana baik skala lokal, nasional maupun global. Semoga dengan arahan yang dikomandoi oleh BNPB dapat terlaksana dengan baik mulai dari meningkatkan kesadaran diri pribadi, keluarga, dan masyarakat umum dalam pencegahan, respon dan tahap recovery, sehingga terwujudlah masyarakat tangguh bencana.

LINTASARTA SALURKAN BANTUAN MODAL USAHA UNTUK PM BUMMAS TOPEJAWA BERDAYA

LINTASARTA SALURKAN BANTUAN MODAL USAHA UNTUK PM BUMMAS TOPEJAWA BERDAYA

LINTASARTA SALURKAN MODAL USAHA UNTUK PM BUMMAS TOPEJAWA BERDAYA

Relawan inspirasi menyalurkan bantuan pra koperasi kepada tiga orang penerima manfaat berupa modal usaha sebesar Rp4.500.000 di Desa Berdaya Topejawa, Takalar, Sulawesi Selatan.  Masing-masing diberikan kepada Calla Dg Ngasi yang mempunyai usaha rengginang, kepada Dg Jintu untyk usaha rotinya dan Nurhayati Yunus Dg yang mempunyai usaha bakso ikan.

“Alhamdulillah, pemberian modal ini sangat membantu usaha saya. Terimakasih banyak ya, Lintasarta melalui Rumah Zakat, semoga usaha saya semakin berkembang.” Selama ini Nurhayati merintis usahanya dengan menjual bakso dan nugget dengan alat yang masih sederhana, sehingga membutuhkan bantuan modal untuk membeli alat dan kemasan yang lebih memadai.

Menurut Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Usman Dsau, ada 35 orang Penerima Manfaat akan menerima bantuan modal dan sarana pra sarana dari Rumah Zakat yang bekerja sama dengan Lintas Arta. Ia juga akan terus memberikan pendampingan, pelatihan usaha serta pelatihan management keuangan kepada para Penerima Manfaat hingga mereka berdaya.

BANTU ANAK KORBAN BANJIR DI DESA BERDAYA, RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN ALAT TULIS

BANTU ANAK KORBAN BANJIR DI DESA BERDAYA, RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN ALAT TULIS

BANTU ANAK KORBAN BANJIR DI DESA BERDAYA, RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN ALAT TULIS

GROBOGAN. Rumah Zakat salurkan bantuan alat tulis untuk anak korban banjir yang berada di lima Desa di tiga Kecamatan di Kabupaten Grobogan. Lima desa tersebut adalah Desa Ringinharjo, Genggang tani, yang berada di Kecamatan Gubug, serta Desa Jumo, Wates, dan Kalimaro yang berada di Kecamatan Kedungjati.

Paket bantuan yang diberikan meliputi buku tulis, dan satu set alat tulis yang mulai didistribusikan mulai tanggal 22 januari 2020 ini mendapat sambutan yang cukup antusias oleh anak anak korban banjir Grobogan.

 

Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Grobogan terjadi pada 8 januari lalu, merupakan banjir terbesar sepanjang sejarah. Besarnya air yang disebabkan oleh bedahnya tiga titik tanggul sungai tuntang menjadikan luasnya daerah terkena banjir. Edukasi dan persiapan masing – masing desa yang kurang dalam penanggulangan bencana menyebabkan banyak harta benda tidak bisa diselamatkan saat air banjir datang, Termasuk buku buku pelajaran anak anak.

“Buku buku milikku terendam semua mba, tidak ada yang bisa diselamatkan” kata agil (11th) salah satu anak korban banjir.

Asmui salah seorang orangtua yang anaknya mendapatkan bantuan alat tulis ini merasa sangat bahagia “alhamdulillah, terimakasih Rumah Zakat yang sudah peduli kepada kami, saya belum bisa membelikan agil alat tulis karna fokus kami adalah perbaikan rumah yang sempat terendam”.

Di tempat lain, melalui fasilitator desa berdaya Genggangtani, Bapak Agus Qorib juga mendistribusikan bantuan alat tulis serupa kebeberapa anak binaan rumah baca yang diinisiasi oleh Rumah Zakat di desa tersebut.

Antusiasme anak-anak sangat tinggi karna Genggang merupakan salah satu desa terdampak terparah. Sehingga banyak anak – anak yang kehilangan alat tulis karna banjir tersebut.

GANDENG RUMAH ZAKAT, KEC. UNTER IWES LAUNCHING 6 DESA BERDAYA

GANDENG RUMAH ZAKAT, KEC. UNTER IWES LAUNCHING 6 DESA BERDAYA

GANDENG RUMAH ZAKAT, KEC. UNTER IWES LAUNCHING 6 DESA BERDAYA

SUMBAWA. Membangun masyarakat desa tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, civil society, pers, kampus dan private sector. Rumah Zakat yang bergerak dibidang  civil society berkomitmen untuk membangun Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.

Untuk itu Rumah Zakat dan Kec Unter Iwes, Kab. Sumbawa bekerja sama dalam acara launching Program Desa Berdaya. Ada 6 desa yang akan menjadi titik pemberdayaan di Unter Iwes. Program yang akan digulirkan yaitu program ekonomi dan lingkungan.

“Rumah Zakat ini sangat unggul dalam hal pendampingan terhadap penerima manfaat, sampai mereka berdaya dan  mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” ujar Epi Supiati, Camat Umter Iwes.

Launching ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-61 Kab. Sumbawa sehingga momentum ini sangat cocok untuk membangkitkan perekonomian masyarakat desa dengan program-program yang dikolaborasikan dengan Rumah Zakat. Dengan target zero waste dan industrialisasi produk ekonomi, tentu program ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

KOLABORASI RUMAH ZAKAT DENGAN PERANGKAT DESA DAN TIM PENDAMPING INOVASI DESA (PID) KECAMATAN WONOMERTO

KOLABORASI RUMAH ZAKAT DENGAN PERANGKAT DESA DAN TIM PID KEC. WONOMERTO

PROBOLINGGO. Berlokasi di Perpustakaan Desa Berdaya Sepuhgembol telah dilaksanakan pertemuan antara PemDes, PID, Rumah Zakat dan KopWan Gembol Lestari pada awal Januari ini.

Diawali pembukaan dan pemaparan program Rumah Zakat di Desa Berdaya Sepuhgembol kepada Bapak M. Yunus selaku PJ. Kepala Desa Sepuhgembol yang aktif per januari 2020 serta PID Kecamatan Wonomerto Ibu Siti Aisyah dan Bpk Ahmad. Pada kesempatan ini juga ditampilkan produk produk dari Kopwan binaan Rumah Zakat yaitu kerajinan, produksi olahan serta konveksi.

Apresiasi diberikan oleh Pemdes dan Team PID atas kerja sama Rumah Zakat selama 4 tahun ini. Di tahun 2020 dengan kepemimpinan Bapak M. Yunus selaku PJ akan membantu dalam Legalitas Lembaga serta support anggaran desa untuk pemberdayaan. “Tahun anggaran 2021 kita akan alokasikan dana untuk pembangunan gedung perpusdes serta program program pemberdayaan lainnya,” ujar Bapak Yunus.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Fuad Saifulloh sebagai Relawan Inspirasi, donatur dan segenap tim Rumah Zakat atas kerja samanya dalam pembangunan Desa Sepuhgembol.

SISWA SMK NURUL SHOLAH TERLIBAT DALAM PEMBUATAN MEDIA JAMUR TIRAM DI DESA BERDAYA SUKOWIRYO

SISWA SMK NURUL SHOLAH TERLIBAT DALAM PEMBUATAN MEDIA JAMUR TIRAM DI DESA BERDAYA SUKOWIRYO

SISWA SMK NURUL SHOLAH DILIBATKAN DALAM PEMBUATAN MEDIA JAMUR TIRAM DI DESA BERDAYA SUKOWIRYO

JEMBER. Relawan Inspirasi Desa Berdaya Sukowiryo, Kec Jebluk, Kab. Jember, Rahmat Hidayat melibatkan siswa SMK jurusan Pengolahan Hasil Pertanian Yayasan Nurus Sholah dalam proses pengolahan jamur tiram yaitu berupa pembuatan media jamur (beglog) dari hasil pengkomposan 15 hari lalu.

Tahap ini adalah tahap membuat media tumbuhnya jamur dengan memasukkan hasil pengkomposan serbuk ke dalam kantong plastik ukuran 38.

“Saya memang sengaja melibatkan siswa SMK ini,  agar mereka memahami bagaimana cara budidaya jamur tiram, yang semoga dapat memotivasi jiwa entrepreneur mereka,” ujar Rahmat Hidayat.

Pada tahap ini Rahmat Hidayat beserta 2 petani jamur tiram berharap bisa membuat 2000 media (beglog) dengan target hasil panen permedia nya adalah 0,7 kg. Untuk menghasilkan produksi maksimal 0,7 kg per media dibutuhkan proses dan prosedur pembuatan media yg tepat dan baik.

Rahmat Hidayat memang mempunyai rencana untuk menjadikan Desber Sukowiryo sebagai sentra budidaya jamur tiram dan desa wisata jamur. Selain kebutuhan jamur tiram yang terus meningkat, jamur tiram juga memiliki potensi untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar Sukowiryo.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya