RUMAH ZAKAT KEMBALI MEMBUKA RUMAH BELAJAR DI DESA PAMOYANAN DENGAN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

RUMAH ZAKAT KEMBALI MEMBUKA RUMAH BELAJAR DI DESA PAMOYANAN DENGAN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

RUMAH ZAKAT KEMBALI MEMBUKA RUMAH BELAJAR DI DESA PAMOYANAN DENGAN MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN

BANDUNG. Selama Pandemi Covid-19 Rumah Belajar Perpustakaan Sampah, Desber Pamoyanan, Bogor  hanya melayani bimbingan belajar secara online, kali ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan kembali buka meskipun peserta masih terbatas.

Salah satu program pendidikan yang ada di Desa Berdaya Pamoyanan adalah Rumah Belajar, disana ada bimbingan Matematika dan Bahasa Inggris yang disediakan oleh Rumah Zakat dengan guru-guru yang profesional berpengalaman mengajar di lembaga-lembaga bimbel Kota Bogor.

“Saya ingin sambil mengajar Matematika juga sambil menanamkam nilai-nilai agama kepada siswa karena banyak siswa – siswi yang pinter tetapi akhlaknya kurang baik, seperti ini kita tidak mau tetapi kita menginginkan anak berprestasi akademik dan berakhlakul karimah, saya mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa/siswi dengan pendekatan personal, sehingga bisa menyesuaikan dengan berbagai macam karakter siwa” ujar Sarah salah satu guru bimbel di Rumah Belajar Desa Berdaya Pamoyanan, Jum’at (21/08).

Rumah Belajar hadir dengan tujuan ingin meningkatkan prestasi siswa/siswi khususnya di Desa Berdaya Pamoyanan, karena Bahasa Inggris dan Matematika adalah mata pelajaran yang kurang diminati oleh rata-rata siswa/siswi di Pamoyanan sehingga membutuhkan cara kreatif agar peserta bimbel menyenangi kedua mata pelajaran tersebut. Disinilah pentingnya kehadiran guru-guru yang kreatif dan menyenangkan.

“Kita senang belajar disini karena cara mengajarnya menarik dan mudah dimengerti” kata Natasya salah satu peserta bimbel Matematika dan Bahasa Inggris.

Bimbingan belajar ini dilaksanakan di TBM Perpustakaan Sampah Pamoyanan dengan 3 Orang Guru Matematika dan 1 Orang Guru bahasa Inggris dengan peserta kurang leih 47 orang anak SD dan SMP yang berdomisili di Desa Berdaya Pamoyanan. Dengan adanya Bimbel ini orang tua pun sangat senang karena ada kegiatan yang positif disaat mereka libur akhir pekan yang biasanya dipakai untuk bermain dengan teman-temannya.

“Alhamdulillah bersyukur karena pada hari libur anak-anak ada kegiatan positif, kalau hari libur biasanya full maen dengan temannya atau mereka bermain games di HP dan sulit untuk melepaskannya karena suka marah-marah, jadi kita kadang suka kwatir kalau anak main hp seharian, kalau ada bimbel begini kan anak-anak jadi ikut bimbel” Kata Aris salah satu orang tua siswa yang sering mengantar anaknya dan terus mendorong agar anaknya semangat untuk belajar.

KOPERASI RUMAH SEJAHTERA TERUS BERKEMBANG DENGAN UNIT USAHA BARU

KOPERASI RUMAH SEJAHTERA TERUS BERKEMBANG DENGAN UNIT USAHA BARU

KOPERASI RUMAH SEJAHTERA TERUS BERKEMBANG DENGAN UNIT USAHA BARU

PASAMAN. Unit usaha Berdaya Fashion milik koperasi Rumah sejahtera, BUMMas binaan Rumah Zakat dari Desa Berdaya Ganggo Hilia, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sudah mulai berkembang meski baru dibentuk sebulan yang lalu. Tercatat selama sebulan omsetnya mencapai Rp25.735.000.

“BUMMas Koperasi Rumah Sejahtera sendiri sudah memiliki 3 unit usaha yaitu Berdaya Fashion, Berdaya Mart dan Unit Usaha Simpan Pinjam. Diharapkan keberadaan BUMMas ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di DesberGanggo Hilia,” ucap Nanda Niki Lestari, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Ganggo Hilia.

Nanda Niki beserta seluruh pengurus BUMMas tengah merencanakan unit usaha baru yang kiranya juga bisa tumbuh, seperti pengolahan padi menjadi beras, karena Ganggo Hilia memiliki lahan pertanian yang cukup menjanjikan dan semua anggota Koperasi Rumah Sejahtera memiliki lahan pertanian sawah yang bisa dikembangkan.

“Kita merencakan nanti di koperasi bisa menampung hasil panen masyarakat sehingga bisa menjadi produk unggulan dari Ganggo Hilia sehingga bisa mencegah keberadaan tengkulak yang selalu memainkan harga jual hasil tani masyarakat. Semoga harapan itu segera terwujud,” lanjut Nanda Niki.

RUMAH ZAKAT MEMBAGIKAN VOUCHER INTERNET GRATIS UNTUK 80 SISWA DI DESA

RUMAH ZAKAT MEMBAGIKAN VOUCHER INTERNET GRATIS UNTUK 80 SISWA DI DESA

RUMAH ZAKAT MEMBAGIKAN VOUCHER INTERNET GRATIS UNTUK 80 SISWA DI DESA

BANDUNG. Masa pandemi covid-19 sudah memasuki bulan ke 6 terhitung sejak Maret lalu kasus pertama di Indonesia diumumkan. Sejak saat itu tempat umum yang berpotensi menimbulkan keramaian terpaksa ditutup, termasuk sekolah. Sejak saat itu, proses belajar siswa menjadi beralih ke system daring (dalam jaringan) atau yang sering diistilahkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan baik dari sisi siswa itu sendiri, orangtua, dan dari sisi fasilitas belajar siswa selama di rumah.

Dari sisi siswa, tidak semua siswa bisa belajar mandiri, khususnya siswa sekolah dasar. Mereka tetap harus mendapatkan bimbingan selama proses belajar. Berbeda dengan siswa sekolah menengah maupun mahasiswa yang notabene sudah bisa belajar secara mandiri. Hal ini tentunya akan menjadi masalah jika selama di rumah orangtua tidak ikut mendampingi.

Kemudian dari sisi orangtua, banyak orangtua yang mengaku tidak paham dengan materi pelajaran anak-anaknya saat ini. Mungkin karena berbeda zamannya sehingga apa yang dipelajarinya dulu berbeda dengan apa yang dipelajari anaknya kini. Selain itu, untuk orangtua yang bekerja hal ini juga menjadi beban tambahan, disamping mengerjakan tugas pekerjaannya di rumah, orangtua juga harus membantu anaknya belajar, tak jarang hal ini membuat orangtua stress juga.

Selanjutnya dari sisi fasilitas belajar siswa, banyak siswa khususnya siswa dari kalangan menengah ke bawah yang tidak memiliki gadget, hp, laptop atau sejenisnya. Pembelajaran daring ini otomatis mengharuskan mereka memiliki fasilitas tersebut jika ingin belajar. Siswa yang tidak memiliki ini, maka otomatis akan ketinggalan informasi dan tidak bisa mengikuti pembelajaran. Selain mengharuskan siswa memiliki gadget, maka gadget tersebut harus dilengkapi juga dengan kuota internetnya dong ya. Karena percuma meskipun siswa mempunyai gadget tapi tidak ada kuota internetnya ya tetap saja hal ini tidak akan berfungsi untuk membantu mereka belajar daring. Pembelajaran yang menggunakan berbagai aplikasi seperti zoom, google classroom, what’s app, dll ini sangat menguras kantong para orangtua. Banyak orangtua mengaku biaya untuk membeli kuota internet sungguh sangat membebani mereka di tengah kondisi ekonomi yang semakin hari dirasa semakin sulit. Masalah lainnya adalah, banyak daerah atau titik yang belum terjangkau jaringan internet. Di beberapa daerah diberitakan, demi mengikuti pembelajaran daring siswa sampai harus naik gunung untuk mendapatkan sinyal internet. Berita lain juga menyebutkan ada seorang bapak yang sampai mencuri hp tetangganya untuk bisa memfasilitasi anaknya belajar daring. Sungguh sangat memprihatinkan.

Melihat permasalahan ini, Agustus ini Rumah Zakat berinisiatif untuk membantu meringankan beban pembelian kuota internet dengan membagikan 80 voucher internet untuk siswa di desa yang melaksanakan PJJ.

Kenapa di desa? Karena masyarakat miskin di desa persentasenya lebih banyak daripada di kota. Seperti yang dilansir di databoks.katadata.co.id Angka kemiskinan penduduk perdesaan jauh lebih besar dibandingkan dengan perkotaan. Data menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin desa pada Maret 2017 masih mencapai 13,93 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding dengan persentase penduduk miskin perkotaan yang hanya 7,72 persen. Persentase penduduk desa juga di atas angka penduduk miskin nasional yang berada di level 10,64 persen pada Maret 2017.

Rumah Zakat yang saat ini membina lebih dari 1000 desa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, saat ini sudah mulai membagikan voucher internet di 8 desa dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 80 siswa yang terdiri dari siswa sekolah dasar hingga menengah. Desa-desa tersebut yakni Desa Pamoyanan Bogor Jawa Barat, Desa Ragatunjung Brebes Jawa Tengah, Desa Warnasari Sukabumi Jawa Barat, Desa Sirnagalih Garut Jawa Barat, Desa Karanglewas Banyumas Jawa Tengah, Desa Ciherang Ciamis Jawa Barat, Desa Tuntungpait Purworejo Jawa Tengah, dan Desa Gilingan Surakarta Jawa Tengah.

“Alhamdulillah ada kabar gembira dari Rumah Zakat, padahal kemarin itu kuota internet saya sudah menipis banget dan belum tau bisa belinya kapan, padahal sangat penting untuk anak-anak belajar” kata Irma salah satu orang tua yang mendapatkan kuota internet gratis dari Rumah Zakat di desa Pamoyanan.

Terimakasih Rumah Zakat atas bantuan kuota untuk PJJ, semoga Rumah Zakat tambah sukses, ujar Hanif salah satu siswa di desa Gilingan.

“Saya sering terkendala saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, seringkali saya terhenti saat pertemuan secara virtual karena kuota internet habis, mau minta ke orang tua lagi gak enak karena baru minta harus minta lagi, belum lagi kondisi orang tua yang tidak pasti punya uang untuk beli kuota”, Ungkap Afu.  Afu merupakan salah satu siswi SMK swasta di Desa Karanglewas yang ada di Kecamatan Jatilawang, ayahnya seorang buruh tani sementara ibunya mengurus rumah tangga.  Selama PJJ beliau kesulitan dalam belajar secara daring karena kuota pulsa yang dimiliki sangat terbatas.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak banyak, namun setidaknya bisa membantu meringankan beban mereka di masa ini. Terus berusaha berbagi kebahagiaan dan menebar kebaikan sekecil apapun menjadi hal yang Rumah Zakat terus lakukan.

BIMBINGAN LES KOMPUTER DI DESA BERDAYA SUKA MAJU KEMBALI DILANJUTKAN SETELAH BEBERAPA BULAN TERHENTI KARENA COVID-19

BIMBINGAN LES KOMPUTER DI DESA BERDAYA SUKA MAJU KEMBALI DILANJUTKAN SETELAH BEBERAPA BULAN TERHENTI KARENA COVID-19

BIMBINGAN LES KOMPUTER DI DESA BERDAYA SUKA MAJU KEMBALI DILANJUTKAN SETELAH BEBERAPA BULAN TERHENTI KARENA COVID-19

BATU BARA. LKP Juara yang merupakan salah satu bentuk inisiasi program Rumah Pengembangan Potensi Masyarakat di Desa Berdaya Suka Maju kembali melaksanakan program les bimbingan komputer. Kegiatan ini sudah dimulai pada awal Agustus kemarin dan terus berjalan sampai sekarang. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari senin sore.

Untuk pelaksanaannya, kegiatan di LKP Juara dibatasi dengan menggunakan sistem protokol kesehatan. Salah satunya adalah membatasi kegiatan dengan memberikan jadwal bergilir kepada setiap anak, mulai dari Hari Senin, Selasa, Rabu, dan Sabtu. Setiap anak dibagi menjadi tim yang terdiri dari dua orang. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pengumpulan anak yang berlebihan ketika belajar komputer.

Seperti kali ini merupakan giliran Ayu dan Aulia yang merupakaan binaan di Rumah P2M yang sangat aktif mengikuti pelatihan komputer ini. Kali ini mereka belajar bagaimana cara memformat paragraf yang mereka ketik sendiri di aplikasi Microsoft Word dengan terlebih dahulu mereka harus melihat video pembelajaran yang telah dibuat oleh Fauzi selaku Fasilitatro Rumah Zakat di Desa Berdaya Suka Maju melalui akun youtube nya yaitu Abi Fa Yu Ra. Setelah mereka melihat penjelasan dari video tersebut mereka diwajibkan untuk mengaplikasikan seluruh tontonan tadi kepada praktek langsung yang dipandu oleh bang. Fauzi.

Dari 15 anak yang mengikuti kegiatan ini alhamdulillah seluruhnya sudah mulai lancar menggunakan Ms. Word, meski sebenarnya sempat tertahan dan diliburkan sementara dimasa pandemik COVID 19 lalu.

“Kita mencoba meminimalisir dari kegiatan kita, meski fasilitas belum memadai tapi paling tidak kita bisa mencari ide untuk membuatnya dengan fasilitas yang ada dan dibuat menjadi memungkinkan,” tutur Fauzi

Dan tak hanya itu di LKP Juara pun anak anak terkadang memanfaatkan fasilitasinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka yang mana sampai saat ini anak-anak di Kabupaten Batu Bara masih dalam tahap pembelajaran daring atau belajar dirumah. Seluruh fasilitas mulai pengadaan wifi gratis, sampai print digratiskan. Tujuannya untuk  membantu memfasilitasi anak-anak dalam belajar daringnya.

BADAN USAHA MILIK MASYARAKAT (BUMMas) JETIS BERDAYA MENCOBA PROSPEKTUS PASAR DAGING

BADAN USAHA MILIK MASYARAKAT (BUMMas) JETIS BERDAYA MENCOBA PROSPEKTUS PASAR DAGING

BADAN USAHA MILIK MASYARAKAT (BUMMAS) JETIS BERDAYA MENCOBA PROSPEKTUS PASAR DAGING

MADIUN. Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jetis Berdaya yang merupakan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Rumah Zakat di Desa Jetis, Kec Dagangan, Kab Madiun kali ini mencoba peluang pasar daging. Pengelola BUMMas berpikir untuk mencari prospektus usaha apa saja yang bisa dijajaki di masa pandemi ini.

Awalnya BUMMas fokus pada unit kandang di program breeding dan fatening, serta unit pakan di produksi silase dan konsentrat. Namun melihat harga pasar yang tidak stabil, membuat pengelola BUMMas mendorong unit usaha baru yang dirintis Juli lalu, yaitu Unit Olahan Hasil Ternak.

 

Unit Olahan Hasil Ternak BUMMas yang sudah ada dua produk, yakni Aqiqah Siap Saji dan Pupuk Organik Kohe, kini mulai menjual daging potong. “BUMMas mencoba memberanikan diri menjual daging. Selain itu juga tulang, kepala kaki, dan jeroan semua dijual”, ungkap Eka Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

 

Eka menjelaskan pembukaan usaha baru ini dalam Unit Olahan Hasil Ternak BUMMas dilatarbelakangi adanya peluang pasar untuk cashflow BUMMas bisa terus berputar sambil menunggu harga pasar domba stabil. “Ada permintaan dari penjual tengkleng awalnya. Kita diskusikan dengan pengelola BUMMas, berani gak kita jual daging dan lain-lain itu. Dan pengelola BUMMas sepakat. Terus diitung itung, harganya juga masuk”, jelas Eka

 

Rencananya, rintisan usaha ini akan menargetkan UMKM yang bergerak di bidang kuliner seperti sate gule tengkleng, dll. Saat ditanya kendala pemberdayaan di masyarakat desa berdaya, Eka mengatakan semua mengalir saja. “Ya, kita mengalir saja. Yang penting solidkan tim. Jadi mau jatuh seperti apapun, tim kuat. Apalagi pasar sedang tidak stabil sekarang ini,” pungkasnya.

BERBAGAI PERLOMBAAN DIGELAR DI DESA BERDAYA DALAM RANGKA MEMERIAHKAN HUT RI KE-75

BERBAGAI PERLOMBAAN DIGELAR DI DESA BERDAYA DALAM RANGKA MEMERIAHKAN HUT RI KE-75

DALAM RANGKA HUT RI KE-75 BERBAGAI PERLOMBAAN DIGELAR DI DESA BERDAYA RUMAH ZAKAT

BANDUNG. Setiap tanggal 17 masyarakat Indonesia selalu menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Selain upacara hal lain yang selalu jadi agenda rutin adalah digelarnya perlombaan-perlombaan untuk menyemarakan HUT RI ini. Mulai dari kalangan para pejabat hingga kalangan rakyat biasa pun ikut memperingati hari jadinya bangsa kita ini. Baik di kota maupun di desa, dari Sabang sampai Merauke hal yang samapun dilakukan.

Rumah Zakat melalui program Desa Berdaya telah membina lebih dari 1000 desa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Desa Berdaya Binaan Rumah Zakat inipun tidak mau ketinggalan ikut memeriahkan acara HUT RI ini. Berbagai acara digelar dengan konsep dan kekhasan wilayahnya masing-masing.

Seperti halnya yang dilakukan di Desa Bringin Kec. Srumbung Kab. Magelang Jawa Tengah. Desa ini melalui Fasilitatornya yakni Martini mengadakan kegiatan Sepeda Gembira. Kegiatan bersepeda dengan berkeliling desa ini diikuti oleh 40 anak-anak Desa Bringin. Selain itu ada berbagai doorprize yang ikut dibagikan. Hal ini membuat anak-anak menjadi lebih bersemangat.

Kegiatan lain digelar di Desa Bojong Kec. Cikembar Kab. Sukabumi Jawa Barat. Di desa ini digelar berbagai macam kegiatan dan perlombaan. Deretan acara disusun demi memeriahkan acara ini.

Diantaranya Upacara Bendera, berbagai perlombaan, Bakar Ikan dan Makan Sore, hingga acara puncak yakni Nobar & Pembagian Hadiah. Perlombaan pun dimulai dari Balap Karung, Balap Kelereng, Makan Kerupuk, Lari Balok Kayu, Lari Bakiak, Pukul Air, lomba Mancing Mania, dan Lomba Tangkap Ikan. Lebih dari 50 anak Rumah Quran di desa mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan lainnya digelar di Desa Suka Maju Kec. Tanjung Tiram Kab. Batu Bara Sumatera Utara. Berbagai lomba edukatif diadakan mulai pada tanggal 16 sampai 17 Agustus. Lomba yang dipertandingkan adalah lomba true or false yang diikuti oleh beberapa anak anak RBJ (Rumah Belajar Juara) dan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan ) Juara. Pertandingan ini menguji anak anak dengan berbagai pertanyaan umum dan mata pelajaran yang biasa mereka temui di sekolah mereka dengan hanya menjawab benar atau salah. Mereka akan mengacungkan simbol centang (v) untuk jawaban yang benar dan simbol kali (x) untuk jawaban yang salah. Di akhir pertandingan ini yang hanya mendapatkan 1 pemenang saja yaitu anak yang bernama Vina.

“Kami senang dengan adanya lomba-lomba seperti ini, soalnya kami sudah mulai rindu dengan sekolah kami, yang teringat kami biasanya ada pawai, lomba di sekolah, tapi sekarang tak bisa semuanya sunyi dikarenakan corona” Kata Nabila salah satu anak pas ditanya perasaannya mengikuti lomba ini.

Desa berikutnya adalah Desa Sukamanah Kec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya Jawa Barat. Di desa ini sebelum melaksanakan kegiatan perlombaan dimulai dengan mengadakan upacara bendera yang digelar dengan hidmat. Kemudian dilanjut perlombaan mulai dari lomba makan kerupuk, tarik tambang, jalan di bambu, panjant pinang, balap karung dan perlombaan lainnya. Hal ini dilakukan sebagai edukasi juga pada anak bahawa perjuangan adalah hal terpenting untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan begitu pula para penjuang pahlawan terdahulu dalam meraih kemerdekaan, mereka berjuang demi kemerdekaan ini.

Selanjutnya Desa Warnasari Kec. Pangalengan Kab. Bandung Jawa Barat. Berbagai perlombaan hiburan diselenggarakan di desa ini. Kegiatan diikuti oleh anak-anak serta orangtua binaan Rumah Zakat. Mulai dari lomba balap karung, balap kelereng, lomba memindahkan karet gelang, memasukan paku dalam botol, lomba balon dan banyak lomba lainnya. Walau dengan kondisi saat ini yang mengharuskan menerapkan protokol kesehatan, tapi tidak menyurutkan semangat dan antusias anak-anak untuk mengikuti lomba agustusan tahun ini.

Selain desa-desa yang disebutkan tadi, banyak juga desa berdaya lainnya yang menggelar perlombaan ini, tentunya dengan memperhatikan protokol-protokol kesehatan. Meskipun terkesannya hanya hiburan, tapi dibalik itu ada nilai yang bisa diambil, salah satunya nilai perjuangan, nilai kebersamaan, nilai kekompakan, nilai kerjasama, dan banyak lagi nilai lainnya yang bisa jadi pelajaran.

HASIL BAGUS PENIMBANGAN DOMBOS BERUMUR 2 BULAN 26 HARI

HASIL BAGUS PENIMBANGAN DOMBOS BERUMUR 2 BULAN 26 HARI

HASIL BAGUS PENIMBANGAN DOMBOD BERUSIA 2 BULAN 26 HARI

WONOSOBO. Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Ponjen secara bertahap melakukan proses pencatatan/ recording terhadap Domba Wonosobo (dombos) yang ada. Proses ini dijalankan dalam rangka menghasilkan anakan dombos yang berkualitas dan memenuhi kaidah budidaya domba yang baik sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/Permentan/OT.140/10/2016 tentang Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba yang Baik (Good Breeding Practice). Rosid Al-Usman selaku relawan inspirasi Rumah Zakat di Desa Berdaya Bomerto, Kab. Wonsobo mengunjungi kandang Bapak Hartoyo salah satu anggota BUMMas Ponjen Tani.

Kunjungan yang dilakukan oleh Rosid Al-Usman dalam rangka mendata anakan dombos yang lahir pada tanggal 27 Mei lalu. Adapun pendataan yang dilakukan meliputi: (1) Penimbangan berat badan, (2) pengukuran tinggi badan, (3) Panjang badan dan (4) Lingkar perut anakan domba. Hasilnya cukup mengejutkan, karena anakan domba yang baru berumur kurang dari 3 bulan itu berbobot 27 kg. Awalnya Bapak Hartoyo memperkirakan bobotnya hanya diangka 20 Kg.

 

“Bobot anakan dombos paling 20 Kg mas Rosid,” ungkap pak Hartoyo saat berbincang-bincang dengan fasilitator Rumah Zakat sebelum ditimbang.

 

Untuk mendapatkan hasil yang akurat dombos yang ada ditimbang dan mendapatkan hasil yang bagus yaitu, berat badan dombos 27 kg, tinggi badan 57 cm, panjang badan 72 cm dan lingkar perut mencapai 80 cm.

Pertumbuhan dombos sendiri jika dibandingkan dengan domba lokal jauh lebih cepat, inilah yang membuat banyak orang mencari dombos, domba asli daerah Wonosobo yang populasi semakin berkurang. Permintaan dari luar kota pun sangat banyak, dan harganya juga lebih mahal.

 

“Klo dijual kiloan perkilo 70 ribu, anakan dombos umur 3 bulan bisa dihargai mendekati 2 juta rupiah,” ujar Rosid Al Usman.

 

BUMMas Ponjen Tani sendiri berikhtiar untuk terus membudidayakan domba asli Wonosobo ini, agar keberadaan terus terjaga untuk dapat dilihat oleh anak cucu masyarakat Wonosobo di masa yang akan datang.

KELAHIRAN ANAKAN DOMBOS MENJADI KADO BUMMas PONJEN DI TAHUN BARU HIJRIYAH

KELAHIRAN ANAKAN DOMBOS MENJADI KADO BUMMas PONJEN DI TAHUN BARU HIJRIYAH

KELAHIRAN ANAKAN DOMBOS MENJADI KADO BUMMas PONJEN DI TAHUN BARU HIJRIYAH

WONOSOBO. Bertepatan dengan tahun baru hijriyyah 1 Muharram 1442 H telah lahir dua ekor anakan dombos berjenis kelamin jantan dan betina di kandang Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Ponjen Tani yang berlokasi di Desa Berdaya Bomerto, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sebelum kelahiran dua ekor anakan dombos, siangnya (Pukul 11.01 WIB) BUMMas Ponjen Tani juga mendapatkan seekor anakan dombos berjenis kelamin betian dari indukan yang berbeda.

Ketiga ekor anakan dombos yang dilahirkan merupakan hasil perkawinan dari indukan dombos dan pejantan dombos. Kelahiran ini juga merupakan kabar gembira bagi wilayah Wonosobo secara umum, karena ditengah menurunnya populasi dombos, kini geliat dombos juga semakin tumbuh. Geliat budidaya domba wonosobo (dombos) bukan saja dialami oleh BUMMas Ponjen Tani, tetapi juga oleh kelompok tani/peternak yang ada di Wonosobo secara umum.

Dalam menuju peternakan domba rakyat yang “excellent” Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Ponjen Tani secara bertahap melakukan pencatatan (recording) dari domba yang ada. Hal ini tertuang sebagaimana dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/Permentan/OT.140/10/2016 tentang Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba yang Baik (Good Breeding Practice). Hasil pencatatan pada anakan dombos yang dilahirkan pada tanggal 19 Agustus 2020 pukul 11.01 WIB yaitu (1) Bobot: 3,4 Kg, (2) Tinggi: 34 cm, (3) Panjang Dada – pangkal ekor: 36 cm, (4) Panjang kepala – pangkal ekor: 45 cm.

“Dengan terus melakukan pencatatan (recording) anakan dombos yang ada dan budidaya terstandar, InsyaaAlloh BUMMas Ponjen Tani akan menghasilkan dombos yang berkualitas dan ikut berkontribusi terhadap populasi dombos” ujar Abdullah selaku Centre of Excellence Tani Berdaya Rumah Zakat.

KOLABORASI RELAWAN INSPIRASI, HADIRKAN NGECOBAR SERU

KOLABORASI RELAWAN INSPIRASI, HADIRKAN NGECOBAR SERU

KOLABORASI RELAWAN INSPIRASI, HADIRKAN NGECOBAR SERU

YOGYAKARTA. Agustus adalah yaumul milad negara dan bangsa Indonesia yang ditunggu dan dipersiapkan perayaannya setiap tahun. Kepahlawanan dan kerjanya adalah kolaborasi yang menghasilkan kedaulatan.

 

Dengan semangat yang sama, kami kelompok SEEJ salah satu usaha Bummas Barokah yang didampingi Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Eka Senja mendapatkan kesempatan dari Kelurahan Klitren untuk menambah ketrampilan kriya ecoprint.

 

Menerima kesempatan ini, berarti kita harus siap belajar, mengekplorasi kekayaan hayati Indonesia.

 

Kami mengusulkan untuk mengajak ECO.J yang merupakan brand dari Kampung Karangkajen, Desa Berdaya Brontokusuman yang diasuh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Indra Suryanto.

 

Acara ini diselenggarakan 12-16 Agustus 2020, di aula dan halaman Kelurahan Klitren, Kecamamatan Gondokusuman.

 

Ngecobar atau ngeco bareng ini dibawah instruktur kawan-kawan ECO.J yang melibatkan 20 orang ibu-ibu dari kelompok SEEJ

 

Proses dimulai dengan pengenalan bahan dan serat, scouring, mordanting dan perendaman.

 

Selanjutnya proses penganginan kain, pembuatan warna alam yang terdiri dari kayu secang, kayu mahoni, kayu akasia, kayu tegeran dan kayu soga.

 

Dari ECO.J pun kami melihat mereka sangat all out, 20 ibu-ibu ini dibuatkan resep berbeda yang akan menghasilkan 40 kombinasi warna. Sekali lagi salut atas kesungguhan rekan-rekan Desa Berdaya Brontokusuman, more than istilahnya. Workshop mana yang seperti ini, tatalitas.

 

Kemudian, proses pengukusan yang tricky sehingga beberapa ibu-ibu sempat sedikit kesal karena harus menunggu hingga pukul 15.00 WIB. Namun, terjawab sudah kesuntukan mereka ketika proses unbundling lontong Ecoprint, hasilnya sungguh menggetarkan jiwa, marem dan bikin auwoooo.

 

Terakhir, ECO.J mendampingi ibu-ibu membuat katalog warna, ada 100 warna yang didapatkan, luar biasa, SEEJ mendapatkan khasanah ilmu yang mengkayakan ide-ide baru.

 

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kami tetap memakai masker, cuci tangan, cek suhu dan berusaha atur jarak.

 

Apresiasi Lurah Klitren, Zaenuri, kepada semua peserta. Beliau menyampaikan pengamatannya saat upacara penutupan workshop “bahwa hasil pelatihanya kaya bukan pelatihan saja, karena hasilnya bagus-bagus dan pro.” Bukan isapan jempol, kalau nyatanya produk ECO.J sudah melanglang buana ke 15 negara, terakhir foto ecoprintnya di beli warga negara Jerman dan Belgia.

 

Terimakasih kepada Bapak Zaenuri beserta staf yang telah memberikan kesempatan kepada ibu- ibu untuk menambah ilmu dan mengundang ECO.J untuk workshop kali ini, tak lupa terimakasih sekali kepada Rumah Zakat yang selalu memberikan dukungan kepada kami. Semoga semua anggota kami semakin berdaya dan tambah barokah. Amiin.

DAILY ON FARM, PERBAIKAN KANDANG DOMBA DI BUMMas JETIS BERDAYA

DAILY ON FARM, PERBAIKAN KANDANG DOMBA DI BUMMas JETIS BERDAYA

DAILY ON FARM; PERBAIKAN KANDANG DOMBA DI BUMMas JETIS BERDAYA

MADIUN. Sebagian besar kandang domba milik peternak (52,94%) belum mencapai kategori kandang sehat dan produktif (Hidayat, 2015).

Kemudian Hasdi (2012) dalam tulisan ilmiahnya menyebutkan bahwa faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar pada usaha pembibitan adalah bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, menggunakan Induk dan Pejantan yang bagus, kandang dan lokasi peternakan yang bersih dan tidak bau.

Untuk itu Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jetis Berdaya yang berlokasi di Desa Berdaya Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus kemarin melakukan perbaikan kandang. Perbaikan harus dilakukan mengingat terdapat kerusakan-kerusakan pada beberapa bagian kandang pasca pemeliharaan domba untuk program Idul Adha. Renovasi kandang yang dilakukan meliputi penggantian kayu-kayu yang rusak dan perbaikan tempat pakan.

Perbaikan kandang harus dilakukan guna meminimalisir resiko kerugian BUMMas Jetis Berdaya, misal perbaikan pada lantai kandang agar tidak ada ternak yang mati karena terjepit, perbaikan tempat pakan dilakukan untuk efektivitas penggunaan pakan agar tidak ada yang terbuang, sehingga tercapai bobot ideal domba. Terkait kandang domba dalam aktivitas budidaya pembibitan juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/Permentan/OT.140/10/2016 tentang Pedoman Pembibitan Kambing dan Domba yang Baik (Good Breeding Practice).

Semoga aktivitas budidaya domba yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Jetis Berdaya mendekati pedoman pembibitan atau penggemukan domba yang baik. Aamiin

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya