PANEN RAYA MENTIMUN DARI TANAH WAKAF PRODUKTIF MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA PALASARI

PANEN RAYA MENTIMUN DARI TANAH WAKAF PRODUKTIF MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA PALASARI

PANEN RAYA MENTIMUN DARI TANAH WAKAF PRODUKTIF MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA PALASARI

SUBANG. Agar memberi manfaat lebih, tanah wakaf yang ada bisa disulap menjadi produktif. Salah satu caranya dengan optimalisasi lahan wakaf menjadi produktif seperti yang dilakukan di Desa Palasari kec. Ciater Kab. Subang. Tanah wakaf seluas 1.200 m2 ditanami mentimun dan pada panen minggu lalu menghasilkan 3.500-4.000 kg mentimun dengan lama masa panen 2 pekan dari awal panen.

Deni Setiadi selaku petani yang mengelola lahan wakaf ini, mengucap syukur tak terhenti karena dari tanah yang ia garap bisa menghasilkan panen yang luar biasa dengan hasil yang cukup memuaskan. Sebelum menggarap lahan wakaf, Pak Deni bekerja sebagai pengepul sayuran dan berkat adanya lahan wakaf ini ia mendapat penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Panen raya ini juga dihadiri masyarakat sekitar serta mengajak anak-anak santri dari TPA/Q terdekat.

Pak Sulaeman yang tinggal tak jauh dari kebun, juga merasa bahagia karena mendapatkan manfaat dari kebun tersebut. Hasil panen dari lahan wakaf ini akan digunakan untuk kegiatan sosial diantaranya santunan guru-guru ngaji di TPA/TPQ sekitar kebun dan juga bakti sosial untuk masyarakat. Semoga lahan wakaf produktif ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara luas.

RUMAH BELAJAR CERIA BERSAMA TERAPKAN PROGRAM TABUNG SAMPAH

RUMAH BELAJAR CERIA BERSAMA TERAPKAN PROGRAM TABUNG SAMPAH

RUMAH BELAJAR CERIA BERSAMA TERAPKAN PROGRAM TABUNG SAMPAH

CIKEUSIK. Rumah Belajar Ceria Bersama yang berlokasi di Kp. Cibuluh RT 04 RW 01 Desa Cikeusik menerapkan program tabung sampah bagi anak-anak peserta didik Rumah Belajar Ceria Bersama.

Setiap pekannya kegiatan belajar di Rumah Belajar Ceria bersama rutin dilakukan, adalah Relawan Inspirasi Rumah Zakat desa Berdaya Cikeusik yang menginisiasi terbentuknya Rumah Belajar ini. Untuk menjadikan rumah belajar ceria bersama ini mandiri dan memiliki dana operasional yang tidak lagi tergantung dari program desa Berdaya maka dilaksanakan program tabung sampah ini.

Setiap anak wajib membawa sampah sebanyak yang mereka mampu, saat ini baru sampah-sampah yang dapat di jual saja yang bisa diterima seperti sampah bekas botol air mineral, sampah bekas kaleng softdrink, dll.

Sebelum melakukan aktivitas belajar, anak-anak terlebih dahulu diminta untuk menimbang sampah, Pada penimbangan perdana ini berhasil terkumpul kurang lebih 2 kg sampah. Jika sudah terkumpul banyak nantinya sampah-sampah ini akan di jual dan uangnya akan dimasukan kedalam kas rumah belajar yang nantinya bisa dipakai untuk keperluan rumah belajar Ceria Bersama.

DESA KEDUNGUMPUL MENJUARAI LOMBA PHBS KABUPATEN TEMANGGUNG

DESA KEDUNGUMPUL MENJUARAI LOMBA PHBS KABUPATEN TEMANGGUNG

DESA KEDUNGUMPUL MENJUARAI LOMBA PHBS KABUPATEN TEMANGGUNG

TEMANGGUNG. Perjuangan warga Desa Kedungumpul dalam pengelolaan lingkungan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui tim juri lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pada lomba Tingkat Kabupaten ini, Desa Kedungumpul dinobatkan menjadi Desa terbaik sebagai juara pertama dan berhak melaju ke tingkat propinsi pada September 2020.

Choyun selaku Sekretaris Desa Kedungumpul menyampaikan terima kasih atas kerja keras warga. Ia pun berharap Rumah Zakat melalui program kesehatan dan lingkungan dapat terus memberikan motivasi dan sentuhan terbaik untuk menyadarkan masyarakat mengenai kesehatan dan lingkungan.

Rumah Zakat di Desa Kedungumpul telah melaksanakan program kesehatan dan lingkungan berupa penguatan posyandu, pengadaan kebun gizi dan kegiatan bersih sungai.

Anantiyo Widodo selaku fasilitator Rumah Zakat sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Kedungumpul mengungkapkan optimismenya bahwa program Rumah Zakat di bidang kesehatan akan memberikan hasil yang baik.

“Hasil dari lomba ini merupakan lecutan bagi warga dan Rumah Zakat untuk lebih semangat dalam melaksanakan berbagai program,” ujar Anantiyo.

Anantiyo menambahkan Desa Kedungumpul dapat memenangkan lomba PHBS karena upaya Pemerintah Desa yang mampu memberdayakan warga. Rumah Zakat pun menjadi lebih bersemangat untuk ikut berperan karena dorongan dari Pemerintah Desa.

KEPALA DESA CIKEUSIK BERIKAN DUKUNGAN PADA BUMMAS YANG DIKELOLA RUMAH ZAKAT

KEPALA DESA CIKEUSIK BERIKAN DUKUNGAN PADA BUMMAS YANG DIKELOLA RUMAH ZAKAT

KEPALA DESA CIKEUSIK BERIKAN DUKUNGAN PADA BUMMAS YANG DIKELOLA RUMAH ZAKAT

BANTEN. Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Cikeusik, Aang Kunaepi melakukan kunjungan silaturahim ke rumah Enur, Kepala Desa Cikeusik. Selain untuk silaturahmi Relawan Inspirasi juga memberikan laporan program dan kegiatan Rumah Zakat tahun 2019.

“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rumah Zakat yang telah berkontribusi membangun desa kami, justru kamilah yang harus mencontoh kegiatan pemberdayaan dari rumah Zakat, salah satunya adalah terkait kegiatan BUMMas yang manfaatnya sangat terasa oleh masyarakat,” ungkap Enur.

Sekretaris Desa Cikeusik, Epen menyampaikan niatnya untuk berinvestasi di BUMMas yang di kelola Rumah Zakat, “Insya Allah tahun depan kita mengalokasikan dana untuk penyediaan Pom Mini sebanyak 7 unit, salah satunya akan kita serahkan pengelolaannya Koperasi BUMMas Rumah Zakat.”

Enur memberi masukan agar BUMMas bisa menyediakan tempat penampungan hasil penen sayuran dari petani Desa Cikeusik, karena selama ini para tengkulak sayur selalu memberikan harga yang tidak menguntungkan petani.

“Kalau bisa nanti buat unit usaha penampungan sayur, adapun untuk transportasi penjualan ke pasar induknya akan kita bantu,” Enur menyampaikan harapannya.

Sudah sejak tahun 2017, Aang Kunaepi menjadi Relawan Inspirasi dan sejak itu pula sudah banyak program yang ia jalankan di Cikeusik, hingga akhirnya ia bisa menginisiasi BUMMas di sana. Dukungan baik secara moril dan spitual dari Kepala Desa dan Sekdes Cikeusik tentu menjadi semangat tersendiri untuk Aang. Kedepannya Aang aja lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi di Cikeusik.[]

RUMAH ZAKAT TURUT RAMAIKAN PERESMIAN LENTERA DAYCARE DI DESBER JEPANG

RUMAH ZAKAT TURUT RAMAIKAN PERESMIAN LENTERA DAYCARE DI DESBER JEPANG

RUMAH ZAKAT TURUT RAMAIKAN PERESMIAN LENTERA DAYCARE DI DESBER JEPANG

KUDUS. Peresmian lembaga pendidikan Lentera Day Care di Desa Berdaya Jepang RT 1 RW 10 berjalan lancar. Acara dihadiri oleh Bagus Pandu Wicaksana, Relawan inspirasi Rumah Zakat Desa Berdaya Jepang, tokoh masyarakat dan diresmikan oleh Indarto, S.T Kepala Desa Jepang.

Melalui Penitipan anak yang berbasis pendidikan Quran, Yayasan Lentera Terang Indonesia mempunyai visi mengembangkan Pusat Studi Quran. Saat ini turut pula berjalan pula kelas qiroati untuk ibu-ibu yang diinisiasi oleh Relawan Inspirasi. “Kedepannya, insyaAllah Rumah Quran untuk para binaan Rumah Zakat juga akanbekerja sama dengan yayasan ini,” ujar Bagus.

Di Desa Jepang memang sudah ada beberapa lembaga pendidikan, tapi Indarto menegaskan dalam sambutannya bahwa itu bukan hanya ajang persaingan, melainkan sebagai bentuk inovasi dalam dunia pendidikan. Indarto juga berharap dengan berdirinya Lentera Day Care di Desa Jepang, dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan di sana.

Selain tasyakuran, acara peresmian juga dimeriahkan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Lansia yang bekerjasama dengan Rumah Zakat, meliputi, cek gula darah, asam urat, konsultasi kesehatan, dan obat-obatan gratis. Antusias warga untuk datang bisa dibilang tinggi, terlihat mereka yang rela antri, meskipun sedang turun hujan.[]

 

KUNJUNGAN RELAWAN INSPIRASI KE DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB.TEMANGGUNG

KUNJUNGAN RELAWAN INSPIRASI KE DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB.TEMANGGUNG

KUNJUNGAN RELAWAN INSPIRASI KE DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAB.TEMANGGUNG

TEMANGGUNG. Dalam upaya legalitas taman baca binaan Rumah Zakat di Kab. Temanggung, Forum Desa Berdaya (FDB) Kab. Temanggung yang diwakili oleh koordinator pendidikan FDB Temanggung Muhammad Lukman, melakukan pertemuan dengan bagian Pendidikan Non Formal pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Temanggung yang diwakili oleh Ghufran.

Dalam pertemuan tersebut Lukman dari FDB Temanggung menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 8 Taman Baca binaan Rumah Zakat Temanggung yang kegiatannya telah berjalan dengan baik. Hal itulah yang mendorong pentingnya legalitas taman baca ini sehingga keberadaannya diakui oleh pemerintah. Selain hal itu keberadaan taman baca juga sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan informasi dan keinginan untuk mendidik anak-anaknya dengan baik tanpa harus memaksa, karena anak-anak biasanya suka dengan hal-hal yang sifatnya komunal.

Ghufran mengucapkan terima kasih banyak kepada Forum Desa Berdaya yang telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendirian taman baca masyarakat.

“TBM atau Taman Baca Masyarakat ini memang harus diaplikasikan dengan baik pula, sehingga dengan pengelolaan yang baik dapat memudahkan proses legalitas taman baca,” ujar Ghufron.

TBM sendiri merupakan program pemerintah di bawah naungan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang pengelolaannya dilakukan oleh PKBM yang berdiri desa. Maka untuk kedepannya pemerintah, dalam hal ini Dinas P dan K Kab. Temanggung bersama Forum Desa Berdaya akan mengambil bagian dalam pembinaan dan pengembangan TBM binaan Rumah Zakat tersebut.

BUMMAS BERDAYA INSANI RAIH JUARA III PRODUK MAKANAN KREATIF NON TERIGU DALAM FESTIVAL KREATIF UMKM SUMEDANG

BUMMAS BERDAYA INSANI RAIH JUARA III PRODUK MAKANAN KREATIF NON TERIGU DALAM FESTIVAL KREATIF UMKM SUMEDANG

BUMMAS BERDAYA INSANI RAIH JUARA III PRODUK MAKANAN KREATIF NON TERIGU DALAM FESTIVAL KREATIF UMKM SUMEDANG

SUMEDANG. Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas) Berdaya Insani binaan Rumah Zakat ikut serta dalam Festival Kreatif dan Inovatif UMKM Kab. Sumedang. Produk-produk UMKM Kec. Cibugel juga dipamerkan di stand Bummas Berdaya Insani. Acara tersebut diadakan oleh AsosiasI UMKM Kab. Sumedang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu yang ke-91. 

Ada beberapa katagori yang di lombakan dalam gelaran festival ini diantaranya Lomba Kreatif Makanan Non Tepung Terigu. Dalam katagori ini Bummas Berdaya Insani meraih Juara III.

“Alhamdulillah kami bersyukur meraih penghargaan sebagai Juara 3 katagori produk Makanan Kreatif Non Tepung Terigu” ungkap Nandar Sutisna, Relawan Inspirasi Desa Cibugel.

Ibu Yuli pun sebagai perwakilan UMKM yang menghadiri acara tersebut mengungkapkan “Alhamdulillah, walaupun persiapannya mendadak, kita juara 3” ungkapnya.

Produk makanan yang dilombakan adalah sejenis moci, yang mana moci ini lain dari yang ada di daerah lain. Moci ini beragam rasa dan beragam isi, ada buah buahan, sayuran, daging dan kacang, keju serta coklat.  

Kegiatan Festival Kreatif dan Inovatif UMKM dalam rangka HUT Ibu ini berlangsung satu hari mulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.00 berjalan dengan lancar dan meriah.[NS]

MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, BPBD KAB. JEMBER KUKUHKAH DESTANA SUCI

MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, BPBD KAB. JEMBER KUKUHKAH DESTANA SUCI

MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, BPBD KAB. JEMBER KUKUHKAH DESTANA SUCI

JEMBER. Desa Suci menjadi satu dari tiga desa di Kabupaten Jember yang pada tahun 2019 ini dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) Rumah Zakat. Program Desa Tangguh Bencana yang diinisiasi oleh Rumah Zakat dan dilakukan secara swadaya oleh komunitas pemuda desa mulai April 2019 kini telah resmi di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Jember.

“Destana sebagai organisasi masyarakat desa sangat penting untuk membantu kami dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui kegiatan pencegahan sebelum bencana, penanganan saat bencana, hingga rehabilitasi pasca bencana,” ungkap Rudy Danarto, S.T, M.T selaku ketua bidang di BPBD Kabupaten Jember saat memberikan sambutan di acara pengukuhan.

Agenda pengukuhan yang dilakukan pada Sabtu, 14 Desember 2019 bertempat di Pendopo Kantor Desa Suci, dihadiri oleh Camat Panti, jajaran pemerintah Desa Suci, perwakilan RW di area rawan bencana, relawan Destana, serta komunitas relawan lainnya. Pengurus Destana meliputi ketua beserta wakil ketua, sekretaris, serta bendahara dikukuhkan dengan pembacaan ikrar relawan, dilanjutkan penandatanganan berita acara oleh BPBD Kabupaten Jember, Camat Panti, Kepala Desa Suci, dan ketua pengurus Destana.

“Relawan Destana setelah pengukuhan berarti telah resmi dan diakui untuk bertugas bersama BPBD Kab. Jember dalam agenda seputar kebencanaan. Hal pertama yang harus segera dilakukan adalah melengkapi mitigasi bencana di wilayah Desa Suci hingga menjadi bendel buku. Buku itu menjadi data penting untuk penanganan jika terjadi bencana,” seru Bapak Rahman selaku petugas pengukuhan dari BPBD Kabupaten Jember.

Saat ini sekitar 50 orang terdaftar dalam keanggotaan relawan Destana. Beberapa agenda yang telah dilakukan meliputi penyuluhan dan sosialisasi tangguh bencana, “Resik-resik kali”, mitigasi bencana, serta pengelolaan sampah rumah tangga bekerjasama dengan bank sampah.

 

 

ECOPEDIA JALIN KERJA SAMA DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SOSIALISASI ECOBRICKS

ECOPEDIA JALIN KERJA SAMA DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SOSIALISASI ECOBRICKS

ECOPEDIA JALIN KERJA SAMA DENGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK SOSIALISASI ECOBRICKS

BOGOR.Relawan Inspirasi Desa Berdaya Pamoyanan, Elan Jaelani menginisiasi berdirinya Ecopedia, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan. Ia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor untuk melakukan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, dengan cara ecobrick..

“Ecobricks adalah teknik mengelola sampah plastik menjadi sebuah benda yang bermanfaat. Kegiatan ini dapat membantu mengurangi menumpuknya sampah plastik di Kota Bogor, prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun dan kalangan usia berapapun. Ecobricks ini dilakukan dengan cara memasukan plastik sachet, mica dan lain-lain ke dalam botol plastik , lalu padatkan hingga mengisi semua ruang botol,” kata Elan.

Masih menurut Elan, ecobrick merupakan solusi praktis dan murah untuk mengurangi limbah plastik di bumi. Meski ecobricks dibuat dengan cara memadatkan sampah, bukan berarti membuat ecobricks hanya sekedar memasukkan sampah saja , ada standar untuk berat agar kuat untuk difungsikan. Standar berat umum untuk kemasan botol plastik 600 ml adalah 200 gram. Untuk selanjutnya, Elan akan mengadakan pelatihan di Desa Berdaya Pamoyanan

KERETA MINI PENARIK HATI

KERETA MINI PENARIK HATI

KERETA MINI PENARIK HATI

MADIUN. Gerakan Sadar Posyandu dalam Program Siaga Posyandu di Desa Berdaya Jetis, Kec. Dagangan, Kab. Madiun terus tingkatkan kedatangan Balita. Program yang diinisiasi fasilitator Desa Berdaya Jetis, Eka Restia ini berhasil mendatangkan 57 Balita, lebih banyak dari bulan sebelumnya.

Gerakan Sadar Posyandu ini terlihat lebih menarik karena adanya kereta mini yang menjemput para Balita menuju Posyandu. Hal tersebut nyata-nyata menambah Penerima Manfaat dari bulan ke bulan.

“Seneng Mba, kalau pakai kereta gini kan jadi menarik, bisa buat hiburan. Kita sebenarnya kalau mau dimintai kas buat kegiatan-kegiatan seperti ini juga enggak apa-apa. Jadi kegiatan Posyandu keliahatan ada inovasinya,” ujar Nenek Arsyila saat mengantarkan cucunya untuk mengikuti penimbangan.

 

Menurut Eka, kreativitas dan inovasi untuk Program Siaga Posyandu di Desber Jetis akan terus dilakukan. “Kedepannya selain kereta mini, saya juga akan fokus di APE (Alat Peraga Edukasi) Posyandu. Kenapa? Agar posyandu bisa lebih menarik. Selain itu, kita pengennya ada meja konsultasi. Bisa konsultasi gizi balita, kesehatan ibu hamil, MP ASI atau perihal kesehatan lainnya. Jadi pas ibunya konsultasi, anaknya bisa di wahana APE,” Eka Restia mengungkapkan harapannya.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya