BUMMas JETIS BERDAYA RUMAH ZAKAT MULAI LAKUKAN KOMPOSTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

BUMMas JETIS BERDAYA RUMAH ZAKAT MULAI LAKUKAN KOMPOSTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

BUMMas JETIS BERDAYA RUMAH ZAKAT MULAI LAKUKAN KOMPOSTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK

MADIUN. BUMMas (Badan Usaha Milik Masyarakat) Jetis Berdaya mulai lakukan komposting untuk meningkatkan kualitas produk, yakni pupuk organik dari kotoran domba. BUMMas Jetis Berdaya yang merupakan rintisan Rumah Zakat di Desa Jetis, Kec Dagangan, Kab Madiun ini sudah mulai mengembangkan unit usaha baru, yakni unit olahan hasi ternak.

 

Eka Restia, Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Jetis menjelaskan bahwa komposting merupakan pengendalian penguraian secara biologi dari bahan organik menjadi produk yang biasa disebut kompos.

“BUMMas menggunakan mikroorganisme dalam komposting”, tambahnya.

 

Untuk caranya, Eka melihat secara langsung bahwa kotoran hewan dikumpulkan dalam bak komposting. Setiap 30 cm akan ditabur bakteri komposter dan itu dilakukan hingga setinggi satu meter.

“Lebih berkualitas tentunya. Karna kan kohenya (red:kotoran hewan) diubah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga lebih mudah terserap oleh tanah. Juga menjadikan orang tidak jijik. Siapa yang tahu kalau itu adalah kotoran domba,” jelasnya saat ditanya nilai plus produk tersebut.

OPTIMALISASI TANAMAN DALAM POT UNTUK MEWUJUDKAN KEBUN GIZI LANSIA

OPTIMALISASI TANAMAN DALAM POT UNTUK MEWUJUDKAN KEBUN GIZI LANSIA

OPTIMLISASI TANAMAN DALAM POT MEWUJUDKAN KEBUN GIZI LANSIA

SOLO. Desa Berdaya Sangkrah, Solo terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan yang ramah Lansia, tepatnya di Sangkrah RT 07 RW 10 yang mana rumah warga berderet-deret.

Rumah Zakat bersinergi dengan para Kader Lansia menanami pot-pot dengan aneka ragam tanaman yang bermanfaat seperti Lidah Buaya, Tin, Bidara, Cabai, Pandan, dan tanaman bermanfaat lainnya. Selain itu, terapi kaki yang di buat dari batu yang di tata dengan rapi juga telah di buat. Tidak hanya para Lansia yang menggunakan tapi juga para warga pra Lansia.

“Alhamdulillah, ada batu pijakan kaki yang bisa di gunakan untuk terapi. Pertama kali menggunakan kaki saya terasa sakit sekali karena saya ada gejala asam urat. Setelah seminggu rutin menggunakan setiap pagi sambil berjemur di bawah matahari “salah satu sumber vitamin D ini”, kaki  saya sudah tidak begitu terasa sakit lagi,” ungkap Bu Tri Mulyani  tersenyum bahagia.

SEDEKAH SAMPAH DI TENGAH WABAH

SEDEKAH SAMPAH DI TENGAH WABAH

SEDEKAH SAMPAH DI TENGAH WABAH

INDRAMAYU. Sedekah sampah merupakan salah satu program yang ada di Desa Berdaya Tegalurung yang sudah berjalan sekitar satu tahun. Sebelum adanya wabah ini, sedekah sampah biasanya disetor oleh para warga ketika kegiatan senam rutin, tetapi setelah adanya covid-19 kegiatan senam pun terhenti.

Namun pekan ini, Lastri Mulyani, Relawan Inspirasi Desber Tegalurung beserta pengurus sedekah sampah memulai kembali aktivitas pengumpulan sampah. Mereka mendatangi satu-satu rumah warga untuk mengambil sampah, agar tetap kundusif di fase kenormalan baru ini.

Program sedekah sampah ini direspon positif okeh warga karena sampah plastik yang berserakan ataupun yang sudah tidak terpakai kini bisa disedekahkan selain membuat lingkungan menjadi bersih juga mendapat pahala.

“Saya senang Relawan Inspirasi datang untuk mengambil sampah dan saya niatkan untuk sedekah, supaya mendapat pahala dan terhindar dari musibah,” ungkap Mak Catu (55 thn).

BERTANI DI SAAT PANDEMI

BERTANI DI SAAT PANDEMI

BERTANI DI SAAT PANDEMI

SUKABUMI. Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para petani di Desa Berdaya Cidadap Kecamatan Simpenan Kab. Sukabumi. Salah satunya Bapak Odin yang menjadi salah satu penerima manfaat Program Bantuan Ekonomi Rumah Zakat. Sebanyak 1800 tanaman semangka telah ditanam.

 

Alhamdulillah hari ini memasuki masa panen. Walaupun tidak sesuai harapan, Bapak Odin bersyukur tanaman semangka yang telah ditanam dapat dipanen. Sekitar 1700 kg buah semangka telah dipanen dan berhasil dijual dengan harga Rp2300 per kg.

 

“Saya ucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang sudah membantu usaha tani saya, sehingga saya masih tetap bisa bertani walaupun dalam kondisi pandemi covid 19, mudah-mudahan dimusim tanam berikutnya hasil taninya lebih baik,” ucap Bapak Odin.

SENANGNYA DI RUMAH MENDENGARKAN KISAH NABI

SENANGNYA DI RUMAH MENDENGARKAN KISAH NABI

SENANGNYA DI RUMAH MENDENGARKAN KISAH NABI

Dalam upaya membuat anak-anak nyaman dan betah di rumah, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Ganggo Hilia mengangkat program One Week One Book yang bisa dimanfaatkan oleh siswa sekolah dalam mengisi kegiatan hariannya, memang di desa berdaya anak-anak sekarang sudah lebih bebas berkeliaran di desa karena sudah merasa jenuh dengan aktivitas di rumah namun proses belajar mengajar di sekolah yang juga belum jelas kapan dimulai lagi tentu perlu perhatian semua pihak agar anak-anak bisa tetap semangat belajar meskipun di rumah.

Seperti yang dilaksanakan oleh Relawan Inspirasi Desa Berdaya Ganggo Hilia, Nanda Niki Lestari mendatangi beberapa anak untuk menyerahkan beberapa buku untuk mengisi kegiatan hariannya sebelum sekolah dimulai tidak hanya itu Nanda juga membacakan beberapa buku cerita dan kisah-kisah teladan dari para nabi dan sahabat kepada anak-anak yang belum bisa membaca atau yang masih malas membaca.

“Alhamdulillah, sambutannya positif, anak-anak merasa senang adanya program ini, karena mereka jadi ada kesibukan yang bisa mereka lakukan dan membuat mereka senang,” ujar Nanda.

DWI, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESA BOJANEGARA TETAP MERASA BAHAGIA DI RUMAH

DWI, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESA BOJANEGARA TETAP MERASA BAHAGIA DI RUMAH

DWI, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESBER BOJANEGARA TETAP MERASA BAHAGIA DI RUMAH

BANJARNEGARA. Work from home (WFH) dan physical distancing (pembatasan jarak dengan orang lain) kini telah menjadi rutinitas baru karena adanya imbauan dari pemerintah untuk memberhentikan seluruh aktivitas demi mencegah penyebaran virus COVID-19, tidak terkecuali anak – anak sekolah. Mereka belajar di rumah, meski bukan berarti bebas tugas. Beberapa sekolah tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar secara online atau memberi penugasan.  Tidak terkecuali anak-anak sekolah di Desa Berdaya Bojanegara, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Disela-sela kesibukan mereka mengerjakan tugas online, mereka juga melakukan hal-hal yang mereka sukai dirumah, bersama keluarga mereka.

Anak-anak binaan Rumah Zakat yang juga merupakan anggota Omah Bening Rumah Baca melakukan aktivitas menyenangkan juga di rumah, mereka tetap bahagia di rumah. Beberapa dari mereka melakukan kegiatan olah raga di depan rumah, membuat mainan dari kardus  dengan saudaranya, main gitar, dan menanam.

“Aku bahagia di rumah,” kata  Agun (11).

“Aku biasa main sepak bola di depan rumah setelah mengerjakan tugas sekolah, biar aku tetap sehat dan aku juga enggak bosan di rumah”, begitu ungkapnya dengan wajah gembira.

Anak-anak binaan Rumah Zakat di Desa Berdaya Bojanegara tetap bahagia walupun di rumah saja. Semoga virus segera berlalu dan mereka bisa segera bertemu dengan teman-temannya di sekolah. Selain Agung, hal sama juga dirasakan Dwi. Anak berkebutuhan khusus ini juga tetap merasa senang meskipun harus di rumah saja.

“Halo Assalamu’alaikum. Nama aku Dwi Prasetyo, umur aku 15 tahun, aku di panggil Dwi. Aku tinggal di Desa Bojanegara Sigaluh Banjarnegara. Walaupun aku di rumah saja, aku tetap bahagia lo, aktivitasku membatu orang tua jualan dirumah. Kebetulan orang tuaku jualan sayuran, jadi kadang aku membantu mereka biar tidak bosan. Aku bahagia dirumah,” ungkap Dwi dengan senyum ceria.

RELAWAN RUMAH ZAKAT SALURKAN 35 PAKET BERAS ZAKAT FITRAH

RELAWAN RUMAH ZAKAT SALURKAN 35 PAKET BERAS ZAKAT FITRAH

RELAWAN RUMAH ZAKAT SALURKAN 35 PAKET BERAS ZAKAT FITRAH

SALATIGA. Relawan Rumah Zakat Kota Salatiga, Dwi Pujiyanto, Jumat (22/5/2020) kemarin, menyalurkan 35 paket zakat fitrah kepada para mustahik di Warak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Paket zakat fitrah berupa 5 kg beras ini yang bersumber dari Pengguna Tokopedia.

Dwi Pujiyanto, Relawan Rumah Zakat kepada harian7.com, Sabtu (23/5/2020) mengatakan, bahwa para mustahik yang menerima zakat fitrah ini didominasi golongan lanjut usia dan para janda. Kami menyalurkan kepada warga di wilayah RW 06 dan 09 Kelurahan Dukuh. Penyaluran ini langsung door to door berkunjung ke rumah para penerima manfaat.

 

“Kami menyalurkan beras zakat fitrah ini kepada 35 warga di RW 06 dan 09 Kelurahan Dukuh. Rata-rata yang menerima merupakan ibu-ibu lansia dan para janda. Penyaluran ini kami lakukan dengan door to door langsung ke rumah warga. Semoga yang tidak seberapa ini bisa membantu dan bermanfaat,” ujar Dwi Pujiyanto.

Rukiah (77), salah satu penerima manfaat mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan beras zakat fitrah ini. Tak henti-henti, ia mendoakan Relawan Rumah Zakat yang menyalurkan beras tersebut.

“Terima kasih, ya Mas Dwi telah berkenan memberikan beras kepada saya. Saya doakan panjang umur, mendapat rizki yang banyak dan barokah. Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk saya yang sudah tua renta ini,” kata Rukiah yang tinggal di RT 04 RW 06 Kelurahan Dukuh.

KOPERASI MEKAR BERDAYA SEJAHTERA SALURKAN PAKET THR UNTUK ANGGOTA

KOPERASI MEKAR BERDAYA SEJAHTERA SALURKAN PAKET THR UNTUK ANGGOTA

KOPERASI MEKAR BERDAYA SEJAHTERA SALURKAN THR UNTUK ANGGOTA

PANDEGLANG. Di tengah pandemic covid-19 Koperasi Mekar Berdaya Sejahtera yang merupakan binaan Rumah Zakat menyalurkan paket THR berupa sembako untuk seluruh anggota koperasi. Ini adalah tahun ketiga koperasi menyalurkan THR dari semenjak dirintis di tahun 2017.

 

Berawal hanya beranggotakan 12 orang, kini koperasi yang bergerak di bidang serba usaha sudah beranggotakan 32 anggota. Secara bertahap kini koperasi sudah memiliki 6 unit usaha yang sudah berjalan dan paket THR ini adalah hasil dari laba bersih unit usaha.

 

“Kebahagiaan itu harus diciptakan, saya selaku ketua koperasi sangat bersyukur dengan adanya pendampingan dari Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi untuk membangun Koperasi di sini dan sekarang masyarakat benar-benar bisa merasakannya, selain kebahagiaan untuk anggota kita juga sudah memberikan banyak bantuan dana sosial untuk ring 1 wilayah koperasi,” ungkap Pak Jumaedi (36th).

RUMAH ZAKAT BERSAMA KARANG TARUNA DESA KEDUNGUMPUL MEMBUAT WASTAFEL PIJAKAN KAKI

RUMAH ZAKAT BERSAMA KARANG TARUNA DESA KEDUNGUMPUL MEMBUAT WASTAFEL PIJAKAN KAKI

RUMAH ZAKAT BERSAMA KARANG TARUNA DESA KEDUNGUMPUL MEMBUAT WASTAFEL PIJAKAN KAKI

TEMANGGUNG. Pemerintah Kabupaten Temanggung memperkirakan puncak pandemi Covid-19 akan terjadi pada bulan Mei. Maka penjagaan posko Desa sebagai pusat kedatangan warga dari luar kota harus diperketat.

Sebagai salah satu upaya pencegahan, Rumah Zakat merancang wastafel dengan pijakan kaki untuk mengurangi resiko penularan melalui sentuhan tangan. Wastafel ini dibuat oleh para pemuda dari Desa Kedungumpul di bengkel las Aan di dusun Ngumpul, Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan.

Anantiyo Widodo selaku fasilitator Rumah Zakat sekaligus Ketua Satgas COVID 19 Desa Kedungumpul menyampaikan terimakasih kepada para pemuda yang sigap saat mendapatkan tawaran dari Rumah Zakat untuk membuat wastafel ini.

“Peran serta masyarakat dibutuhkan untuk segera mengakhiri pandemi ini” ujar Anantiyo saat ditemui di Posko Induk Satgas COVID 19 Desa Kedungumpul pada Rabu (13/05).

Diakui oleh Anantiyo, Rumah Zakat tidak bisa melakukan support pengadaan wastafel semacam ini untuk semua desa. Namun ia berharap upaya ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya.

Sementara, Pemerintah Desa Kedungumpul menyampaikan rasa bangga atas hasil karya pemuda di desa nya. Hal ini disampaikan oleh Choyun selaku Sekretaris Desa Kedungumpul.

“Karya pemuda yang membanggakan, terimakasih Rumah Zakat atas sinergi yang terus menghasilkan karya” ujar Choyun.

Hubungi Kami

Jl. Turangga No.33 Bandung
Call Center: 0804 100 1000
WA/SMS Center: 0815 7300 1555

Sumber: https://www.desaberdaya.id

 

Mitra Kami

Copyright © 2019 Desa Berdaya