PEMUDA NEW NORMAL

PEMUDA NEW NORMAL

PEMUDA NEW NORMAL

Oleh: Nurmansyah, S. Hum

Centre of Excellent Manager Rumah Zakat Action

 

Saat ini istilah New Normal udah sering kita dengar, namun belum semuanya mengerti dengan apa yang dimaksud “New Normal” tersebut. Istilah ini sudah hadir saat covid-19 menjadi trending topik di semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Hal ini diprediksi oleh para ahli akan muncul pola kehidupan baru yang disebut dengan “New Normal”, dimana kebiasaan masyarakat menggunakan masker, membawa hand sanitizer jika sedang berpergian atau terbiasa mencuci tangan dengan sabun, tumbuhnya budaya antri akibat psycal distancing dan lain sebagainya.

 

Hal ini seiring dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, antara lain:

  1. Jaga kebersihan tangan, gunakan hand sanitizer atau sabun lalu cuci dengan air yang mengalir;
  2. Jangan sentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut sebagai pintu masuk virus ke dalam tubuh, selama tangan belum dicuci;
  3. Terapkan etika ketika batuk dan bersin, tutup dengan lengan atas bagian dalam agar virus tidak tersebar;
  4. Gunakan masker selama keluar rumah atau mengunjungi tempat umum, untuk masyarakat yang tidak sakit cuku gunakan masker non-medis;
  5. Jaga jarak aman antar satu dengan yang lainnya, setidaknya 1 meter untuk menghindari terjadinya penyebaran virus dari manusia ke manusia;
  6. Lakukan isolasi mandiri kapan pun Anda merasa tidak sehat, khususnya jika mengalami demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas.;
  7. Jaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, menjemur badan di bawah sinar matahari pagi, istirahat cukup, dan berolahraga.

Disinilah peran pemuda dalam menghadapi New Normal, yaitu:

  1. Menerapkan disiplin yaitu mengingatkan masyarakat yang belum menggunakan masker, mengingatkan anggota keluarga kita untuk cuci tangan dengan sabun setelah kembali ke rumah, dan meningkatkan budaya antri atau tidak berdesakan saat berada di pusat perbelanjaan
  2. Mendidik masyarakat, banyak yang berpendidikan tinggi namun lupa akan etika/adab, sebagai contohnya adalah bagaimana bersin harus menutup dengan tangan sekitaran hidung dan mulut, bagaimana sikap kita jika batuk, bagaimana etika kita saat menguap. Ini semua merupakan bentuk toleransi kita kepada sesama agar bentuk cairan atau yang dikenal dengan droplet dari dalam tubuh kita tidak terkena orang lain. Dan ini juga adab kesopanan kita sebagai makhluk sosial.
  3. Memberdayakan masyarakat. Banyak masyarakat yang terkena imbas dari pandemi ini, sehingga tidak terhitung yang dirumahkan. Mereka bisa dirangkul kembali dengan cara menata new normal kehidupan mereka, sebagai contohnya bisa dilatih bagaimana cara berjualan online, lebih baik lagi jika bisa memberikan ide terkait usaha apa yang bisa dikembangkan dari rumah hingga memasarkannya secara online. Sehingga masyarakat bisa lebih produktif dari rumah saja.

 

 

Tulisan ini pernah diterbitkan di https://kumparan.com/syahnurman233/pemuda-new-normal-1tdUFtbn7Qn

AKTIVITAS PERTANIAN BUMMAS TANI MUDA SEJAHTERA DI MASA PERSIAPAN NEW NORMAL

AKTIVITAS PERTANIAN BUMMAS TANI MUDA SEJAHTERA DI MASA PERSIAPAN NEW NORMAL

AKTIVITAS PERTANIAN BUMMAS TANI MUDA SEJAHTERA

DI MASA PERSIAPAN NEW NORMAL

SUBANG. Kegiatan BUMMas Tani Muda Sejahtera di Desa Berdaya Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang pada tanggal 12 Juni 2020 Alhamdulillah masih bisa berjalan di tengah Covid-19. Walaupun harga komoditas pertanian (sayuran) BUMMas menurun drastis ketika panen raya di tengah pandemi, namun aktivitas BUMMas tidak berhenti. Pekan ini harga komoditas sayuran sudah mulai normal walau jamur sudah masa penghujung panen. Selain bergerak di bidang komoditas jamur di sekitar kumbung jamur, juga ditanami tanaman mentimun yang cenderung stabil pemasaran dan pertumbuhannya.

Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Tani Muda Sejahtera merupakan kelompok tani yang diinisiasi oleh Bapak Nana Hidayat selaku relawan inspirasi Rumah Zakat. Unit usaha BUMMas yang dijalankan yaitu budidaya jamur tiram dan juga tanaman sayuran seperti mentimun, kacang panjang dan cabai.

“Alhamdulillah hari ini dapat melakukan kegiatan pengontrolan budidaya di BUMMas Tani Muda Sejahtera, semoga saat panen nanti mendapatkan harga yang bagus,” ungkap Nana Hidayat selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Berdaya Palasari.

BAHAGIANYA FADIL KETIKA MEMBERI MAKAN IKAN LELENYA

BAHAGIANYA FADIL KETIKA MEMBERI MAKAN IKAN LELENYA

BAHAGIANYA FADIL KETIKA MEMBERI MAKAN LELE

TASIKMALAYA. Perkenalkan saya Fadil dan ini teman saya Ghalbi, kami adalah teman ngaji di Rumah Qur’an Al Mukaromah dan juga teman bermain sehari-hari.

Kami sekolah di sekolah yang sama dan jenjang sekolah yang sama yaitu kelas 3 SDN Sukamanah Kec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya dan tadi pagi sudah pembagian rapor di sekolah kami, dan menandakan liburan sekolah diperpanjang.

Hari Senin (15/06) ini kami mengunjungi teman kami Akyas untuk bermain bersama sambil melihat perkembangan dan memberi makan ikan lele dan kami juga panen kangkung yang sudah cukup untuk di panen.

“Ternyata memberi makan lele itu mengasikan juga  dan membuat aktivitas kita di rumah tidak jenuh, apalagi lihat ikan lelenya sudah tumbuh besar dan lahap makannya ya Ghalbi”, sahut Fadil ketika memberi makan lele.

RUMAH ZAKAT PERKUAT UMKM UNTUK TERUS BERTAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MEMBERI BANTUAN MODAL USAHA

RUMAH ZAKAT PERKUAT UMKM UNTUK TERUS BERTAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MEMBERI BANTUAN MODAL USAHA

RUMAH ZAKAT PERKUAT UMKM UNTUK TERUS BERTAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MEMBERI BANTUAN MODAL USAHA

Untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah Covid-19, Rumah Zakat meluncurkan Bantuan Modal Program  Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) untuk warga masyarakat terdampak Covid-19. Modal usaha tersebut disalurkan Kepada UKM di wilayah Desa Cibugel Kec. Cibugel Kab. Sumedang.

 

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Nandar Sutisna mengatakan paket Program Bantuan ini berupa penyaluran dana modal usaha, pendampingan bagi UMKM, yang tahapannya dilaksanakan secara berjenjang dan akan dimonitor perkembangannya ke masing-masing mitra binaan untuk menilai efektivitasnya.

 

“Saat ini Rumah Zakat salurkan bantuan modal usaha kepada 2 orang pemuda binaan Rumah Zakat yang bergerak dalam bidang UKM, program ini selain dari menanggulangi krisis terdampak Covid-19 program inipun merupakan program lanjutan yang selama ini telah berjalan,” ungkap Nandar.

 

Nandar mengungkapkan, selama ini Rumah Zakat telah menjalankan bantuan modal usaha ke beberapa UKM di Desa Cibugel yang merupakan binaannya, selain dari itu telah terbentuknya sebuah Pra Koperasi yang diberi nama BUMMas Berdaya Insani, maka dari itu program saat ini masih merupakan program lanjutan dari program sebelumnya.

Adapun tahap saat ini disalurkan kepada UMKM para pemuda yang memang usaha di bidangnya, untuk pengembangannya dibantu dengan program bantuan modal usaha ini.

“Diharapkan dengan Progam Bantuan Modal Usaha ini, UMKM memiliki kesempatan kembali dalam meningkatkan usahanya dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berdaya di tengah pendami Covid-19 yang sedang melanda dunia,” kata Nandar.

 

Demi berjalannya program ini maka akan dilakukan pendampingan serta pemberian pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang kembangnya usaha. Salah satunya akan dibekali pengetahuan praktis mengenai manajemen usaha, pembukuan, dan strategi pemasaran dengan bisnis online. Pada tahapan coaching dan mentoring akan dilakukan bersama dengan praktisi yang handal di bidangnya.

Dadan Wardana, salah seorang penerima manfaat mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang sangat peduli dengan pelaku usaha kecil di tengah wabah virus corona yang membuat UMKM terpukul. Memang selama pandemi ini usahnya tidak lagi berjalan dikarenakan berbagai hal, mulai dari terkendala pemasaran hingga pada modal yang terpakai untuk keperluan sehari-hari. Dengan adanya bantuan modal usaha ini Dadan berharap usahanya dapat kembali berjalan sedia kala pasca pandemi covid-19.

“Alhamdulillah Rumah Zakat Memberikan Bantuan Modal Usaha sehingga usaha saya dapat berjalan kembali, memang disaat pandemi covid-19 UKM seperti saya sangat terdampak, tentunya dengan adanya program bantuan modal usaha dari Rumah Zakat sangat membantu dan memberikan angina segar harapan baru untuk UKM agar segera bangkit,” ungkap Dadan.

“Terima kasih Rumah Zakat, yang selalu peduli kepada kami, semoga Rumah Zakat semakin sukses dan semoga usaha yang saya jalankan dapat berjalan sesuai dengan harapan, semoga berkah. Amiin,” tambahnya.

BUMMas BAROKAH TETAP BERDAYA DI SAAT PANDEMI

BUMMas BAROKAH TETAP BERDAYA DI SAAT PANDEMI

BUMMas BAROKAH TETAP BERDAYA DI SAAT PANDEMI

YOGYAKARTA. Pandemi karena Covid 19 menyebabkan banyak usaha yang terdampak, baik harus memutar otak untuk tetap bertahan bahkan ada yang terpaksa menutup usahanya.

Selama pendemi Bummas Barokah tetap berusaha bertahan dengan menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Bulan Juni ini BUMMas Barokah masih melayani pembelian masker setelah di bulan Romadhon kemarin banyak dagangan dari sembako dan kue lebaran.

Senin tanggal 15 Juni 2020 BUMMas Barokah mendapat suntikan modal dari Rumah Zakat sehingga dapat dipakai untuk  mengembangkan usaha para ibu-ibu anggota BUMMas Barokah yang saat sekarang ini masyarakat lebih banyak di rumah dan lebih suka membeli frozen food untuk disimpan di kulkas guna persediaan sehari hari. Bummas Barokah menangkap peluang ini dengan menjual frozen food selain sembako dan masker.

“Semoga membawa berkah untuk semua. Terima kasih Rumah Zakat,”ujar salah satu anggota BUMMas.

RUMAH ZAKAT SUNTIK MODAL UNTUK UMKM TERDAMPAK COVID

RUMAH ZAKAT SUNTIK MODAL UNTUK UMKM TERDAMPAK COVID

RUMAH ZAKAT SUNTIK MODAL UNTUK UMKM TERDAMPAK

COVID-19

GUNUNGKIDUL. Adanya pandemi Covid 19 membawa dampak terhadap hampir semua sektor kehidupan termasuk UMKM. Banyak UMKM yang harus memutar otak untuk bisa bertahan, tapi tidak sedikit juga yang terpaksa berhenti.

 

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap UMKM terdampak Covid 19, Rumah Zakat memberikan bantuan modal kepada dua pengusaha kecil di Desa Berdaya Pacarejo Kec. Semanu Kab. Gunungkidul. Fasilitator Desa Pacarejo Ratno, Ahad siang berkunjung ke warung Soto Mbak Umi dan warung jajajan Suwarti atau sering dipanggil Mbak Siti untuk menyerahkan bantuan modal usahanya.

 

Mbak Siti usianya sudah 39 tahun dengan tiga anak. Suaminya saat ini bekerja di salah satu perusahaan ternak di Desa Pacarejo. Membuka warung jajanan khsusnya minuman dan tempura sejak 8 tahun lalu dengan target utama adalah siswa sekolah SDN Jetis yang berlokasi di seberang rumahnya.

 

Ujian mulai dirasakan warung Mbak Siti ketika wabah covid 19 awal bulan Maret 2020 saat bersamaan siswa sekolah mulai belajar di rumah. Omset jualan warung yang biasanya bisa mendapatkan 200.000 per hari menjadi turun lebih dari 50% semasa libur sekolah ini. Ikhtiar Mbak Siti untuk menghidupkan warungnya dimulai dengan memindah warungnya dari yang sebelumnya menyatu dengan rumah dipindah ke pinggir  jalan depan rumahnya. Usahanya memindah warungnya mulai membuahkan hasil dimana warung yang dibuka sejak dua pekan ini omsetnya merangkak naik.

 

“Sejak dipindah sekarang omsetnya kembali seperti dulu sebelum corona kisaran Rp200.000 dan alhamdulilah bersyukur hari ini ada suntikan modal usaha dari Rumah Zakat, terima kasih Rumah Zakat semoga warung saya tambah rame, aamiin,” Kata Mbak Siti.

OPTIMALISASI TANAMAN DALAM POT UNTUK MEWUJUDKAN KEBUN GIZI LANSIA

OPTIMALISASI TANAMAN DALAM POT UNTUK MEWUJUDKAN KEBUN GIZI LANSIA

OPTIMLISASI TANAMAN DALAM POT MEWUJUDKAN KEBUN GIZI LANSIA

SOLO. Desa Berdaya Sangkrah, Solo terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan yang ramah Lansia, tepatnya di Sangkrah RT 07 RW 10 yang mana rumah warga berderet-deret.

Rumah Zakat bersinergi dengan para Kader Lansia menanami pot-pot dengan aneka ragam tanaman yang bermanfaat seperti Lidah Buaya, Tin, Bidara, Cabai, Pandan, dan tanaman bermanfaat lainnya. Selain itu, terapi kaki yang di buat dari batu yang di tata dengan rapi juga telah di buat. Tidak hanya para Lansia yang menggunakan tapi juga para warga pra Lansia.

“Alhamdulillah, ada batu pijakan kaki yang bisa di gunakan untuk terapi. Pertama kali menggunakan kaki saya terasa sakit sekali karena saya ada gejala asam urat. Setelah seminggu rutin menggunakan setiap pagi sambil berjemur di bawah matahari “salah satu sumber vitamin D ini”, kaki  saya sudah tidak begitu terasa sakit lagi,” ungkap Bu Tri Mulyani  tersenyum bahagia.

WARGA USIA DI BAWAH 45 TAHUN BOLEH BERAKTIVITAS, SUDAH SIAPKAH INDONESIA?

WARGA USIA DI BAWAH 45 TAHUN BOLEH BERAKTIVITAS, SUDAH SIAPKAH INDONESIA?

WARGA USIA DI BAWAH 45 TAHUN BOLEH BERAKTIVITAS, SUDAH SIAPKAH INDONESIA?

Oleh: Mentary Sonaya

Centre of Excellent Ramah Lansia Rumah Zakat

 

Senin (11/05), Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengizinkan warga berusia di bawah 45 tahun untuk bekerja atau beraktivitas normal demi meredam ancaman badai PHK yang lebih hebat lagi.

 

Selain PHK, banyak juga pekerja yang dirumahkan atau dicutikan tidak ditanggung oleh perusahaan (unpaid leave). Hingga 12 Mei, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat tenaga kerja yang dirumahkan dan juga terkena PHK mencapai 1.722.958 orang.

 

Angka kematian akibat COVID-19 juga menjadi salah satu pertimbangan dikeluarkannya kebijakan ini, di mana 84,6% kasus meninggal merupakan kelompok umur di atas 45 tahun, yaitu 30,6% pada kelompok usia 46-59 tahun dan 45% pada kelompok usia lebih dari 60 tahun.

 

Meskipun begitu, kasus positif COVID-19 pada populasi usia di atas 45 tahun tidak lebih tinggi dari populasi usia di bawah 45 tahun yaitu sebesar 46,2%. Angka kematian yang cukup besar pada populasi lanjut usia (lansia) disebabkan karena karakter populasi tersebut telah mengalami penurunan fungsi fisologis, termasuk imunitas tubuhnya yang semakin melemah. Hal itulah yang menyebabkan risiko kematian-pun menjadi lebih besar jika lansia terinfeksi COVID-19.

 

Dengan adanya kebijakan membebaskan warga usia di bawah 45 tahun untuk bekerja, menjadi tantangan baru bagi pemerintah dan juga masyarakat untuk memperkuat protokol kesehatan usia produktif agar kelompok rentan tetap terlindungi. Konsep dari kebijakan pemerintah ini, agaknya menuju herd immunity yaitu akan ada di mana banyak orang dalam suatu komunitas yang memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut karena sudah pernah terinfeksi COVID-19 sebelumnya.

Para ahli menyebutkan bahwa herd immunity dapat terbentuk jika setidaknya 60-70 persen orang terinfeksi. Maka jika kebijakan pemerintah ini disimulasikan, dibutuhkan sekitar 65-90 juta penduduk usia produktif (15-44 tahun) terinfeksi virus untuk membentuk kekebalan komunitas ini. Dan angka ini pun baru melindungi kelompok usia produktif saja.

 

Sudah siapkah sistem kesehatan di Indonesia menghadapi lonjakan ini? Karena hingga saat ini pun Indonesia belum terlihat sudah mencapai puncak pandeminya, setiap hari jumlah kasus positif semakin bertambah. Per 9 Mei, persentase kematian per kasus terkonfirmasi (Case Fatality Rate) Indonesia menempati ranking 25 di dunia dengan 7,03%. Inikah kebijakan yang paling tepat bagi Indonesia?

Sudah banyak negara yang menolak konsep ini, bahkan beberapa negara yang menerapkan herd immunity ini sudah terbukti gagal, seperti pada kasus Swedia dan Inggris. Negara tersebut memiliki karakteristik di mana banyak keluarga usia produktif dan lansia hidup terpisah mandiri. Bagaimana dengan Indonesia?

 

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Tahun 2017, lansia yang hidup bersama dengan keluarga bahkan tiga generasi jumlahnya lebih banyak dibandingkan lansia yang hidup sendiri. Data ini menunjukkan bahwa masih banyaknya lansia yang berinteraksi harian dengan kelompok usia muda sehingga risiko tertular dari kelompok usia muda pun menjadi lebih besar. Kelompok usia muda ini memiliki potensi besar untuk menjadi carrier atau pembawa virus COVID-19 dan sangat mungkin bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala penyakit.

 

Jika memang ini merupakan satu-satunya kebijakan yang dipilih Indonesia. Pemerintah perlu membuat strategi untuk mengatasi dampak-dampak lainnya, seperti memperkuat sistem kesehatan, memperbanyak jumlah tes, dan memperkuat protokol kesehatan dengan peraturan yang ketat.

Rumah Zakat sejak awal pandemi sudah berkomitmen untuk berkontribusi dalam melindungi kelompok rentan (lansia), melalui program “Jaga Simbah dari Wabah”. Program ini membutuhkan peran aktif dari relawan desa, keluarga lansia dan juga masyarakat untuk bersama-sama menjaga lansia di desa, memperkuat protokol kesehatan.

 

Relawan desa akan membuat grup keluarga lansia untuk melakukan edukasi dan monitoring kesehatan secara rutin. Kemudian Rumah Zakat memberikan support kebutuhan fisik dan juga psikis lansia, berupa fasilitasi medis (telemedicine, homecare), fasilitasi akses obat rutin lansia, support sarana aktivitas fisik lansia (seperti ternak lele, ecobrick, kebun gizi), serta memberikan bantuan kebutuhan harian bagi lansia yang hidup sendiri atau masih menjadi sumber nafkah keluarga. Pesan utama dari “Jaga Simbah dari Wabah” adalah memastikan lansia untuk tetap di rumah dan dalam kondisi yang sehat baik jasmani dan rohaninya.

 

Artikel ini pernah diterbitkan di https://kumparan.com/mentary-sonaya/warga-usia-di-bawah-45-tahun-boleh-beraktivitas-sudah-siapkah-indonesia-1tQXitHRcXY/full

SEDEKAH SAMPAH DI TENGAH WABAH

SEDEKAH SAMPAH DI TENGAH WABAH

SEDEKAH SAMPAH DI TENGAH WABAH

INDRAMAYU. Sedekah sampah merupakan salah satu program yang ada di Desa Berdaya Tegalurung yang sudah berjalan sekitar satu tahun. Sebelum adanya wabah ini, sedekah sampah biasanya disetor oleh para warga ketika kegiatan senam rutin, tetapi setelah adanya covid-19 kegiatan senam pun terhenti.

Namun pekan ini, Lastri Mulyani, Relawan Inspirasi Desber Tegalurung beserta pengurus sedekah sampah memulai kembali aktivitas pengumpulan sampah. Mereka mendatangi satu-satu rumah warga untuk mengambil sampah, agar tetap kundusif di fase kenormalan baru ini.

Program sedekah sampah ini direspon positif okeh warga karena sampah plastik yang berserakan ataupun yang sudah tidak terpakai kini bisa disedekahkan selain membuat lingkungan menjadi bersih juga mendapat pahala.

“Saya senang Relawan Inspirasi datang untuk mengambil sampah dan saya niatkan untuk sedekah, supaya mendapat pahala dan terhindar dari musibah,” ungkap Mak Catu (55 thn).

BERTANI DI SAAT PANDEMI

BERTANI DI SAAT PANDEMI

BERTANI DI SAAT PANDEMI

SUKABUMI. Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para petani di Desa Berdaya Cidadap Kecamatan Simpenan Kab. Sukabumi. Salah satunya Bapak Odin yang menjadi salah satu penerima manfaat Program Bantuan Ekonomi Rumah Zakat. Sebanyak 1800 tanaman semangka telah ditanam.

 

Alhamdulillah hari ini memasuki masa panen. Walaupun tidak sesuai harapan, Bapak Odin bersyukur tanaman semangka yang telah ditanam dapat dipanen. Sekitar 1700 kg buah semangka telah dipanen dan berhasil dijual dengan harga Rp2300 per kg.

 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang sudah membantu usaha tani saya, sehingga saya masih tetap bisa bertani walaupun dalam kondisi pandemi covid 19, mudah-mudahan dimusim tanam berikutnya hasil taninya lebih baik,” ucap Bapak Odin.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya